
Hari ini, Mira meminta ijin kepada Lingga untuk datang ke paradise fall.
"Ngapai kamu ke sana?" tanya Lingga di sela-sela sarapan mereka.
"Aku cuma kangen sama mereka, Kak. Mereka pasti khawatir sama aku pas kemarin itu kan. Boleh yah, Kak. Eeehhhhmmmm," rengek Mira dengan memasang wajah semanis mungkin.
Lingga tersenyum tipis, tapi langsung ditepisnya dan kembali memasang mode garang.
"Ehem! Nggak boleh! Nanti ada yang godain kamu lagi di sana. terus juga, kamu kan masih lemes gara-gara semalam," tolak Lingga sambil menyuapkan makanan ke mulutnya sendiri.
Mira berdiri, dan berjalan menuju ke tempat pria itu duduk. Dia memegangi pundak Lingga, sambil memberikan sedikit pijatan kecil di sana.
"Kaaaak, boleh yaaa. Eeeehhmmm …," bujuk Mira dengan cara yang sangat licik dan menggoda.
Lingga sampai dibuat meremang dengan suara wanita seksi itu. Dia pun menghentikan gerakan tangannya dan membeku seketika.
Mira tersenyum dengan mengangkat sebelah bibinya. Wanita itu lalu memutar, dan duduk di pangkuan Lingga, sambil melingkarkan lengannya bergelayut manja di leher pria itu.
"Kak …," panggil Mira yang kembali membuat Lingga semakin terhipnotis.
Mira mengulum senyumnya, kala merasakan pangkal paha Lingga mengeras dan terasa menonjol di antara bok*ngnya.
****! Dasar licik. Kalau hari ini nggak ada rapat penting, aku pasti langsung memakanmu sekarang juga, batin Lingga menggerutu.
Dia terpaksa menahan hasr*tnya yang telah bangkit, karena ulah nakal Mira yan terus menggodanya.
__ADS_1
"Ehem … ba … baiklah. Kau boleb pergi. Ehem …," ucap Lingga dengan suara yang terdengar serak karena n*fsunya yang sudah naik.
Mira berusaha menahan senyumnya melihat perilaku menggemaskan prianya itu.
"Benarkah?" tanya Mira memastikan sambil menyentuh anak rambut yang berada di belakang telinga Lingga, dan menjalari hingga ke rahang bawah dan dagu pria itu.
"Ya … Ehem … yah, kau boleh pergi, dan aku akan menjemputmu kalau sudah selesai dengan urusanku," ucap Lingga yang berusaha menekan gair*hnya yang sengaja dipancing oleh Mira.
"Oke," seru Mira senang dan seketika bangun dari pangkuan Lingga dan berjalan menjauh dari pria yang masih berdebar itu.
"Tapi, kau tidak boleh terlalu banyak minum, atau kau akan ku hukum lagi seperti semalam," ucap Lingga dengan tatapan tajam sambil menyeringai.
"Ya … ya … dasar maniak," gumam Mira.
"Aku mendengarnya, Mir." Lingga kembali dibuat kesal oleh sikap Mira.
Lingga hanya menggeleng melihat tingkah Mira yang selalu saja seenaknya sendiri. Namun entah kenapa, dia justru terpikat dengan hal itu.
Selesai sarapan, Mira mengantar Lingga yang akan pergi bekerja ke depan pintu.
"Aku berangkat dulu ya. Jangan nakal selama aku nggak ada," pesan Lingga sebelum ia pergi.
"Iya, Kak. Aku penurut kok," ucap Mira sambil mengerlingkan sebelah matanya kepada pria itu.
Lingga tersenyum dan secepat kilat menyambar tengkuk Mira dan memberikan ciuman di bibir wanita esnya.
__ADS_1
"Eeeehhhhmmmm …,"
Mira melenguh karena ciuman Lingga tak juga usai dan semakin dalam.
Wanita itu sampai mendorong Lingga dengan kuat, dan berkali-kali menepuk-nepuk pundak pria besarnya agar melepaskan pagutan.
"Hah … hah … Kak, aku hampir kehabisan nafas nih. Curang banget serangan tiba-tiba gitu," keluh Mira sambil memegangi dadanya.
"Itu cuma hukuman kecil karena kamu berani menggodaku pagi-pagi," ucap Lingga sambil mencolek ujung hidung Mira yang mancung.
Lingga pun tertawa melihat ekspresi mengeluh Mira. Mira pun semakin kesal dibuatnya.
"Udah ih … sana berangkat," seru Mira sambil mendorong Lingga agar cepat pergi.
"Iya … iya … aku berangkat ya," ucap Lingga sembari mengecup singkat kening Mira, dan mengusap lembut puncak kepala wanita itu.
Mira pun seketika tersipu. Ada rasa yang nyaman saat Lingga memperlakukannya seperti tadi.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁