Mirage

Mirage
Steve Lee


__ADS_3

Keesokan harinya, Lingga tengah menunggu seseorang di ruangannya.


"Jam berapa dia akan datang, Nick?" tanya Lingga kepada sang asisten.


"Kita sudah membuat janji dengannya jam sebelas, Tuan. Ini baru setengah sepuluh, masih ada waktu satu jam," sahut Nicholas.


"Baiklah. Kau siapkan semua yang diperlukan untuk penandatanganan kerja sama ini dengan arsitek itu. Aku sangat menyukai rancangannya. Terlihat simple tetapi berkelas. Sangat cocok untuk kalangan atas eropa," puji Lingga.


"Benar, Tuan. Saya pun sependapat. Ku dengar, dia seorang yang masih sangat muda, akan tetapi begitu terampil di bidangnya. Sudah banyak perusahaan besar yang memakai rancangannya," timpal Nicholas menguatkan argumen bosnya.


"Hem ... aku sangat menantikan semua rencanaku terlaksana dengan baik hingga akhir," seru Lingga dengan senyum optimisnya.


Pria itu kembali disibukkan dengan setumpuk pekerjaan, sambil menunggu tamunya datang.


...💋💋💋💋💋...


Di tempat lain,


Mira yang baru saja bangun setelah malam panjangnya bersama Lingga, kini bangkit dan duduk bersandar di head board.


"Ehm ... jam berapa ini?" gumamnya sambil meraih ponsel yang berada di atas nakas.


Ia mengusap wajah, serta menaikkan rambut yang menutupi wajahnya.


"Sudah lumayan siang. Pantas gue ditinggal lagi," lanjutnya.


Ia memijat sedikit tengkuknya yang terasa pegal, dan melakukan sedikit peregangan. Tiba-tiba saja, dia teringat akan sesuatu.


"Benar, ini sudah tanggal berapa?" gumamnya yang kemudian membuka catatan bulanannya di dalam ponsel.


"Ehm ... sudah lewat dua hari. Mungkin kali ini agak telat," lanjutnya.


Ia pun berjalan menuju lemarin kecil yang ada di bawah meja riasnya, dengan bertelanj*ng. Mira berjongkok di depan sana, dan mencari sesuatu.


Ia nampak melihat-lihat namun sepertinya, yang dicari tak ada di dalam sana.


"Oh iya ... gue lupa kalau ini bukan apartemen gue. Apa gue ke sebelah aja yah? Tapi, gue belum berani ke sana," ucapnya pada diri sendiri.


Mira pun kemudian memilih untuk mandi, dan membersihkan diri.


Setelah berganti pakaian, dia pun duduk di sofa sambil mengetikkan sesuatu di atas layar ponselnya.


"Kak, aku ijin ke swalayan bentar yah?" pesan Mira.


Sejak peristiwa penculikan hingga kecelakaan yang menimpa Thomas, Lingga sangat mewanti-wanti agar Mira tetap di dalam apartemen, dan boleh pergi hanya jika bersama dengannya atau atas seijin darinya.


Mira yang paham dengan siatuasinya pun memilih untuk menurut. Karena semua itu memang sudah terjadi sejak lama, dan yang terparah adalah kecelakaan mobil hari itu.


Tak berapa lama, Lingga pun mengirim pesan balasan.


"Mau beli apa memangnya? Bukankah di apartemen semua sudah ada," jawab Lingga.


"Ada satu yang nggak ada, dan Kakak nggak mungkin bisa beliin😅" balas Mira.


"Jangan meremehkanku. Memang benda apa yang ada di swalayan dan aku tak bisa membelinya🤨," tanya Lingga.


"Beneran mau beliin. Susah lho belinya. Pasti Kakak nggak bakal bisa deh🤭" goda Mira.


"Pasti bisa. Kalo perlu ku borong semuanya. Cepat katakan apa?" desak Lingga.

__ADS_1


"Pembalut wanita yang panjangnya empat puluh dua senti meter dan ada sayapnya delan belakang🤣🤣🤣🤣🤣" jawab Mira dengan emoticon terbahak-bahak.


"Pasti dia nggak akan mau beliin, hahaha ...," gumam Mira tergelak.


Namun, sebuah pesan balasan kembali masuk.


" Oke, nanti ku minta Nick untuk membelikannya. Jadi, jangan kemana-mana dan tunggu saja di rumah, oke!" ujar Lingga.


"Isshh … curang banget! Malah nyuruh Nick buat beliin. Dasar nyebelin," gerutu Mira.


Namun, dia justru tersenyum diselingi tawa kecil yang cukup mengguncang bahunya.


...💋💋💋💋💋...


Di kantor Shine Group,


Lingga tengah berbalas pesan dengan Mira, dan terkejut atas permintaan si ratu es.


"Hah? Pembalut? Si*lan. Dia mau ngerjain aku rupanya. Awas kau yah," gumamnya.


Lingga pun kemudian mengetikkan pesan balasan, jika akan meminta Nick untuk membelikan benda itu untuknya, dan memerintahkan Mira agar tetap berada di apartemen.


Setelah mengirimkan pesan kepada Mira, Lingga pun memanggil Nicholas lewat sambungan telepon yang terhubung langsung ke saluran yang berada di meja kerja sang asisten.


"Nick, cepat ke mari. Ada perintah untuk mu," ucap Lingga, dan segera menutup panggilannya.


Tak berselang lama, Nicholas datang ke ruangan sang atasan.


"Permisis, Tuan. Ada tugas apa untuk saya?" tanya Nicholas.


"Cepat belikan ini," perintah Lingga sambil menunjukkan isi chat Mira kepada sang asisten.


"Hewan apa itu, Tuan?" tanya Nicholas dengan polosnya.


"Ini bukan hewan. Kamu ke supermarket sekarang, terus tanya ke SPG di sana. Setelah dapat, kamu antar langsung ke apartemenku. Cepat lakukan!" perintah Lingga.


"Ba ... baik, Tuan" sahut Nicholas yang seketika berlalu dari sana dan melaksanakan perintah atasannya.


Sepeninggal Nicholas, Lingga kembali menyibukkan diri dengan setumpuk berkas di hadapannya.


Tepat pukul setengah sebelas, seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya.


"Masuk," seru Lingga.


Nampak seorang wanita yang adalah sekretaris Lingga yang lainnya, masuk dan memberitahukan jika ada yang ingin menemuinya.


"Permisi, Pak. Ada Tuan Lee di depan. Beliau ingin bertemu dengan Anda," ucap sang sekretaris.


"Persilakan masuk," sahut Lingga.


"Baik." Sekretaris itu pun keluar.


Tak lama kemudian, dia kembali membukakan pintu, dan mempersilakan orang yang berada di luar untuk masuk.


"Silakan, Tuan Lee." serunya.


"Terimakasih," sahut Tuan Lee.


Pri itu pun masuk ke dalam dan berjalan menghampiri Lingga yang masih duduk di belakang meja kerjanya.

__ADS_1


"Selamat datang, Tuan … Lee?" ucapnya terbata, kala menoleh dan melihat orang yang berada di hadapannya.


Lingga tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


"Kau … sedang apa kau di sini?" tanya Lingga sambil bangkit dari duduknya, dan berjalan sambil menunjuk ke arah pria itu.


Pria bernama Tuan Lee itu pun tak kalah terkejut dengan keberaan Lingga, dan balik menunjuk ke arah pimpinan Shine Group itu.


"Kau ... kenapa ... Apa kau pimpinan di sini?" tanya Tuan Lee juga dengan tergagap.


"Yah, aku pimpinan di sini. Apa mau mu, hah?" tanya Lingga dengan sombongnya sambil memasukkan kedua tangan ke dalam saku celana.


"Perkenalkan, namaku Steve Lee. Arsitek yang akan menangani pembangun gedung department store mu di Paris," jawab pria yang ternyata adalah Steve itu, sambil ikut memasukkan kedua tangan ke dalam saku celananya.


"Apa? Kenapa bisa ...," ucap Lingga yang begitu terkejut hingga tak bisa melanjutkan perkataannya lagi.


"Sebuah kebetulan yang luar biasa bukan, Tuan Lingga." Steve tersenyum dengan sebelah sudut bibir yang terangkat.


"Ehem ... Maaf, sepertinya penandatangan kontrak kerja sama kita harus ditunda dulu. Asistenku akan menghubungi lagi nanti. Permisi, aku masih ada hal penting lain yang harus di selesaikan," ucap Lingga yang berlalu begitu saja meninggalkan Steve yang masih berada di dalam ruangannya.


Steve memandangi kepergian Lingga yang telah berjalan jauh meninggalkan ruang kerjanya.


"Sebuah kebetulan yang benar-benar mengejutkan," gumamnya.


Ia pun kemudian keluar menyusul Lingga, dan pergi dari gedung Shine group dengan rasa kecewa, dan menganggap bahwa Lingga, sebagai pimpinan sebuah perusahaan besar berkelas internasional, telah bersikap tak profesional.


Namun, dia pun bisa mengerti jika pria itu bersikap seperti tadi padanya. Yah, apa lagi jika bukan karena memperebutkan wanita yang sama. Wanita yang sudah memikat hati seorang Steve Lee sejak awal mereka bertemu.


.


.


.


.


Nick, emang ada gitu hewan yang punya panjang 42cm dan punya sayap depan belakang?


Nick : Setauku yang punya sayap ya hewan. memang apa lagi.


🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️


nih anak kelamaan jomblo jadi gini nih😅


Nick : makanya, kasihanilah aku thor. kasih kek cewe satu sini.


Nanti coba ku tanya Mom Winda, ada stok apa nggak🤣🤣🤣🤣


Nick : kenapa tanya sama nenek menor?


Kan cuma Mom Winda yang punya stok cewe. Elu gimana sih nick. lupa?


Nick : oh 🤔🤔🤔terus apa hubungannya hewan aneh bersayap belakang sama punya cewe?


Iissshhh ... Nicholaaaaaaaaas😫😫😫😫😫😫


Oke, biarkan nick dengan hewan langkanya saja😅


Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁

__ADS_1


__ADS_2