Mirage

Mirage
Setelah pertempuran


__ADS_3

Pintu kamar mandi terbuka, Dan Mira yang hanya memakai handuk yang terlilit menutupi dada hingga pahanya, keluar dari dalam sana dan berjalan menuju meja rias.


Dia menghubungkan kabel hair dryer ke stop kontak, dan menyalakan mesin pengering rambut itu.


Lingga yang memang belum tidur, memandangi punggung Mira yang tampak sangat mulus dan menggiurkan.


"Apa Anda bisa ambilkan saya pakaian dari apartemen sebelah, Tuan?" tanya Mira.


Lingga memiringkan posisi tidurnya menghadap ke arah mira, sambil menyangga kepalanya dengan sebelang tangan.


"Ah … sepertinya aku sangat malas. Aku lelah sekali setelah menghukummu tadi, Nona. Bisa besok saja ku ambilkan?" kilah Lingga beralasan.


Mira menghentikan tangannya sejenak, dan menatap kesal ke arah pantulan Lingga di cermin.


"Menyebalkan," batin Mira, sambil kembali mengeringkan rambutnya.


"Tidurlah di sini untuk malam ini. Besok akan aku ambilkan pakaian untukmu," ucap Lingga sambil kembali telentang, dan menaruh kedua tangannya sebagai bantal.


"Baiklah, kalau begitu saya akan pinjam salah satu pakaian Anda," seru Mira yang melanjutkan urusannya dengan rambut basahnya.


Kemudian, dia bangkit berdiri dan berjalan menuju walk in closet milik Lingga.


Lingga tak peduli soal itu, dan terus berbaring santai, sambil menunggu Mira kembali.

__ADS_1


Tak menunggu lama, Mira keluar dari dalam walk in closet, dengan hanya mengenakan sebuah kemeja polos berwarna putih milik Lingga, yang sangat besar ketika dipakai oleh Mira.


Tak ada lagi yang dipakai Mira selain kemeja itu, karwena cela*na dalamnya, telah rusak oleh ulah Lingga.


Lingga yang melihat itu pun, mendadak mematung. Dia menelan salivanya dengan susah payah, kala menatap Mira yang begitu seksi berjalan ke arahnya.


Teripang daratnya mendadak kembali bangun, dan serasa ingin segera menerkam kembali si ratu es itu, dan mencumbuinya lagi dan lagi.


"Saya pinjam ini, apa Anda keberatan, Tuan?" tanya Mira yang berdiri di samping tempat tidur.


Lingga pun tersadar dari pikiran kotornya, dan membuang muka agar tak melihat ke arah Mira.


"Yah, silakan saja. Terserah kau," sahut Lingga gugup.


Mira pun lalu naik ke atas tempat tidur, namun Lingga justru mengeser posisinya menjauh. Wanita itu mengerutkan kedua alisnya melihat hal aneh itu.


Wanita itu pun lalu membuka selimut dan masuk ke dalamnya. Saat itu, tanpa sengaja ia melibat monster teripang Lingga telah kembali bangun. Mira pun memutar bola matanya dan menghela nafas panjang.


"Hei, kenala kau mengintip?" gerutu Lingga sambil memegangi miliknya dari luar selimut.


"Aneh," gumam Mira.


Mira tak peduli dan langsung berbaring, membelakangi Lingga yang terus memegani selimutnya.

__ADS_1


"Tidurlah yang nyenyak, Tuan. Supaya teripang mosntermu juga ikut tidur. Selamat malam," ucap Mira yang membuat Lingga malu dan langsung menutupi miliknya dengan kedua tangan.


"Sial! Kenapa kau langsung bangun sendiri, hanya gara-gara melihat dia yang berpakaian seperti itu sih," batin Lingga yang merutuki dirinya sendiri.


Lingga pun akhirnya memaksa tidur membelakangi Mira, menekan has*ratnya yang sudah bangun sejak tadi, membuat ia tersiksa semalaman.


.


.


.


.


Mira : Thor, bikin tokoh kok mesum banget sih.


othor : lagi suka yng mesum😁


Mira : othor aslinya mesum ya?


othor : nggak kok, othor solehah banget. bener dah.


Mira : Heleh ... dari mana thor? sukanya juga teripang darat gitu.

__ADS_1


Othor : itu naluri🤣🤣🤣🤣


yuk ah di like dan komen di bawah, abaikan candaan garing di atas ya😅


__ADS_2