Mirage

Mirage
Kantor Catatan Sipil


__ADS_3

Hari berikutnya, Mira nampak mengenakan sebuah pakain formal, dengan kemeja putih dan celana panjang kain, serta blezzer abu-abu cerah, berjalan menuruni anak tangga.


Dia keluar dari apartemen Lingga dan berjalan keluar. Dia masuk ke dalam lift, dan turun menuju loby apartemen.


Sesampainya di sana, terlihat sebuah mobil yang sudah terparkir, tepat di depan pintu masuk gedung. Seorang pria berjas hitam, nampak menunggunya di samping pintu belakang.


“Selamat pagi, Nona. Silakan masuk,” seru pria yang tak lain adalah Nicholas, asisten Lingga.


Hari ini, adalah hari pernikahan Mira dan Lingga, yang akan berlangsung di kantor catatan sipil saja. Tak ada pesta, tak ada ritual, dan tak ada gaun indah serta bunga yang cantik.


Akan tetapi, untuk seorang wanita seperti Mira, menikah seperti ini pun bagai mimpi yang menjadi kenyataan, karena bisa bersatu dalam tali pernikahan dengan seseorang yang dia cintai sepenuh hati.


Lingga bahkan sudah memberikan uang tebusan kepada Mom Winda, untuk mengambil Mira dari Paradise Fall selamanya. Itu berarti, Mira sudah bukan seorang pelacuuur lagi. Kini, lebaran hidup barunya, resmi dimulai.


Lingga telah pergi lebih dulu ke kantor catatan sipil, untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Sedangkan Mira, dia satu jam kemudian baru berangkat ke tempat tersebut.


Hanya memakan waktu kurang dari empat puluh menit, Mira sudah tiba di pelataran kantor pemerintah itu. Di sana, sudah terlihat keluarga Wijaya sedang menunggu kehadirannya, lengkap dengan Lingga yang memakai setelan baju dengan warna senada dengan yang dikenakan Mira.


Setelah Nicholas membukakan pintu, Mira pun turun dari mobil, dan berjalan menghampiri semunya. Lingga maju beberapa langkah, dan mengulurkan tangan ke arah Mira.


Wanita itu pun menyambut tangan kekasihnya, dan berjalan bersama masuk ke dalam tempat yang jauh dari kesan romantis untuk sebuah acara pernikahan.


Setelah mengucap ikrar janji pernikahan di depan petugas pencatatan sipil, Mira dan Lingga pun sama-sama menandatangani surat nikah masing-masing.


Tak perlu waktu lama, hanya dalam tiga puluh menit, kini mereka telah sah menjadi sepasang suami dan istri.


Di luar kantor itu, Cheria memberikan sebuah buket bunga kepada Mira.


“Ambillah! Meskipun tak ada pesta dan gaun yang cantik, namun seorang pengantin wanita harus tetap memegangi bunganya,” ucap Cheria kepada sahabat kecilnya, yang kini telah menjadi kaka iparnya.


“Makasih ya, Ri,” sahut Mira.


Mereka pun lalu melakukan foto bersama di depan kantor tersebut.


"Nah, Pengantin. berhubung ada buket bunganya, gimana kalo untuk ritual aja, kamu lempar buket itu untuk para jomblo ini," ucap Aletta menunjuk ke arah Nicholas dan juga Cheria.


"Mi, males ah!" keluh Cheria.


"Udah sana! Berdiri deket Nick," seru Aletta.


Dengan malas, Cheria pun menurut.


Mira dituntun oleh Lingga agar naik ke tangga paling atas. Kini, dia sudah membelakangi kedua orang itu, dan bersiap untuk melempar.


"Siap ya. Satu... dua... tiga...," bunga pun dilempar.

__ADS_1


Namun, ada dua orang yang mendapatkannya dan berebut. Mira pun berbalik dan betapa terkejutnya dia saat melihat kedua temannya itu sedang berebut buket bunga yang ia lempar tadi.


"Gue yang dapet!" aku Tania yang tiba-tiba muncul.


"Ini punya ku!" sanggah Cheria.


"Ri, kamu emang udah ada calonnya?" tanya Lingga pada adiknya.


"Kakak, nyebelin banget sih," keluh Cheria.


"Cieeee, Mok. Emang udah mau cowoknya?" tanya Mira kepada teman sesama ladies-nya.


Tania melirik ke arah Nicholas, namun yang dilirik malah melengos membuang muka, membuat ladies satu itu hanya menghela nafas panjang.


"Pokonya, dapet dulu aja deh. Urusan cowok, pikir nanti aja. Banyak ini di tempat Mom Winda. Tinggal pilih satu, beres," ucap Tania yang bermaksud membuta manusia kayu itu kesal.


Namun, Nicholas masih saja datar, dan membuat Tania yang justru kesal dibuatnya.


Mira dan Lingga pun tertawa, karena hanya mereka lah yang tahu seperti apa perasaan Tania kepada sang asisten itu.


"Kita foto yuk, Mok! Tadi kan elu belum dateng," seru Mira.


Keduanya pun berswafoto, dengan Tania yang memegang buket bunga pernikahan Mira, dan disusul kemudian, foto bersama sekali lagi dengan semua orang yang ada di sana.


Setelah acara itu, dilanjutkan dengan makan siang bersama di kediaman keluarga Wijaya, yang dulu sempat mereka tinggalkan sejak kasus penculikan Lingga remaja. Nicholas dan Tania pun ikut juga dalam acara maman siang itu.


Awalnya, Aletta menyarankan agar Mira kuliah di tanah air saja, dan akan ditemani oleh Aletta dan juga Cheria, dan akan tinggal bersama di rumah besar itu.


Namun, Tuan Wijaya memiliki saran lain, yaitu meminta Mira untuk kuliah di pusat fashion dunia, Paris-Perancis.


“Sebentar lagi kan juga, Arya harus mengurus proyeknya yang di sana. Jadi pas kan, kalau Mari juga ikut ke sana,” jelas Tuan Wijaya.


“Menurutku juga ada benarnya, Bu. Mira juga kan bisa mulai belajar, untuk mengambil alih kendali perusahaan ayah angkatnya dari asalnya sana,” timpal Lingga.


Sejak panggilan Moris terakhir kali, Mira memang akhirnya setuju untuk menjadi ahli waris tunggal atas semua aset, perusahaan, serta tabungan yang ditinggalkan Thomas.


Oleh karenanya, cepat atau lambat, Mira juga harus belajar tentang perusahaan pria yang telah resmi menjadi ayah angkatnya itu, agar kelak bisa mengambil alih kendali penuh atasnya.


Untuk saat ini, semua diurus oleh Moris, sebagai orang yang dipercaya Thomas untuk menjalankan  semuanya, sebelum Mira siap mengambil alih.


“Ehm, benar juga sih. Tapi, coba kita tanya pendapat Mari,” ucap Cheria.


Semuanya kini menatap ke arah Mira. Aletta meraih tangan menantunya itu, dan membuat Mira menoleh dan menatap wanita paruh baya di sampingnya.


“Sayang, bagaimana menurutmu? Apa kamu mau mengambil pendidikan di sini, atau ikut suamimu ke Paris?” tanya Aletta.

__ADS_1


Mira diam. Dia nampak berfikir. Pandangan matanya mengedar, menatap satu persatu orang yang ada di sekeliling meja makan itu, seolah mencari jawaban dari raut wajah mereka semua.


Lingga mengangguk pelan, seolah memberikan persetujuan tentang apa saja keputusan yang akan diambil oleh Mira.


sebuah senyum terbit di bibir wanita itu, dan dia pun kembali menatap Aletta.


“Aku akan ikut suamiku, Mi,” ucap Mira.


Keputusan pun dibuat. Mira akan mulai masuk ke Perguruan tinggi di sana dan mengambil jurusan fashion designer di salah satu universitas terbaik di kota fashion dunia itu.


Sejak saat itu, Mira dan lingga disibukkan dengan mengurus pendaftaran masuk Mira yang terbilang cukup sulit, mengingat Mira yang bahkan tak lulus SMA, akibat ulah Soraya yang menyebarkan foto-fotonya di sekolah, saat keluar dari klub malam, di malam lima tahun itu.


Namun, dengan kemampuan Moris, semua dokumen bisa didapatkan dengan mudah. Sehingga proses pendaftaran pun tidak terlalu terkendala.


...💋💋💋💋💋...


Suatu malam di paradise fall, terlihat seorang pria yang tengah duduk seorang diri di salah satu meja VIP. Dia memesan sebotol minuman keras, dengan irisan buah sebagai pendampingnya.


Dia nampak memeberikan secarik kertas kepada pelayan yang mengantarkan pesannya, dan memintanya menyerahkan kertas berisi pesan itu kepada penjaga bar, Samuel.


Nampaknya, pria itu hendak mem-book-ing seorang ladies untuk menemaninya malam ini. Tak lama kemudian, seorang wanita cantik memakai mini dress merah mengkilap muncul di hadapan pria itu.



Dia berdiri sambil memegangi kedua sisi kusen pintu ruangan VIP tersebut, dan tersenyum miring ke arah si pria tadi.


“Wah... Wah... Wah... Ada angin apa nih, manusia kayu nyariin aku sampai ke sini?” tanya wanita yang tak lain adalah Tania.


Dia masuk dan menutup pintu ruangan tersebut, lalu kemudian duduk di samping pria yang adalah Nicholas, si manusia kayu.


Dia menuangkan minuman yang masih berada di dalam  botol ke gelas yang sudah di sediakan, dan menyodorkannya di hadapan Nicholas.


“Minumlah. Kau sudah pesan, jadi habiskan lah,” ucap Tania.


Wanita itu memilih memakan buah potong yang ada di atas meja, dari pada menemani pria itu minum.


Ngapain sih dia ke sini nyariin gue? Aneh, batin Tania.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁


__ADS_2