Mirage

Mirage
Mengungkap masa lalu


__ADS_3

"Ingat kan sekarang?" tanya Soraya tersenyum mengejek.


"Kenapa kamu tega lakuin itu ke aku? Apa salahku sama kamu? Aku ingat betul, saat itu aku sama sekali belum mengenal Thomas. Lalu apa alasanmu melakukan semua ini?" cecar Mira.


Wanita yang sedari tadi terlihat tenang, kini mulai meronta. Dia terlihat menghentak-hentakkan kakinya sekuat tenaga, dan menckba meregangkan ikatan di tangan dan badannya.


Soraya kembali membungkukkan badannya dan membuat wajahnya sejajar dengan Mira yang menatap tajam ke arah janda itu.


"Kau mau tau kenapa? Semua ini salah ibumu!" sahut Soraya penih penekanan.


Mkra mengernyitkan kedua alisnya.


Ibu? tanyanya dalam hati.


"Apa urusanmu dengan mendiang ibuku? Siapa kamu sebenarnya?" tanya Mira yang semakin tak tenang, apa lagi jika ibunya sudah dibawa-bawa dalam hal ini.


Soraya menegakkan kembali badannya, dan melipat kedua lengannya di depan dada.


"Sebenarnya, kau bisa menanyakannya langsung pada ibumu di akherat, karena sebentar lagi kamu pun akan menyusulnya. Tapi, aku akan sedikit berbelas kasihan padamu, agar kau tau apa yang sudah si j*lang itu lakukann hingga aku berbuat seperti ini!" pekik Soraya di akhir kalimatnya.


Soraya nampak menengadahkan tangan kanannya ke samping, seolah tengah meminta sesuatu. Tak lama kemudian, seorang pria berpakaian serba hitam, menyerahkan sebuah pistol berjenis FN 57.


...*****...


FN Five-seveN merupakan salah satu jenis senjata api pistol semi otomatis produksi perusahaan senjata asal Belgia, FN Five-seven. Penamaan pistol ini didasari atas penggunaan peluru berkaliber 5,7 mm yang digunakan senjata ini, sedangkan penulisan huruf F dan N besar ditujukan pada inisial perusahaan pembuat senjata ini yaitu FN.


Sebagai senjata sidearm untuk Personal defense Weapon (PDW) FN P90, pistol ini menggunakan peluru dengan jenis yang sama yaitu 5,7 x 28 mm buatan FN yang dibuat pada awal 1990an.


Peruntukan senjata ini pada awalnya untuk kalangan militer dan penegak hukum, tetapi pada tahun 2004 FN memproduksi juga varian bagi warga sipil dengan nama FN Five-seven USG yang dilengkapi dengan rel Picatinny.


...*****...


Mira seketika bergidik melihat senjata yang kini berada di tangan wanita itu. Dia mencoba memundurkan diri, namun sandaran kursi membuatnya tersudut di tempat.


Soraya memainkan senjata itu dengan tangannya seolah menerawang ke dalam benda mematikan tersebut.


"Kau tau, dulu ada seorang pria yang sangat aku cintai. Dia sangat tampan. Thomas? Hah, dia hanya pecundang yang tak bisa berbuat apapun. Aku sangat menginginkan pria itu, hingga aku rela melakukan apapun demi dirinya, termasuk bertingkah bodoh di hadapan keluarga besarnya demi menarik simpati mereka,"

__ADS_1


"Tapi apa? Ibumu, si j*lang Sofia itu tiba-tiba muncul, dan membuat semua usaha ku menjadi sia-sia. Pria itu … tak pernah sekali pun melihatku, karena di matanya hanya ada Sofia, j*lang si*lan itu!" teriak Soraya tepat di depan wajah Mira.


Si ratu es sampai menutup rapat matanya karena jeritan wanita di hadapannya itu. Skraya kembali tenang. Dia menyibakkan rambutnya yang semlat menutupi sebagian wajahnya, dan menarik nafas dalam.


"Kau tau, ibumu dulu juga seorang pelacur. Hahahaha … dan aku berhasil membuatmu menjadi sama murahannya seperti dia. Hahahaha …," hina Soraya.


Mira sangat terkejut mendengar semua hal itu. Matanya mulai memerah menahan amarah yang ada di dalam dadanya.


"Aku adalah orang yang menghasut warga agar membenci kalian berdua. Menyebarkan semua kabar masa lalu ibumu itu kepada orang-orang miskin itu. Dan diluar dugaan, mereka melakukannya tanpa dipaksa. Denhan senang hati mereka menghina dan mengucilkan kalian. Hahahahaha … lucu sekali bukan hukum sosial itu," lanjut Soraya yang terus terbahak menertawakan nasib Mira dan ibunya yang begitu berat.


Jadi, semua ini ulahnya? Hidup kami seperti di neraka, semua ini ulahnya? Tapi kenapa? batin Mira.


Gengan mulai timbul di pelupuk matanya. Mira sama sekali tak menyangka, jika semua kemalangan, hinaan, caci maki yang ditujukan kelada dirinya dan mendiang sang ibu, adalah ulah dari Soraya.


"Kenapa? Kenapa kamu lakuin itu sama ibuku!" pekik Mira yang sudah tak bisa mengendalikan diri lagi.


Sikap tenangnya tadi hilang sudah. Hatinya begitu sakit mengingat semua perjuangan ibunya dulu, yang banting tulang menghiduli dirinya seorang diri, di tengah desakan warga yang terus mencoba mengusir mereka dari rumah.


Bagaiman ibunya dulu dihina dan di benci semua tetangga, hingga rasanya dada Mira ingin meledak karena terlalu sesak mengingat akan masa itu.


Ibu … ibu … batinnya.


"Kau mau tau kenapa? Itu semua karena dia mengandungmu! Mengandung anak dari pria yang kucintai!" ucap Soraya.


Tatapannya begitu dingin. Hawa membunuh seakan semakin terasa keluar dari diri wanita itu. Mira sampai meremang melihat tatapan Soraya.


Janda Thomas itu melangkah maju, dan mendekat sambil mengusap-usap senjata yang ia pegang saag ini.


"Kamu tau, kenapa sampai mati Sofia tidak memberitahukan di mana ayahmu? Hah! Karena aku sudah membunuhnya! Aku … sudah membunuh pria yang kucintai itu karena ibumu. Karena kamu yang saat itu ada di dalam kandungan si j*lang si*lan itu!" ungkap Soraya.


"Kalau saja dia memilihku, semuanya tak akan seperti ini. Tapi, begitu ibumu hamil, dia dan keluarganya lebih memilih kalian ketimbang aku. Aku tak bisa terima, dan aku menembaknya dengan pistol ini, hingga dia jatuh ke jurang dan mati," lanjut Soraya.


Mira tak bisa lagi berucap. Bibirnya kelu. Rasa sesak di dada membuatnya susah benafas.


Ibu … ibu … hanay itu yang dia ucapkan bahkan dalam hatinya.


"Tapi rupanya, kalian masih bisa bertahan hidup meski dalam kemiskinan. Akhirnya, aku pun menargetkanmu. Aku ingin tau, sehancur apa Sofia jika sampai anaknya menjadi pelacur sepertinya. Aku yakin, dia pasti akan nangis darah."

__ADS_1


"Aku pun bertemu dengan Erik, yang adalah seorang pencudi. Hutangnya banyal di mana-mana, dan satu hal yang membuatku tertarik, dia ada hubungannya dengan kalian berdua. Jadi, aku menggunakannya agar bisa menjerumuskanmu ke dalam lembah pelacuran."


"Tapi sayangnya, seorang pengacau datang dan menyelamatkanmu. Namun, aku tak terlalu rugi, karena saat itu juag, Sofia mati karena terlambat mendapatkan pertolongan medis. Hahahahaha … hebatkan aku," ucapnya.


"Brngsek! Ayah dan ibuku tidak salah! Mereka hanya saling cinta. Kenapa kamu tega melakukan semua itu kepada kami!" pekik Mira.


Dia semakin histeris mendengar semua kenyataan yang sangat pahit itu.


"Ssstt … kau jangan berteriak dulu. Ini belum semua. Jadi, dengarkan baik-baik, oke," seru Soraya.


Mira semakin geram mendengar nada bicara Soraya yang sangat membuatnya muak. Namun, senjata api yang digesek-gesekkan dipipinya, membuat Mira diam sekerika.


"Setelah satu tahun, aku mendapat kabar kalau kamu masih bisa hidup dengan baik di temoat asing, dan seolah tak pernah terjadi apa-apa. Aku kesal setengah mati. Kenapa kamu nggak depresi aja sih? aku pun menculikmu dari tempat kerja, dan membawamu ke sebuah tempat."


"Akhirnya, malam itu, aku bisa membuatmu masuk ke dalam dunia malam. Yah, meski aku kecolongan, ternyata yang mendapatkan virgin-mu adalah suamiku sendiri, sampai dia rela memberikan segalanya, bahkan nyawanya kepadamu."


"Kalian berdua sudah membuatku membunuh pria-priaku," pungkasnya.


"Ja … jadi maksudmu, kamu penyebab kecelakaan Thomas?" tanya Mkra terbata.


"Yah, dan sekarang adalah giliran mu!" ucap Soraya sambil menodongkan pistol ke arah Depan, tepat di wajah Mira.


.


.


.


.


Nah lho, tegang apa tegang😁


Lama ya nunggu upnya🤭✌maaf ya.


sambil kalian nunggu next eps, mending mampir ke novel baru ku😊


__ADS_1


Ditunggu ya😁✌


__ADS_2