
Seharian ini, Mira sangat sibuk dengan agenda perawatan tubuhnya.
Ia meminta full body service kepada Sist Mona, untuk membuatnya kembali tampil sempurna di depan tamu istimewanya.
Mira memulainya dengan perawatan rambut. Seorang stylist memulainya dengan mencuci rambut Mira, dan kemudian mengolesi masker ke atasnya. Setelah itu, ia menutup kepala wanita cantik itu dengan penutup kepala, untuk menjaga masker agar tidak belepotan kemana-mana.
Kemudian, Mira diajak ke dalam ruang spa. Ia membuka seluruh pakaiannya dan menggantinya dengan sebuah kemben khusus, serta cela*na dalam sekali pakai yang disediakan di tempat itu.
Seorang terapis memintanya untuk naik ke atas tempat tidur, dan menelungkupkan tubuhnya, serta memposisikan dirinya senyaman mungkin.
Terapis itu mulai mengoles scrab ke seluruh tubuh Mira, untuk membuang sel-sel kulit mati yang membuatnya nampak kusam.
Setelah itu, barulah ia memberi pijatan dengan dibaluri minyak zaitun, untuk melemaskan otot-ototnya yang kaku, karena aktifitas sehari-hari.
Selesai mendapat pijatan, Mira kemudian diminta untuk berendam di dalam bak yang berisi air dengan taburan kelopak bunga mawar, untuk membuang sisa-sisa scrub, minyak zaitun dan untuk memberi sensasi segar pada tubuhnya, serta menenangkan syaraf-syarafnya yang tegang.
Setelah dirasa cukup, Mira pun bilas dengan air bersih, lalu kemudian seorang stylist membilas rambutnya. Sesuai permintaan Mira, ia ingin agar rambutnya di-blow saja, agat terlihat lebih natural.
Selama seharian penuh, Mira menghabiskan waktu dan uangnya di tempat perawatan tubuh dan kecantikan milik Sist Mona, hanya demi tampil sempurna di hadapan tamu pentingnya malam ini.
Kini, Mira telah sampai di apartemen. Saat ia hendak masuk ke dalam, pandangannya kembali tertuju pada pintu yang berada di sampingnya yang selalu saja tertutup rapat.
Sedetik kemudian, Mira menggelengkan kepala, dan memijat pelipis kanannya.
"Apa sih yang aku pikirin?" gumamnya.
Ia lalu membuka pintu dan masuk ke dalam sana.
Waktu sudah sangat sore, hampir jam 6, dan Mira harus bergegas untuk bersiap-siap pergi ke paradise fall. Menurut Mom Winda, tamu pentinnya itu sangat tidak suka menunggu. Jadi, mau tak mau Mira harus sudah stand by di sana sebelum orang itu datang.
Mira membuka semua pakaiannya, dan menggantinya dengan bath robe, sebelum memulai ritual make up nya.
Seperti biasa, make up bold selalu menjadi andalannya, dengan pengaplikasian eyeliner yang tebal, dan polesan lipstik yang merah merona.
"Selasai," ucapnya ketika selesai memulas bibir seksinya dengan lipstik berwarna merah maroon.
Kemudian, Mira berjalan menuju walk in closet, dan mulai memilih baju yang akan ia kenakan. Semua bajunya nampak sangat seksi, namun telihat kurang berkelas.
"Semuanya terlihat murahan," gumamnya.
Ia lalu teringat dengan sebuah gaun yang dibelinya di negara K, ketika pergi bersama Thom beberapa waktu yang lalu.
Mira mengambil sebuah paper bag yang tergeletak di sudut lemari, dan mengeluarkan isinya.
Nampak sebuah gaun berwarna hitam, dengan panjang menjuntai hingga ke tungkai kaki. Memiliki belahan yang cukup tinggi hingga mencapai paha, dengan bagian dada yang sangat terbuka, serta tali bahu yang melingkar ke belakang leher.
"Nice!" gumam nya.
Mira pun lalu membuka bath robe yang tengah ia kenakan dan menggantinya dengan pakaian itu.
__ADS_1
Dengan ditambah aksesoris gelang emas dan juga cincin, serta tas hitam bertali rantai dengan warna gold, turut menunjang penampilan paripurna Mira malam itu.
Heels dengan warna senada, turut menambah kesan seksi wanita itu.
"Perfect!" puji Mira pada dirinya sendiri, kala menatap pantulannya dari cermin.
Ia pun lalu bersiap untuk pergi. Seperti biasa, Mira akan memakai jasa taksi online saat pergi dan pulang kerja, agar lebih nyaman ketika dia harus pulang dalam kondisi mabuk berat, atau pasca hang over.
Mira berjalan ke luar. Ketika telah berada di luar, dan mengunci pintu apartemennya, lagi-lagi pandangan matanya tertuju pada pintu di sampingnya.
"Hah …," hanya helaan nafas yang terdengar dari bibir seksi itu.
Mira merasa aneh, kenapa dirinya selalu saja menoleh ke arah itu, meskipun ia tak merasa menginstruksikan matanya untuk menatap ke sana. Layaknya sebuah magnet yang selalu bisa menarik benda logam, seperti itu lah Mira yang dengan spontan menoleh ke arah apartemen milik Lingga.
Wanita itu kemudian berjalan menuju lift, dan turun ke lobi, di mana taksinya telah menunggu.
...💋💋💋💋💋...
Paradise fall, tempat yang selalu ramai, bahkan semakin ramai saat mendekati pagi.
Orang-orang berdatangan hanya untuk sekedar mencari hiburan dan kesenangan sesaat. Menyalurkan hasratnya yamg menggebu bersama para wanita malam.
Mira telah sampai di sana, dan seperti biasa, ia akan duduk terlebih dulu di bar, temoat Samuel bekerja.
"Waw … ada acara spesial apa nih?" tanya Samuel saat melihat penampilan Mira yang sangat berbeda.
"Wah … VVIP lagi? Apa ini the next Thom?" tanya Samuel.
Mira tak menyahut, dan hanya mengedikkan bahunya saja.
"Beri gue sesuatu yang ringan, seperti biasa." pesan Mira.
"Oke!" sahut Samuel.
Pria itu pun lalu meracikkan sebuah minuman untuk Mira. Sesuatu yang beral*ko*hol namun tidak terlalu pekat.
"Ini mojito untukmu. Dingin dan menyegarkan," ucap Samuel sembari menyajikan minuman kepada Mira.
"Thanks," sahut Mira tersenyum.
Wanita cantik itu pun lalu menyesap minumannya, sambil menikmati suasana paradise fall malam itu.
Netranya menangkap seorang pelanggan, yang tengah merangkul pelayan wanita yang bukan seorang penghibur.
Wanita itu merasa risih, dan mencoba lepas dari rangkulan pria mabuk itu.
"Sam, simpan ini buat gue," seru Mira yang kemudian berjalan menuju bilik tempat kekacauan itu berada.
__ADS_1
Benar saja, si pelayan wanita mulai menangis ketakutan, dengan terus berusaha lepas dari jeratan pria itu.
Mira berdiri dan bersandar pada pintu bilik, dan melipat kedua lengannya ke depan dada.
"Tolong aku!" ucap si pelayan hampir tanpa suara, yang masih bisa dimengerti Mira lewat gerak bibir dan wajahnya yang mengiba.
Mira pun berjalan menghampiri si pria mabuk. Ia mulai mengalihkan perhatian pria itu agar mau melihat ke arahnya.
"Tuan, boleh ku temani?" katanya sambil menuangkan minuman ke dalam gelas.
Pria itu pun menoleh, dan melihat kehadiran wanita cantik di sisinya. Seketika, rangkulannya pada si pelayan pun terlepas, dan beralih menyerang Mira.
Denga isyrat matanya, Mira memerintahkan pelayan itu untuk segera pergi dari tempat itu.
Si pelayan pun segera pergi, dengan memegangi kemeja atasnya yang terbuka, akibat ulah si pria tadi.
Sementara di dalam bilik, pria itu mengendus leher jenjang mira yang halus dan wangi, hasil perawatan khusus yang akan ia persembahkan kepada tamu VVIP nya.
"Tuan, aku sudah menuangkan minuman untuk mu. Minumlah dulu, hem." rengek Mira yang membuat pria itu tergelak.
Dia pun menyambar gelas yang tengah di pegang oleh Mira, dan meneguknya hingga tandas, lalu meletakkan gelas itu dengan keras ke atas meja.
"Ayo kita bermain, cantik!" ucapnya dengan seringai serigala.
Mira tersenyum dengan sebelah sudut bibir yang terangkat.
Ketika pria itu hendak mendekatkan wajahnya ke wajah Mira, tiba-tiba saja pria itu ambruk di pundak si wanita cantik.
"Heh … game over!" seru Mira sembari mendorong tubuh pria itu kebelakang, hingga ia jatuh terlentang di atas sofa.
Mira berdiri, dan membenahi gaunnya yang sempat kusut akibat ulah pria tdi.
"Hari ini, aku sangat capek seharian perawatan demi tamu VVIP ku. Jadi, jangan coba sentuh aku sedikit pun, Tuan. Karena hari ini, aku sangat mahal," ucap Mira yang kemudian pergi berlalu dari tempat itu.
Mira tak menyadari, jika ada sepasang mata yang terus memperhatikan tingkahnya sedari tadi dengan tatapan dingin, dari seberang lantai dansa.
"Heh … dasar rubah licik,"
.
.
.
.
Nungguin tamu VVIP yah?😄tunggu ampe besok ya🤭ini dah ku kasih doble up dan besok juga akan ada pengumuman oemenang give away👏👏👏👏👏
Kecil sih, tapi lumayan lah😅maaf kan othor recehan yang cuma punya receh buat dibagi😢beda ama yang udah sultan-sultan🤭✌
__ADS_1
oke, masih dtunggu nih dukungan dari kalian semuah😘😘😘😘