Mirage

Mirage
Rencana licik


__ADS_3

Pagi hari, di sebuah ruangan yang bercat putih dan interior serba gold, yang menunjukkan sebuah kemewahan, nampak seorang wanita cantik tengah duduk bersandar di head board, dengan mengenakan gaun malam seksi, ditemani oleh seorang pria yang tengah tertidur dalam posisi tengkurap, dengan bertelanjang dada dan bagian bawah yang tertutupi selimut.


Wanita itu nampak tengah memegangi segelas sampanye, dengan sebelah tangannya yang mengusap-usap kepala si pria yang tertidur itu.


Terdengar sebuah ketukan dari arah luar.


"Maaf, Nyonya. Ini saya, Robert," ucap orang yang mengetuk pintu.


"Masuklah!" perintah si wanita tadi


Pria bernama Robert itu pun masuk, dan dia segera memalingkan wajahnya kala mendapati majikannya, tengah berpenampilan seksi dengan di temani seorang pria.


"Ada apa? Apa ada kabar dari pengacara pria tua itu?" tanya si wanita itu sambil menyesap sampanye di tangannya.


"Maaf, Nyonya. Kami belum berhasil menemukan keberadaan pengacara tuan Thomas. Kemungkinan besar, dia sekarang tidak di dalam negeri," tutur Robert.


Waniat cantik yang tengah berpakaian seksi itu tak lain adalah istri mendiang Thomas, Soraya. Wanita yang selalu menghangatkan ranjangnya dengan di temani pria-pria penghibur, dan bukan suaminya sendiri.


"Sejak kapan kerja kalian jadi nggak becus begini, hah? Aku tidak mau tau, segera temukan keberadaan pengacar itu," perintah Soraya sambil kembali menyesap minumannya.


"Baik, Nyonya," sahut Robert.

__ADS_1


"Lalu, bagaimana dengan pela*cur itu?" tanya Soraya.


"Dia sekarang berada di sini, Nyonya," jawab Robert.


"Bawa dia masuk. Aku ingin bicara dengannya secara langsung," perintah Soraya.


Robert pun berbalik, dan berjalan keluar. Tak lama kemudian, dia kembali bersama seorang wanita yang terlihat ketakutan.


"Ini dia orangnya, Nyonya," ucap Robert.


Soraya menoleh, dan menatap lurus ke arah wanita yang datang bersama Robert itu.


"Jadi, kau orangnya. Bagaimana kabar ibumu? Aku dengar, dia akan segera di operasi akhir pekan ini. Benar begitu?" tanya Soraya yang turun dari tempat tidurnya, dan berjalan menuju ke arah wanita asing itu.


Soraya terus berjalan mendekati wanita itu, dan kini telah berdiri di hadapannya. si wanita asing terus menunduk karena merasa terintimidasi oleh Soraya.


"Lakukan tugasmu sebelum akhir pekan. Kalau tidak, ibumu tidak akan pernah bisa dioperasi, dan dia … akan mati." Soraya membuat wanita itu sontak berlutut.


"Saya mohon, Nyonya. Beri saya kesempatan sekali lagi. Saya janji, saya akan lakukan apa yang Anda perintahkan," ucapnya sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya didepan wajah sembari memohon.


Soraya membungkukkan badannya, dan mendekatkan wajahnya ke wajah si wanita itu.

__ADS_1


"Kalu begitu, cepat lakukan sesuai apa yang aku perintahkan. Pastikan, kalau anak pela*cur itu hancur sehancur hancurnya. Mengerti!" ucap Soraya kepada wanita asing tersebut.


Wanita itu mendongak, dan berhadapan langsung dengan wajah licik Soraya. Dia ragu untuk melakukan hal itu. Dia bahkan sempat menolaknya karena takut. Namun keadaannya yang sangat mendesak dikarenakan kondisi sang ibu semakin menurun, membuatnya mau untuk menerima tugas mengerikan itu.


"Ba … baik, Nyo … nya," ucapnya terbata.


"Bagus," seru Soraya.


Wanita cantik nan licik itu lalu kemudian kembali menegakkan badannya, dan berjalan menuju ke ranjang.


"Bawa dia pergi," ucapnya sambil naik ke atas ranjangnya.


Robert pun melakukan tugasnya membawa pergi wanita asing itu, dan menigggalkan Soraya kembali berdua dengan pria yang tengah terbaring.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁


__ADS_2