Mirage

Mirage
CLBK (cinta lama belum kesampean)


__ADS_3

Pagi menjelang, dan kedua insan yang baru saja saling melepas rindu di hati masing-masing, tengah tertidur dalam posisi saling berpelukan.


Pakaian? Tentu saja lengkap. Hanya Lingga saja yang terluka di punggungnya, sehingga pria itu memilih untuk tidur bertelanjang dada.


Mira nampak begitu nyaman berada di dalam dekapan Lingga, dan merasakan kehangatan yang barasal dari dada pria itu.


Lingga pun nampak tertidur pulas, setelah semalam meminum obat yang diantarkan oleh Nicholas.


Sinar mentari yang mengintip dari balik tirai, tepat mengenai mata lentik Mira dan mengusik tidurnya.


"Ehm …,"


Wanita itu mengerang lirih, dan mulai menggeliat di dalam pelukan Lingga. Perlahan, ia pun mulai membuka matanya, dan mendapati pria yang beberapa waktu belakangan ini terus mengganggu hidupnya, kini tengah tertidur pulas, mendekap erat tubuhnya.


Sebuah senyum mengembang di bibir seksinya, saat mengamati setiap lekuk wajah pria itu. Tangannya terulur, dan merayap dari kedua alis yang tebal, meraba ke bulu mata yang tak terlalu lentik. Hidung mancungnya dengan nafas hangat yang menerpa wajah Mira, kemudian turun ke bibirnya yang tebal.


Mira membelai pipi pria di hadapannya itu, hingga menangkup sebelah telinganya, dan mengusap-usap lembut pelipis Lingga dengan ibu jarinya.


"Apa aku setampan itu?"


Mira terkejut dan segera menarik tangannya dari wajah pria itu yang tiba-tiba bersuara.


Lingga pun seketika membuka matanya lebar-lebar dan menatap tajam ke arah Mira sambil mengulas senyum.


"Anda bangun? Sejak kapan? Kenapa pura-pura tidur?" cecar Mira yang menutupi kegugupannya.

__ADS_1


"Aku hanya memberimu waktu untuk mengagumi ketampananku," goda Lingga sambil mencolek ujung hidung Mira.


"Iissshhhh! Nyebelin! Dasar narsis," gerutu Mira sambil mengerucutkan bibirnya.


CUP!


Lingga tak menyia-nyiakan momen itu untuk mencuri ciuman selamat pagi dari Mira.


"Ihhh … kakak!" pekik Mira sambil memukul kecil pundak Lingga.


Pria itu pun terkekeh dan menangkap lengan Mira. Dia tersenyum dan terus menatap tajam wanita di hadapannya itu.


"Panggil aku seperti itu saja yah," ucap Lingga yang membuat Mira diam.


"Seperti apa?" tanya Mira yang tak sadar dengan apa yang dia ucapkan tadi.


Mira diam beberapa saat, dan membuat Lingga khawatir jika wanita itu akan kembali menolaknya lagi seperti sebelumnya.


"Ehm … a … aku hanya merasa, ka … kalau panggilanmu terlalu kaku. Anda, Saya, itu kaku, Mir. Ehm … tapi, kalau kau memang belum mau, aku …," ucap Lingga yang dibuat gugup.


"Kakak!" potong Mira memanggil Lingga.


"Yah?" Lingga seolah tak mendengar apa yang dikatakan Mira barusan karena terkejut.


"Kakak," panggil Mira lagi sambil mengulas seutas senyum, dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


"Mari. Mari, aku merindukan mu. Mariku," seru Lingga sambi membawa Mira ke dalam peluaknnya.


Mira pun membalas pelukan Lingga.


"Aw!" pekik pria itu.


Mira tak sadar jika lengannya yang memeluk Lingga, telah mengenai luka dipunggungnya, dan membuat pria itu kembali kesakitan.


Pelukan mereka pun terurai.


"Maaf," ucap Mira.


Namun, Lingga hanya tersenyum dan kembali membawa wanita itu ke dalam pelukannya. Mira pun hanya berani membalasnya dengan meletakkan tangannya di atas pundak kekar pria itu.


"Terimakaish, Tuhan. Kau telah kembalikan Mari kecil padaku," batin Lingga sambil terus memeluk erat wanita es yang mulai mencair itu.


.


.


.


.


Seneng ya kalian, aku dipojokan ngenes gini liatnya😭

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁


__ADS_2