Mirage

Mirage
Acuh


__ADS_3

"Jangan sentuh!" hardik Lingga saat Mira hendak membantunya melepaskan baju yang telah koyak, dan membuat wanita itu seketika menarik kembali tangannya.


"Hah … biarkan ku bantu, Tuan," ucap Mira yang kembali meraih kemeja Lingga.


"Jangan sentuh!" bentak Lingga.


"Kenapa? Apa salahnya membantu? Anda juga kesusahan kan membukanya," seru Mira tak kalah keras.


"Dengan tangan kotormu? Dengan badanmu yang bau itu? kau mau membuat lukaku infeksi? Mandi sana! Bersihkan dulu badanmu, baru kau boleh membantuku," ucap Lingga tanpa menoleh sedikitpun ke arah Mira.


"Oke!" sahut Mira sambil beranjak dari samping Lingga, menuju ke dalam kamar mandi.


"Aaarrrggghhh … gara-gara kamu ngambek kelamaan, jadi kaya gini kan! Coba kita balik dari tadi, pasti nggak akan ada kecelakaan," gerutu Lingga dalam hati.


Mira mandi dengan cepat, karena ia ingin segera membantu Lingga. Sekitar lima belas menit, dia telah selesai mandi dan keluar dengan mengenakan bathrobe. Itu adalah rekor tercepat mandi seorang Mira.


Saat dia keluar, Mira melihat jika Lingga telah berhasil membuka kemejanya, dan kini tengah bersusah payah membersihkan luka dengan air hangat, yang sudah disiapkan oleh Mira sebelumnya.


Wanita itu berjalan mendekat, sambil mengusap-usap rambutnya yang basah dengan sebuah handuk kecil.


Ia lalu membungkus semua surainya, dan melilitkan handuk di atas kepala. Mira lalu meraih kain lap yang Lingga pegang dan duduk di depan pria itu.


"Aku sudah bersih. Sekarang, biarkan aku membantumu," ucap Mira menatap langsung ke dalam mata Lingga.

__ADS_1


"Pakai bajumu dulu," perintah Lingga dengan nada datarnya.


"Nggak perlu. Baju ku sudah kotor. kalau ku pakai lagi, nanti dibilang nggak steril. Mau pakai baju Anda, nanti dibilang menggoda. Sudahlah, Anda sebaiknya sekarang hadap sana saja," gerutu Mira yang selalu tak bisa menurut.


Lingga tak menyahut. Dia lalu berbalik dan membiarkan Mira melihat punggungnya yang penuh dengan luka.


Wanita itu menatap punggung kekar yang kini berwarna merah kehitaman itu dalam diam.


Mira kemudian menggeser wadah berisi air ke sampingnya. Dia mencelupkan kain lap, dan memeras airnya, lalu kemudian mulai membersihkan luka-luka itu.


Sesekali, terdengar suara desisan dari mulut Lingga yang menahan sakit, ketika Mira menyentuh lukanya, dan menimbulkan rasa perih di sana.


Wanita itu terus menyeka luka-luka itu perlahan, hingga akhirnya selesai. Setelah semua luka bersih, kini Mira mulai mengoleskan cairan alkohol tujuh puluh persen untuk mensterilkan luka-luka tersebut.


"Tahan," ucap Mira dengan suara yang terdengar bergetar.


Lingga tertegun mendengar suara wanita itu. Ia hendak menoleh dan memastikan apa yang dia dengar.


"Hadap sana!" seru Mira sambil mendorong pipi Lingga yang baru saja hendak berbalik.


Mira kembali melakukan tugasnya, dan kemudian ia mengolesi semua luka itu dengan obat merah. Luka yang ada di siku dan punggung, Mira biarkan terbuka agar cepat kering.


Wanita itu lalu turun dari ranjang, dan berjongkok di lantai. Ia meraih kaki Lingga yang tadi sempat terkilir.

__ADS_1


Mira kemudian mengoleskan krim otot dan memberinya sedikit pijatan.


"Aaarrgghhhh!" pekik Lingga saat merasakan sakit, ketika Mira meluruskan pergelangan kakinya.


"Tahan sebentar," ucap Mira yang masih memijat bagian itu.


Setelah selesai, dia menempelkan koyo di atas pergelangan kaki Lingga.


"Selesai," ucap Mira.


Lingga menarik kakinya dan meluruskan keduanya di atas kasur, sedangkan tubuhnya, ia tulungkupkan di atas sebuah bantal yang berada di atara perut dan pahanya.


"Terimaksih sudah membantu. Sekarang, pulang lah," ucap Lingga datar.


Namun, Mira yang masih tertunduk, terlihat menyeka wajahnya dengan punggung tangan, dan hal itu pun tak luput dari perhatian Lingga.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁


__ADS_2