Mirage

Mirage
Separuh alis


__ADS_3

Mira berjalan kembali menuju meja riasnya. Tepat saat dirinya baru saja duduk di depan cermin, Pintu kamar mandi terbuka dan kali ini Lingga keluar dengan dibalut handuk yang menutup sempurna, dari bagian perut hingga lututnya.


Tampak jelas terlihat tubuh atletis, dengan perut ala roti sobeknya yang sangat menggoda siapa pun yang melihat.


Mira tak menoleh langsung, hanya melihat sekilas lewat pantulan cermin yang ada di depannya.


Wanita itu mulai mengoles serum ke wajah dan menepuk-nepuknya agar meresap.


Lingga berjalan ke arah tempat tidur, dan duduk di bibir ranjang, tepat di belakang Mira. Dia menumpukan satu kakinya ke atas kaki yang lain, dengan kedua lengan yang bertumpu ke belakang.


"Apa kau mau pergi?" tanya Lingga.


"Bukan urusan Anda, Tuan," jawab Mira ketus.


"Apa pekerjaanmu?" tanya Lingga lagi.


Mira menghentikan sejenak gerakan tangannya, yang tengah meratakan pelembab di wajahnya, dan menghela nafas berat.


"Apa Anda mau terus-terusan di sini dan mengganggu orang?" jawab Mira dengan berbalik tanya.


"Hei, Nona. Apa kau tidak bisa melihat bagaimana kondisiku sekarang, hah?" sahut Lingga tak kalah sengit, dan menegakkan posisi duduknya.


"Hah … lalu apa mau Anda sekarang, Tuan? Apa Anda berencana meminjam bajuku? Silakan saja pilih salah satu kalau Anda mau," jawab Mira yang mulai kembali dibuat jengkel dengan pria yang ada di belakangnya.


"Ambilkan baju ganti di tempatku," perintah Lingga seenaknya.


Mira sontak meletakkan kuas bedaknya, dan menoleh ke arah Lingga dengan tatapan jengah.


"Apa Anda pikir, saya ini pesuruh Anda, hah?" tolak Mira kesal.


Wanita itu kembali memoles wajahnya dengan bedak, lalu kemudian mengukir alis super cetarnya.


Saat dia tengah berkonsentrasi menggambar sebelah alis, tiba-tiba Mira melihat Lingga dari pantulan cermin, sedang naik ke atas tempat tidurnya dan berbaring di sana.


"Hah … nyamannya," ucap Lingga saat tubuhnya sudah terlentang di atas kasur Mira.


"Hei! Apa yang sedang Anda lakukan," Mira bangkit dan berjalan menuju ranjangnya.


Dia menghampiri Lingga yang tengah berbaring dengan kedua tangan yang ia jadikan sebagai tumpuan kepalanya sendiri.


"Tolong jangan seenaknya di rumah saya, Tuan Lingga yang terhormat! Saya bisa panggilkan sekuriti untuk mengusir Anda sekarang juga," ancam Mira.


Lingga menoleh, dan menatap wanita yang memandangnya dengan penuh emosi. Namun, pria itu justru mengernyitkan kedua alisnya, serta memicingkan matanya melihat ke arah wanita itu.


"Pppfffttt … Buahahahhaha … hahahhaha …," tawanya meledak seketika, ketika melihat dengan jelas wajah wanita di depannya itu.


Mira semakin jengah melihat pria itu tertawa seolah sedang mengejeknya. Dia geram, dan segera meraih tangan Lingga dan hendak menariknya agar bangun dari ranjang.


Namun, dengan tenaganya yang lebih besar, Lingga balik menarik tangan Mira, sehingga wanita itu pun limbung dan jatuh menimpa tubuh telanjang Lingga yang hanya terbalut handuk itu.

__ADS_1


"Ah …," pekik Mira saat dirinya terjatuh.


Mira terpaku, kala mencium bau maskulin bercampur feminim dari tubuh pria itu. Bau sisa parfum Lingga yang berpadu dengan wangi sabun mandi beraroma bunga mawar miliknya, yang dipakai pria itu saat mandi tadi.


Dia tersadar dari pesona Lingga, dan buru-buru bangkit dari atas tubuh kekar itu. Namun, Lingga menahan pinggang Mira dengan melingkarkan kedua lengan kekarnya di sana.


"Lepaskan!" perintah Mira yang berusaha melepaskan diri dari jeratan Lingga.


"Kau suka kan, berada di atasku." Lingga menagap mata bulat Mira sambil tersenyum tipis, yang dibalas dengan tatapan nyalang dari wanita itu.


Mira terdiam karena muak, dan Lingga masih menahan pinggang Mira, agar wanita itu tak bisa pergi kemana-mana.


Mata mereka seolah saling menaut, dan tak bisa melepaskan pandangan. Namun, sejurus kemudian, Lingga kembali tak bisa menahan tawanya.


"Ppppffftttt … hahhaha … hahhaa …,"


Karena tawanya yang meledak begitu saja, cengkeraman lengannya di pinggul Mira pun melemah, dan hal itu dimanfaatkan oleh wanita itu untuk segera bangun dari atas tubuh Lingga.


"Breng*sek! Apanya yang lucu! Cepat bangun!" hardik Mira dengan emosi yang sudah memuncak hingga ke ubun-ubun.


"Heheheh … hehe …," Lingga menghentikan tawanya, dan segera bangun dari tempat tidur Mira.


Ia lalu, berdiri di depan wanita itu, dan merengkuh pundak mulusnya yang terbuka lebar.


"Berbaliklah!" serunya sambil menatap ke dalam bola mata Mira, dengan tatapan serius.


Karena Mira hanya diam, pria itu pun lalu membalikkan badan Mira, dan mendorongnya hingga ke depan cermin.


"Lihatlah dirimu! Bagaimana aku tidak tertawa, jika alismu hanya sebelah begitu, hahahahha … hahahaha …," tawa lingga pun kembali pecah, ketika selesai memberitahukan penampilan Mira yang sangat konyol itu.


Wajahnya yang semula merah padam akibat emosi, kini pias dan cenderung merona malu akibat ia lupa belum selesai mengukir alis satunya.


Dia menutup matanya rapat sejenak, sambil membuang nafas yang terdengar begitu berat.


"Si*al! Lagi-lagi dia berhasil mengolokku," gerutu Mira pada dirinya sendiri.


Mira segera kembali ke meja rias, dan menyelesaikan make up-nya yang terganggu tadi. Sedangkan Lingga, dia masih saja tertawa, menertawakan kekonyolan Mira, sambil berguling-guling di atas kasur wanita itu.


Mira sudah tak peduli lagi dengan kelakuan menyebalkan tamu tak diundangnya itu. Dia hanya ingin fokus menyelesaikan dandanannya saja untuk sekarang, baru kemudian mengusir Lingga dari tempatnya.


Setelah beberapa saat, kini Mira telah siap dengan make up nya untuk bekerja malam ini.



Dia melihat pria menyebalkan itu, nampak terdiam dengan sebelah lengannya yang menutupi mata.


Mira berjalan mendekat dan mengamati Lingga, tetangga barunya.


"Apa dia tidur?" gumamnya.

__ADS_1


Mira lalu pergi menuju kamar mandi. Di sana dia melihat pakaian pria itu yang tercampur dengan miliknya di keranjang laundry.


Ia mengambil celana yang tadi dipakai Lingga, dan merogoh saku celananya.


"Ini dia," gumamnya saat ia menemukan key card, akses masuk ke apartemen milik pria itu.


Mira lalu mengembalikan celana itu ke dalam keranjang, dan beranjak dari sana. Ia kemudian pergi keluar kamar.


Wanita itu rupanya pergi ke apartemen Lingga, dan mengambil satu stel baju ganti, yang menurutnya pas untuk digunakan saat tidur. Tak lupa, ia juga mengambil sebuah ****** ***** untuk pria itu.


Setelah selesai mengambil baju ganti, Mira keluar dari dalam walk in closet milik Lingga. Tatapannya tertuju pada kamar mandi yang terbuka.


Ia melangkah dan berjalan ke sana. Ruangan itu masih terlihat kering dan belum dipakai sama sekali. Bersih, benar bersih.


Wanita itu masuk, dan mencoba membuka keran airnya, dan ternyata memang benar jika air di unit itu belum mengalir.


"Dia memang tidak bohong," gumamnya.


Setelah memastikan hal itu, Mira pun kembali ke apartemennya. Dia langsunge menuju ke kamar, dan mendapati pria itu masih dalam posisi yang sama, saat ia meninggalkannya.


Mira meletakkan baju ganti di atas tempat tidur, tepat di samping kaki Lingga. Serta key card yang ia letakkan di atas nakas, di samping tempat tidur, dan sebuah note.


Jika kau sudah bangun, cepatlah berpakaian. Aku sudah mengambilkannya dari apartemenmu. Lalu, tolong segeralah pergi dari tempat ku, Tuan.


Setelah meninggalkan pesan itu, Mira pun lalu meraih tas yang sudah ia siapkan, dan bergegas untuk berangkat ke paradise fall, karena waktu sudah cukup malam.


Ia tak ingin sampai datang terlambat dan mendapat hukuman aneh dari Mom Windanya itu.


Saat mendengar pintu depan tertutup, dan pengunci pintu otomatis berbunyi, Lingga membuka matanya, dan menurunkan lengan yang sedari tadi menutupi separuh wajah.


Ia lalu bangkit, dan duduk bersandar di head board.


Lingga menoleh ke sisi kanannya, dan melihat note yang ditinggalkan oleh Mira. Ia pun mengambilnya, lalu kemudian membaca pesan tersebut.


Ada senyum tipis yang tersemat di bibir seksinya.


"Kau manis sekali, Mari. Aku sangat merindukan mu," pandangannya beralih ke depan, tepat mengahadap sebuah figura foto yang menggantung di hadapannya.


.


.


.


.


Hoam .... ngantuk nih, boleh lah minta kopi😁


Terus dukung yah😘

__ADS_1


__ADS_2