Mirage

Mirage
Keputusan Thomas


__ADS_3

Setelah menceritakan semua hal itu kepada Mom Winda, Thom pun kembali menuang wine ke dalam gelasnya yang telah kosong.


"Tapi, apa kau tak memikirkan perasaan Mira, yang harus kembali bertemu dengan orang yang sudah melukainya dulu?" tanya Mom Winda.


Thom meneguk minumannya, dan kembali menghela nafas.


"Bagaimana pun juga, mereka lah yang Mira butuhkan. Mira akan lebih bahagia jika bersama mereka, win," ucap Thom.


"Bukankah masih ada kau, aku dan semua yang ada di di sini? Dia baik-baik saja selama ini bersama kita bukan," ujar Mom Winda.


"Aku dengar, kemarin Mira mabuk dan marah-marah kepada pria itu. Bahkan, hingga dia sadar pun , dia masih marah-marah juga. Apa kau pernah melihat Mira melakukan hal itu selama empat tahun ini, Win?" tanya Thom.


Mom Winda tak menjawab. Dia mengingat kembali semua yang telah dilewati Mira selama ia berada di bawah tanggung jawabnya, sebagai ladies di paradise fall.


Tak pernah sekali pun, Mira menunjukkan ekspresinya yang sesungguhnya kepada siapapun. Tak ada seorang pun yang pernah melihat bagaimana Mira marah, menangis, kecewa, atau tertawa lepas. Samuel yang terbilang sangat dekat dengan Mira pun, bahkan terkejut melihat wanita itu yang mabuk dan menceracau tak jelas, memaki-maki Lingga.


"Kau benar. Selama ini, kita hanya orang asing untuknya," ucap Mom Winda dengan senyum getirnya.


"Di samping itu, usiaku sudah tak muda lagi bukan. Kau sangat sering mengingatkan ku soal itu. Sudah saatnya dia mencari pendukung selanjutnya," ucap Thom.


"Jadi, kau benar-benar akan melepaskan Mira? Mulai dari sekarang?" tanya Mom Winda.


"Meski berat, aku harus melakukannya. Aku sudah mengatakannya pada mu kan. Soraya sudah mulai aneh lagi. Dia mulai menguntit ku, dengan mengirim seorang mata-mata ke mana pun aku pergi. Aku tidak mau jika Mira mengalami nasib yang sama seperti Julian dulu. Kau pasti ingat kan, Win?" ucap Thomas.

__ADS_1


Mendengar nama Julian disebut, seketika Mom Winda teringat akan sahabatnya.


"Sofia," gumamnya lirih, dengan tatapan sendu.


"Apa kau tau kabar sahabat mu itu?" tanya Thomas.


"Siapa? Sofia?" tanya Mom Winda.


"Iya, kekasih Julian itu. Apa kau tau kabar darinya?" tanya Thomas.


"Tidak. Terakhir kali aku tau dia sedang hamil, saat pergi dari sini. Jika anak itu lahir, mungkin dia akan berusia sekitar dua pulih empat tahun, seusia dengan Mira." Mom Winda kembali menyesap minumannya.


"Semoga mereka baik-baik saja. Jujur, sampai saat ini, aku masih mencari keberadaan mereka namun tak kunjung ku temukan. Mereka seperti menghilang di telan bumi. Aku sempat hampir mendapatkan informasi, namun seperti ada yang menutupi keberadaan mereka hingga tak terendus oleh orang-orang ku," ucap Thom.


"Itulah yang ku takutkan. Aku tidak mau jika Mira mengalami hal yang sama seperti apa yang di alami julian dulu. Jadi ku mohon, mengertilah, dan awasai saja mereka untuk ku," pinta Thomas.


"Baiklah, jika itu yang kau inginkan," ucap Mom Winda.


Setelah perbincangan itu selesai, Thomas pun pergi dari ruang kerja Mom Winda, dan berjalan menuju ke salah satu kamar di lorong cinta paradise fall.


Selama ini, dia memilih untuk beristirahat di sana ketika hari gelap, dan akan berangkat ke kantor pagi-pagi sekali.


Thomas sengaja menghindari Soraya, karena dia sudah sangat jengah melihat sang istri yang terus saja mengoceh soal keputusannya memberikan saham kepada Mira.

__ADS_1


Thom membuka semua pakainnya, dan hanya menyisakan celana boxer kegemarannya, yang selalu ia pakai saat tidur. Ia menyalakan kembali ponsel yang terhubung dengan Mira, lalu meninggalkannya di atas nakas.


Tubuh tua itu, kini terbaring seorang diri di kamar yang ia pesan. Semenjak mengenal Mira, dia sama sekali tak pernah menyentuh wanita manapun lagi selain ratu es itu.


Dia menyempatkan melihat pesan yang masuk ke ponselnya selama di non aktifkan. Ada beberapa panggilan dan pesan chat dari Mira. Ia pun membukanya satu persatu.


Tawanya meledak kala membaca pesan terakhir yang dikirimkan Mira siang tadi.


Kalau kau tak bisa memberiku uang itu, sebaiknya aku jual saja mobil dari mu. Jika sampai nanti malam kau tak menjawabnya, maka besok pagi, akan ku bawa mobil itu ke tempat jual beli mobil mewah.


"Hahahah … Dasar wanita licik! Maafkan aku, Tuan Lingga. Sepertinya, wanitaku sangat pintar. Aku tak bisa menjamin dia akan tetap bersama mu, … hahahahaha … hahahaha …," ucap Thom di tengah tawanya yang menggema.


.


.


.


.


Sedikit2 kebuka ya guyd, siapa Mira ini dan hubungannya dengan tokoh2 lain.


Next eps besok ya, jangan lupa like dan komen di bawah y😊

__ADS_1


__ADS_2