
Di sebuah restoran yang terdapat di sebuah pusat perbelanjaan, nampak dua orang sedang duduk berhadapan. Cheria begitu jengah melihat Joshua yang sedari tadi terus memandanginya dengan senyum yang dinilainya melecehkan.
“Apa kamu hanya mau diam saja? Kalau begitu sebaiknya aku pergi,” Ucap Cheria dingin.
“Tunggu lah. Aku hanya ingin melihat dirimu sebentar. Rasanya ada yang berubah dari dirimu. Mungkin bagian dada, atau pinggul?” Sahut Joshua.
Cheria meradang. Dia mengepalkan tangannya mendengar perkataan menjijikan dari pria di hadapannya.
“Sebaiknya aku pergi. Dari awal memang harusnya aku nggak menuruti omonganmu,” ketus Cheria.
Wanita itu berjalan dan keluar dari resto tersebut, menuju ke parkiran basement Mall. Dia turun menggunakan lift dan tak peduli lagi dengan kondisi sekitar.
Dia tak tahu jika sedari tadi ada orang yang memperhatiakannya saat di dalam lift. Wajah Cheria yang nampak kesal, membuatnya urung untuk menyapa wanita itu.
Sesampainya di lantai dasar, mereka keluar dan berjalan ke arah kendaraan masing-masing. Cheria terus berjalan ke depan dan ingin segera meninggalkan tempat tersebut
Namun, sebelum dia berhasil membuka pintu mobilnya, seseorang mencekal tangannya dan membalik badankan wanita itu, serta mendorongnya sedikit keras hingga punggungnya membentur mobil.
“Aahhh!” pekik Cheria.
Dia begitu terkejut dengan apa yang terjadi, apa lagi saat dirinya melihat siapa yang melakukan hal itu kepadanya.
“Joshua! Apa mau mu? Lepasin aku!” ronta Cheria.
“Jangan sok polos. Aku tahu kamu Cuma pura-pura jual mahal,” ucapnya.
Dia menghimpit wanita itu hingga tak ada jarak antara keduanya. Wajah pria itu begitu dekat hingga hembusan nafasnya sangat terasa di kulit Cheria.
“Br*ngsek! Apa yang kamu katakan? Apa mau mu sebenarnya?” cecar Cheria yang berusaha melepaskan tangannya dari cekalan Joshua.
“Aku tau, kalau kelakuanmu di luar sana, lebih berani dari aku. Kamu bilang love without s*x is pure love? Bullsh*t! Aku lihat sendiri kalau semalam kamu masuk ke kamar cinta dengan seorang pria. Apa lagi kalau bukan having s*x, hah!” bentak Joshua.
“Kamu mata-matain aku?” tanya Cheria tak habis pikir dengan yang dikatakan oleh mantan pacarnya itu.
“Anggap saja begitu. Jadi sekarang, aku juga ingin merasakan tubuhmu yang telah lama aku mimpikan ini,” ucap Joshua.
Pria itu berusaha hendak menciun Cheria dengan paksa, hingga semakin menghimpitnya di badan mobil.
Wanita itu meronta dengan mulut yang mengatup rapat. Namun Tiba-tiba, sebuah tendangan melayang dan mengenai Joshua.
Pria itu jatuh tersungkur dan melepaskan cekalannya dari Cheria.
Wanita itu masih terlihat ketakutan dengan mata yang tertutup.
__ADS_1
“Kamu nggak papa, Ri?” tanya orang itu.
Cheria pun membuka matanya dan menoleh ke samping. Dilihatnya seseorang yang baru saja dikenalnya, sedang berdiri di sana, dengan tatapan khawatir.
“Sam!” panggilnya.
Samuel tak sengaja berada di tempat tersebut, dan kebetulan bertemu Cheria di dalam lift.
Wanita itu menoleh ke arah lainnya, di mana Joshua masih terduduk sambil memegangi perutnya yang terasa sakit.
“Si*lan! Siapa kamu!” maki Joshua.
“Lu yang siapa? Siang bolong udah maksa cewe buat ciuman di tempat umum. Lu gila?!” ejek Samuel.
Pria itu kemudian melihat kembali ke arah Cheria. Dia menelisik memeriksa apakah wanita itu benar-benar baik.
“Bawa aku pergi,” gumam Cheria.
Samuel jelas melihat tangan wanita itu gemetar. Dia pun meraih tangan putih itu dan menariknya ikut bersama.
“Hei! Mau kemana kamu. Riri, aku masih akan mencari mu!” teriak Joshua yang ditinggal sendirian.
...💋💋💋💋💋...
Di sepanjang jalan, Cheria memeluk pinggangnya begitu erat, dan merebahkan kepala di punggung kekar Samuel.
Sayup-sayup, terdengar isak tangis dari mulut wanita yang tengah dibocengnya. Samuel tak tau kemana dia harus membawa wanita itu. Dia terus melajukan sepeda motornya, hingga mereka tiba di sebuah tempat yang sepi.
Sebuah pantai yang jarang dikunjungi orang. Hanya ada kawasan pemukiman nelayan yang terdiri dari beberapa rumah panggung di atas laut.
Pantai itu di penuhi oleh bebatuan yang sengaja diletakkan di sana, sebagai alat memecah ombak, agar tak sampai ke daratan.
Samuel menghentikan laju motornya. Dia melepas helm, dan turun dari atas kuda besi itu.
Cheria nampak mengusap wajahnya yang telah basah oleh air mata, dan ikut turun dari sana. Saat hendak melepaskan pengait helm yang dipakai, wanita itu mengalami kesulitan, hingga Samuel pun membantunya melepaskan pengait itu.
“Makasih,” ucap Cheria dengan suara serak.
Samuel tak menyahut. Dia kemudian berjalan ke bibir pantai, di mana terdapat banyak bongkahan batu besar berjejer rapi di sepanjang pantai.
Pria itu duduk di salah satu batu tersebut, diikuti Cheria yang memilih duduk menghadap ke arah laut lepas, membelakangi Samuel.
Cheria menekuk kedua lututnya, dan memeluk erat dirinya sendiri, dengan kepala yang bertumpu di atasnya.
__ADS_1
“Dia mantan ku,” ucap Cheria.
“Aku nggak nanya,” sahut Samuel datar.
“Aku ngasih tau, Sam!” seru Cheria.
Samuel diam. Dia memang tak bertanya, namun dalam hati dia pun penasaran kenapa pria tadi ingin berlaku hal yang tidak baik kepada wanita di sampingnya itu.
“Kami sudah putus sekitar dua bulan, karena dia udah selingkuh dengan sekretarisnya sendiri. Aku benar-benar nggak nyangka, kalau dia bisa berkhianat.”
“Dulu ku kira, dia sungguhan sayang sama aku. Mau menjaga ku dan mengerti aku. Tapi, ternyata dia sama aja kayak yang lain. Selalu menilai hubungan pria dan wanita itu harus ada ****. Dalam pikirannya, love without s*x is nothing. Tapi buat aku, love without s*x is pure love,” ungkap Cheria.
Air matanya kembali mengalir membasahi celana kain yang dipakainya, namun angin laut yang cukup kencang, dengan cepat mengeringkan.
“Tadi dia minta ketemu, katanya ada yang mau dibahas. Aku udah nolak, tapi dia maksa dan bilang kalau dia punya bukti jika selama ini aku cuma pura-pura suci.”
“Tapi saat bertemu tadi, bukannya menjelaskan maksud perkataannya, dia malah semakin menghinaku. Aku marah, dan memutuskan pergi dari tempat pertemuan kami. Lalu, Tiba-tiba dia menyerangku, dan bilang kalau dia lihat aku masuk ke kamar bersama seorang pria semalam, dan aku yakin yang dilihatnya itu kamu kan? Karena seingat ku hanya kamu yang bersamaku semalam.”
“Tapi, nyatnya nggak ada yang terjadi karena emang nggak ada apa-apa di antara kita. Kalau aja yang bersama ku waktu itu dia, mungkin aku udah habis saat ini,” lanjut Cheria.
Samuel tetap diam. Dia hanya mendengarkan semua perkataan Cheria yang kadang dengan suara yang mengecil karena terbawa angin laut yang begitu kencang berhembus.
“Aku tau sudah merepotkan, tapi terimakasih karena kamu udah mau menolongku dua kali. Aku berhutang padamu, Sam,” ucap Cheria.
Samuel paham apa yang sedang terjadi dengan apa yang terjadi pada wanita di sampingnya. Sejak saat itu, dia sering membantu Cheria setiap kali Joshua datang mengganggunya. Bahkan, hingga Samuel mau berpura-pura menjadi kekasih baru Cheria, demi membuat pria brengsek itu pergi menjauh.
Tentu saja semua itu atas permintaan Cheria sendiri.
Cheria pun sering pergi ke paradise fall, hanya untuk sekedar menikmati suasana di sana, sambil mengagumi minuman racikan dari sang baristas yang terkenal lezat.
.
.
.
.
Udah selesai cerita tentang Cheria nya. sebenarnya dari Mira berhasil lolos dari Soraya dan erik, ceritanya dah kelar sih. cuma ada beberapa cerita sampingan yang belum selesai, jadi akan ku selesaikan.
mungkin setelah undangan ku sebar, bisa dipastikan novel ini tamat Sepenuhnya 😊
Tetap tungguin ya guys😘
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁