
Setelah menerima maksud baik Samuel, Aletta meminta Mira dan Lingga untuk segera melangsungkan acara pernikahan yang sudah lama mereka tunda.
"Emangnya harus ya, Mi?" tanya Mira.
"Harus dong. Kan supaya semua orang tahu dan lihat, siapa istri dari seorang Lingga Arya Putra Wijaya. Selama ini, kamu kan istri rasa simpanan yang nggak banyak orang tau statusnya," ucap Aletta yang selalu ceplas ceplos.
Mira menoleh ke arah suaminya yang masih betah memeluknya. Lingga hanya tersenyum dan memberikan sebuah kecupan singkat di bibir Mira.
“Bukannya apa-apa. Mami cuma mau supaya status kamu di mata umum itu jelas. Dulu memang kami meminta kamu untuk tidak dulu muncul dan memperkenalkan diri sebagai istri Arya, karena kondisi kamu yang masih belum memungkinkan. Tapi, sekarang sudah beda. Kamu sudah berhasil membuktikan dirimu pantas di mata dunia.”
“Jadi, Mami minta untuk secepatnya melangsungkan resepsi pernikahan kalian,” Seru Aletta.
Mira kembali memandang suaminya, dan lagi-lagi, pria itu hanya membalasnya dengan senyuman.
“Baiklah, Mi. Tapi, sebelum itu, biarkan Sam untuk mengadakan acara lamaran terlebih dulu. Lagi pula, menyiapkan acara resepsi kan butuh waktu yang lumayan lama. Belum lagi, aku ingin gaun pengantin ku, aku sendiri yang merancangnya,” sahut Mira.
“Apa harus begitu? Aku kira malah...,” gumam Aletta.
“Begitu saja,” sela Tuan Wijaya.
Semua menoleh ke arah pria tua penuh karisma itu.
“Kita urus lamaran Samuel dulu. Baru setelah itu, kita mulai mengatur resepsi untuk Mira dan Lingga,” seru Tuan Wijaya.
Akhirnya, semua pun sepakat. Setelah Mira keluar dari rumah sakit, mereka pun menggelar acara syukuran atas kelahiran sang buah hati tercinta.
Acara yang cukup dihadiri oleh anggota keluarga dan kerabat dekat itu, sekaligus untuk memberi nama sang bayi calon penerus tahta bisnis keluarga Wijaya.
“Sudah bisa launching?” tanga Tania.
“Nunggu Kak Arya bentar. Dia masih sibuk nyalamin tamu,” bisik Mira.
Setelah menunggu suaminya menyapa para tamu, kini lah saatnya mengumumkan nama sang putra.
“Terimakasih atas kehadiran semuanya di acara syukuran kelahiran anak pertama kami, sekaligus untuk mengumumkan namanya,” ucap Lingga.
“Jadi, siapa namanya?” tanya Tania tak sabaran.
Lingga melirik sekilas dengan tatapan membunuh. Mira menahan senyum, karena melihat sikap suaminya yang begitu keras kepada Tania yang selalu saja tidak sabaran.
“Saya perkenalkan, Dariel Putra Arya Wijaya. Cucu pertama dari keluarga pemilik Shine group,” ucap Lingga.
Semua bertepuk tangan menyambut kehadiran Baby Dariel.
“Hai, Baby Dariel ganteng. Ini tante Tania lho, temen Mommy mu” seru Tania.
Mira hanya bisa tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang begitu sayang kepada sang putra. Dia merasa bersyukur karena kekhawatirannya dulu akan nasib anaknya, tak terjadi seperti yang dibayangkannya.
Nak, Mommy harap kamu tenang di sana yah. Maaf karena mommy dan daddy mu tak bisa membawamu ke dunia dengan selamat, batin Mira yang kembali mengingat anak yang dulu pernah dikandungnya.
...💋💋💋💋💋...
Beberapa bulan kemudian Mira disibukkan dengan persiapan pernikahan mereka berdua. Tahun ini, keluarga Wijaya terus menggelar acara besar.
Setelah sebelumnya mereka mengumumkan pertunangan antara Cheria, putri bungsu mereka dengan seorang pemuda pemilik bar and resto yang sedang berkembang, kini mereka pun tengah mempersiapkan acara resepsi pernikahan anak sulung mereka dengan seorang perancang busana yang tengah naik daun.
Acara akan diadakan dua minggu lagi, namun Lingga dan Mira telah lebih dulu muncul di depan publik, dan mengumumkan perihal hubungan mereka yang adalah seorang suami istri sah semenjak enam tahun silam.
Publik sempat dibuat heboh dengan kabar tersebut, namun dengan kondisi Mira sekarang yang lebih baik dan terbukti mampu mengimbangi nama besar seorang Lingga Arya, akhirnya opini publik pun sedikit demi sedikit menuju ke arah yang positif.
__ADS_1
Semua orang mulai mengagumi sosok Mira yang selalu tampil sempurna di mata mereka. Parasnya yang cantik dan juga karir yang cemerlang, membuatnya menjadi bak artis yang sedang viral.
Meski masa lalunya sempat muncul ke permukaan, namun hal tersebut tak pantas menjadikannya down. Dia justru semakin percaya diri, karena dengan begitu dirinya bisa membuktikan jika seorang pel*curan pun tak selamanya akan menjadi sampah.
Dengan bakat yang dimiliki, Mira membuktikan pada dunia jika dia mampu bersanding dengan seorang pemimpin perusahaan kelas dunia.
Semua pemberitaan saat ini tengah menyorot kehidupan Mira dan Arya. Hingga setiap saat, wajah mereka berseliweran di media-media pemberitaan baik cetak, eletronik maupun online.
“Aku bangga sama kamu, Mir. Kamu bisa menghadapi serangan netizen beberapa waktu lalu,” ucap Lingga saat tengah bersama dengan Mira menonton acara televisi, yang menayangkan berita tentang persiapan pernikahan mereka.
“Aku hanya bersikap apa adanya aku, Kak. Aku nggak terlalu peduli sama yang mereka bilang. Aku sudah membuktikan jika aku mampu keluar dari lembah hitam itu, dan bisa sukses seperti sekarang ini. Ditambah, dukungan dari keluargamu yang membuatku semakin kuat dan yakin jika aku pantas bersama mu, Kak. Jadi, aku nggak akan takut apapun lagi,” tutur Mira.
Lingga memeluk erat tubuh sang istri yang tengah merebahkan kepala di dada bidangnya.
“Jangan pernah berfikir untuk pergi dariku lagi ya, Mir,” pinta Lingga.
Mira pun mengangguk cepat. Sebuah kecupan manis mendarat di puncak kepala wanita itu, yang membuat pelukannya semakin erat di pinggang Lingga.
...💋💋💋💋💋...
Hari yang dinanti pun tiba. Sebuah ball room hotel dihias dengan begitu cantik. Nuansa serba putih menghiasi tempat tersebut.
Pelaminan yang begitu cantik, serta dekorasi di kanan kirinya membuat kesan mewah di tempat tersebut begitu terasa.
Tempat yang bisa menampung undangan sebanyak lima ratus sampai tujuh ratus orang itu, akan digunakan seharian penuh dari pagi hingga malam, mengingat banyaknya tamu yang diundang serta pembagian pesta yang akan dibagi menjadi dua sesi. Sesi siang dan sesi malam hari.
Mira hari ini akan dirias dengan begitu cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna putih untuk sesi siang. Sebuah gaun rancangannya sendiri, dimana dia membuat design dengan bagian dada yang agak turun dan tidak memiliki tapi bahu.
Aletta dan Tuan Wijaya, bertugas untuk mengurus sang cucu selama ibunya dirias. Mereka pun memilih untuk terus menggendong cucu laki-lakinya itu selama prosesi berlangsung.
Meski ada baby siter yang membantu, namun baby Dariel harus selalu ada pada jangkauan mata Aletta.
Wanita itu memang sangat proterktif terhadap keluarganya, terlebih cucu kesayangannya itu.
Pesta berlangsung begitu meriah. Ucapan selamat dan doa dari para tamu yang hadir, turut membuat suasana semakin terasa indah.
Mira, sang wanita malam itu tak pernah menyangka, jika di hidupnya akan ada momen manis dan indah seperti ini.
Dia akan selalu merangkul lengan suaminya dengan manja, jika tak ada tamu yang naik ke pangggung dan mengajak mereka bersalaman.
Mira begitu bersyukur karena telah dipertemukan dengan sosok pria seperti Lingga, yang mau menerima dirinya apa adanya, serta memberinya keluarga yang begitu hangat dan dengan terbuka menerima kehadirannya.
Masa lalunya yang begitu kelam, memang sempat membuatnya terpuruk hingga kedasar jurang putus asaan. Namun kini, dia bertekad untuk selalu menjadi kebanggaan orang-orang di sekitarnya, terlebih untuk keluarga kecilnya.
Terimakasih Tuhan, atas semua yang telah Kau berikan padamu. Ibu, apa kau lihat aku sekarang? Istirahatlah dengan tenang di surga. Aku di sini akan baik-baik saja dengan mereka yang menyayangiku, batin Mira dengan penuh haru.
Akhirnya, kisah si kupu-kupu malam kini telah berakhir, dan hanya ada kisah seorang perancang busana sukses yang menjadi menantu di keluarga besar Wijaya.
...Tamat...
Beneran tamat lho ya😊 Othor cukupkan sampai disini.
__ADS_1
Untuk para pembaca, silakan cari nama kalian di undangan yang ada di bawah ya 😁
Sebelum itu, othor ucapkan terimakasih banyak untuk kalian semua yang mau menunggu dengan setia novel receh ini hingga tamat.
Maaf bila othor sempat buat kalian resah karena menggantungkan novel ini. Sekali lagi terimakasih banyak, dan jangan lupa mampir ke novel othor lainnya ya 😘😊😘 bye 👋👋👋
Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁
__ADS_1