Mirage

Mirage
Perang kata


__ADS_3

Mira nampak sibuk dengan kegiatannya, mengamati orang yang berlalu lalang di depan sana.


"Permisi, Nona. Ini pesanan Anda." Seorang pelayan menghentikan kegiatan wanita itu, dan seketika Mira menoleh ke arah si pelayan.


"Ehm … terimakasih," sahut Mira tersenyum ramah.


Ia kemudian menatap hidangan yang sudah tersaji di atas meja. Seporsi pasta dengan potongan smoked beef dan saus bolognese, serta segelas es cappucino, menemani makan siangnya kala itu.


Ia menyantap hidangan yang menggugah selera itu dengan perlahan. Mira menggulung pasta dengan garpunya, dan melahapnya dengan gaya yang masih bisa mempesona laki-laki yang tengah memandangi dirinya sejak tadi.


"Bahkan saat makan saja, kamu begitu menggoda," gumam pria itu.


Mira begitu menikmati makanannya, dan juga menikmati suasana di restoran itu. Matanya berkeliling, menyapu setiap pemandangan yang bisa ia jangkau dengan netranya.


Sampai pada suatu sudut restoran, ia menangkap sosok yang sangat tak ingin ia lihat. Mendadak, ia meletakkan garpunya, dan memicingkan matanya, memastikan jika yang dilihatnya itu bukanlah orang tersebut.


Namun, yang dilihat justru berdiri, dan berjalan mendekat menuju tempat Mira berada.


Sontak saja, wanita itu langsung memalingkan wajahnya, dan menghindari tatapan tajam orang tersebut.



"Kenapa dia bisa ada di sini?" gumamnya sambil menghadap ke arah kaca besar.


Tuk! Tuk! Tuk!


Terdengar seseorang mengetuk-ngetuk meja di depannya.


Mira yang sedari tadi menghindari orang tersebut, kini justru tak bisa menghindar lagi, karena dia sudah berada tepat di depannya.


Mira memejamkan matanya sejenak, dengan helaan nafas yang terdengar begitu kasar. Mau tak mau, dia pun menoleh dan menyapa orang tersebut.


"Oh … hai, Tuan Lingga. Sedang apa Anda di sini?" sapa Mira basa basi.


"Boleh bergabung?" tanya pria itu.


"Ehm … yah, silakan." Mira menunjuk kursi di depannya dengan telapak tangan menghadap ke atas.


Wanita itu dengan terpaksa menerima permintaan Tuan lingga, untuk makan bersama dalam satu meja.


Tuan Lingga mengangkat satu tangannya ke arah pelayan, yang telihat mencari penghuni meja yang telah memesan makanan tadi.


Sebelum pindah ke meja mira, Tuan Lingga telah terlebih dulu memesan, sehingga ketika dia pindah tempat, si pelayan mencari-cari dirinya untuk mengantarkan pesanannya.


Setelah melihat siempunya makanan, pelayan itu segera berjalan ke arah meja, di mana kedua orang itu tengah duduk berhadap-hadapan.


"Silakan, Tuan." Pelayan itu menyajikan menu yang hampir sama dengan yang Mira pesan.


Setelah meletakkan semua makanan dan minuman, si pelayan pun pergi meninggalkan keduanya, dengan Mira yang masih merasa kesal dengan kehadiran pria di hadapannya itu.


"Wah, tidak kusangka selera kita ternyata sama. Suatu kebetulan yang luar biasa bukan," ujar Lingga ketika melihat makanan yang serupa di atas meja, di hadapan mereka masing-masing.


"Ini bukan suatu kebetulan, Tuan. Menu ini memang sangat recommended di resto ini, jadi mungkin saja pelayan tadi yang merekomendasikannya pada Anda." Mira kembali menyuapkan pastanya, yang sempat ia gulung-gulung dengan garpu tadi, saat Lingga berkata omong kosong itu.


"Tentu saja dia akan kembali dingin. Apa yang aku harapakan sih?" gerutu Lingga dalam hati.


Saat dia melihat ekspresi Mira yang begitu damai ketika memandang keluar kaca jendela, Lingga berpikir jika yang ia lihat saat itu adalah Mari kecil, gadis yang dulu pernah ia kenal.

__ADS_1


Sehingga, tanpa ia sadari, sikapnya pun berubah seolah tengah berhadapan dengan gadis kecil nan polos dari masa lalunya itu, dan melupakan siapa wanita yang ada di depannya saat ini.


"Sedang apa Anda kesini, Tuan?" tanya Mira ketus, tanpa melihat ke arah lawan bicaranya.


"Ehm … tentu saja makan, memang apa lagi?" jawab Lingga, tak kalah jutek.


"Kalau begitu, makanlah. Kasian makanan Anda tak dilihat sama sekali dari tadi, dan Anda hanya memandang ke arah lain. Awas, bisa-bisa dia akan membuat Anda sakit perut karena cemburu," ujar Mira, yang merasa risih karena merasa, pria itu terus memandanginya.


Lingga mengerutkan keningnya, dan mencerna perkataan wanita di hadapanya. Dia lalu tersenyum tipis, dan mulai mengaduk-aduk makanannya.


"Aku hanya sedang melihat sebuah pemandangan indah. Sayangkan kalau keindahan itu dibiarkan begitu saja, tanpa dinikmati dan dikagumi," ucapnya sambil menyuapkan pasta ke dalam mulutnya.


Mira menghentikan gerakan tangannya, dan meletakkan garpu yang ia pegang.


Wanita itu menatap tajam ke arah pria di hadapannya, dengan rahang yang mengeras.


"Maaf, Tuan. Aku bukan sebuah pemandangan yang bisa seenaknya saja dinikmati oleh sembarang orang. Anda bisa dianggap melecehkan seorang wanita, ketika menatapnya dengan tatapan tak biasa seperti tadi," keluh Mira dengan mengepalkan tangannya, mencoba menahan emosi, ketika mendengar perkataan tuan Lingga.


"Ppfffttt … apa tadi katamu? Aku memandangi mu? Siapa bilang?" tanya Tuan Lingga yang menahan tawanya secada terang-terangan di depan Mira.


Wanita itu semakin geram. Tangannya mengepal, dan hendak berdiri.


"Duduklah dengan tenang, Nona Mira." perintah Lingga dengan nada dinginnya.


Mira tetap diam. Dia masih berdiri dan memandang jengah ke arah pria itu.


Lingga mendongak dan menatap Mira.


"Duduklah!" perintahnya lagi.


Entah kenapa, Mira menurut begitu saja dengan perintah Lingga, pria yang selalu menyulut emosinya setiap kali mereka bertemu.


Setelah makanan berhasil di telan, Lingga menyesap minumannya dan menyeka mulutnya dengan lap, yang tersedia di atas meja.


Dia melipat kedua lengannya dan menumpukannya di atas meja, dengan wajah yang condong ke depan.


"Nona Mira, sepertinya Anda salah paham. Saya tidak mengatakan sedang melihat Anda. Apa kata-kaya saya tadi, ada yang menyinggung tentang diri Anda? Hem," tanya Lingga dengan tatapan dingin, membuat Mira membeku dengan pesona itu.


Lingga memundurkan wajahnya, dan menyandarkan punggungnya pada kursi.


"Apa Anda selalu sepercaya diri ini? atau Anda memang ingin saya melihat ke arah Anda?" tanya Lingga yang seketika membuat wajah Mira, yang tadi sempat merah padam akibat emosi, kini merona karena malu.


"Si*al! Dia berhasil mengerjai ku. Kurang ajar," gerutu Mira dalam hati.


Namun, bukan Mira namanya jika tak bisa segera mengontrol perasaannya dan kembali memasang pocker face-nya.


"Wah … apa saya sudah salah paham?" tanya Mira.


Wanita itu kembali mengambil garpu, dan menggulung pastanya.


"Tapi, bisakah seseorang seperti Anda, menaruh perhatian kepada orang rendahan seperti saya?" balas Mira sambil menyuapkan makanannya, dan menatap tajam ke arah Lingga.


"Apa kau mau mencoba berkencan dengan ku, supaya kamu tau bagaimana caraku memperhatikan mu?" tanya Lingga dengan seringainya.


"Heh … dalam mimpi Anda, Tuan!" sahut Mira, dengan sebelah sudut bibir yang terangkat ke atas.


Mira kembali menikmati makanannya, setelah membalas perkataan pria di hadapannya itu. Sedangkan Lingga, dia merasa sedikit kesal dengan ucapan Mira yang terakhir.

__ADS_1


"Awas kau. Akan ku balas nanti," gerutunya dalam hati.


Mereka pun kembali menyelesaikan makanan mereka masing-masing, dengan tanpa perbincangan apapun lagi.


"Saya sudah selesai. Maaf, saya harus pergi lebih dulu." Mira mengambil uang pecahan seratus ribu dari dalam dompetnya, dan menaruhnya di atas meja.


"Saya membayar makanan saya sendiri, dan tolong berikan sisanya kepada pelayan tadi sebagai tips. Saya permisi," ucap Mira datar.


Wanita itu pun pergi begitu saja, tanpa menunggu jawaban dari Lingga.


Setelah kepergian Mira, Lingga yang sedari tadi bersikap tenang, mendadak menyandarkan punggungnya dan menghela nafas panjang.


Ia menoleh ke arah luar jendela, dan memandang menerawang jauh, entah ke mana.


"Aku harus bisa mengembalikan Mari kecil ku yang dulu, ke dalam dirimu … Mira," gumam Lingga lirih.


.


.


.


.


GIVE AWAY ALLERT! GIVE AWAY ALLERT!


⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰⏰


Sehubungan dengan di ACC nya kontrak nupel MIRAGE ini, Othor mau ngadain syukuran kecil2an nih😄 beneran kecil😅 nggak papa kan ya🤭


Mau tau caranya? 🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔


Caranya adalah, kasih dukungan buat nupel ini seeeeebanyak2nya.


Bisa dengan memberi like dan komen seperti biasa, atau dengan dukungan yang lain. Yang belum tau, yul simak di bawah cara kasih dukungannya yah👇



Masuk ke beranda nupel, dibawah gambar author, ada hadiah, vote dan juga top fans.


Untuk memberi dukungan selain dengan like dan komen, kalian bisa pilih "beri" atau "Vote"



nih kalau kalian klik yang "beri", munculnya kaya gini. kalian bisa pilih gambar bunga atau gambar kopi, seperti yang dilingkari di atas ya, sesuai dengan poin yang kalian punya masing2, seperti yang ditunjuk anak panah di pojok kiri bawah😊


Yang mau kasih koin juga boleh😁akan othor trima dengan senang hati😄



Atau, kalian bisa juga kasih Vote yang akan kalian dapat setiap hari senin. Untuk member non premium biasanya cuma dapet 1 setiap minggu, kalau yang premium atau VIP bisa mendapatkan 3 setiap minggunya.


pengumuman pemenang, bisa dilihat di bagian TOP FANS, pada hari minggu 31 oktober 2021 pukul 22.00 wib



Peringkat 1, 2 dan 3 akan mendapatkan pulsa sebesar 25k😊

__ADS_1


Event ini dimulai besok senin, sampe minggu depan ya, guys.


yuk dukung terus nupel receh ku yuk😊


__ADS_2