Mirage

Mirage
Bersiaplah


__ADS_3

"Turunkan saya, Tuan! Hei, turunkan saya!" pekik Mira di sepanjang perjalanan dari ruangan Mom Winda menuju ke lorong cinta.


Semua teman-teman Mira yang menyaksikan pun, mulai begosip tentang keganasan dari tamu VVIP yang Mira layani itu, berdasarkan kiss*mark yang sempat ia tunjukkan pada Marsha.


"Eh, Sha. Seriusan yang lu bilang tadi?" tanya salah seorang temannya.


"Serius gue. Mira sendiri yang kasih lihat dadanya yang merah-merah gegara tuh lakik," sahut Marsha, yang membuat semuanya ber 'wah' ria.


...๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹...


Sepanjang perjalanan, dari paradise fall hingga ke apartemen The royal blossom, Mira dan Lingga saling bungkam seperti tengah terjadi perang dingin.


Mira terus memalingkan wajahnya, sedangkan Lingga fokus memandang ke depan sambil mengemudikan mobilnya.


Setibanya di parkiran The royal blossom, Mira langsung keluar, sesaat setelah mobil berhenti, bahkan mesinnya pun masih dalam keadaan menyala.


Hal itu membuat Lingga buru-buru mematikan mobilnya, dan berlari ke arah wanita yang telah jauh meninggalkannya di depan.


Ia berlari menyusul Mira yang telah berada di dalam lift, dengan pintu lift yang hampir saja tertutup. Beruntung, tangannya sempat mencegang agar pintu itu tak tertutup rapat dan ia pun masuk menyusul Mira.


Pria itu lalu mendorong tubuh Mira, dan menghimpitnya di dinding lift.

__ADS_1


"Apa Anda akan menghukum saya di sini, Tuan?" tanya Mira dengan tatapan menantang, mendongak ke atas menghadap langsung ke wajah Lingga.


Lingga menatap tak kalah tajam ke arah Mira. Ia pun semakin mendekatkan wajahnya, dan memiringkan kepalanya.


Mata Mira terus memperhatikan bibir Lingga yang semakin mendekat ke arahnya, membuat ia mundur hingga kepalanya menempel sepenuhnya pada dinding lift.


Terpaan nafas pria itu semakin terasa di kulitnya, dan membuat Mira mulai meremang. Namun, wanita itu terus menguatkan dirinya agar tak sampai goyah dengan hal kecil seperti itu.


Ketika bibir Lingga telah menepel di bibir Mira, pintu lift terbuka, membuat pria itu harus menyudahi apa yang belum ia mulai.


Lingga menarik lengan Mira, dan menyeretnya menuju ke apartemen miliknya. Secepat kilat, ia membuka pintu dengan key card dan mendorong Mira masuk ke dalam.


Mira masih diam, hingga Lingga kembali menarik lengannya dan menghempaskannya di atas sofa yang berada di ruang tengah.


Lingga maju dan mencengkeram kedua pipi Mira.


"Bukankah sudah ku bilang untuk baik-baik di rumah. Kenapa kau malah bermain ke klub malam itu hah," bentak Lingga.


"Apa saya tidak boleh mencari kesenangan saya sendri, Tuan? Anda sudah melanggar hak pribadi saya," pekik Mira yang tak kalah lantang.


"Baiklah, kalau begitu, aku pun akan meminta hak ku," tutur Lingga.

__ADS_1


Lingga mengulurkan tangan ke samping, dan meraih sebuah tuas. Perlahan, sandaran sofa mulai turun dan membuat benda yang tadinya berbentuk tempat duduk, kini lebih mirip sebuah tempat tidur.


"Ah โ€ฆ," pekik Mira.


Wanita itu pun terhempas ke belakang, dan jatuh tepat di bawah Lingga yang mengungkungnya.


"Terima hukumanmu malam ini, Nona!" Lingga pun memulai aksinya.


Dia berdiri dengan bertumpu pada kedua lututnya, sambil masih berada di atas Mira.


Ia mulai melepas gesper, untuk mengikat tangan wanita itu seperti sebelumnya. Namun, bukan Mira namanya jika dia harus masuk kembali ke dalam perangkap yang sama dua kali.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan komen di setiap eps nya ya guys๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2