
Siang hari, mereka terbangun dengan masih saling berpelukan. Mira nampak nyaman berada di dalam dekapan ayah dari anak yang dikandungnya, seolah janin itu ingin selalu berada di dekat ayahnya.
"Kak," panggil Mira menoleh ke samping.
"Ehm … kenapa, Sayang?" tanya Lingga yang masih betah menumpukan dagunya di pundak Mira, sambil mencuri cium di pipi wanita itu.
"Hari ini jangan ke kantor yah," pinta Mira.
"Ehm … kenapa? pengin lagi ya?" goda Lingga.
"Isshh … bukan gitu. Aku cuma pengin sama kakak aja. Nggak tau kenapa, setelah hamil, aku jadi suka lama-lama deket kamu, Kak," ucap Mira.
"Wah … ini modusnya Mommy apa emang lil baby yang minta deket-deket terus nih," goda Lingga lagi.
"Iiihhhh … tau lah! Aku mau telepon Dokter Stella aja kalo gitu, biar Kakak nggak boleh deket-deket sama aku lagi," ancam Mira.
Wanita itu nampak meraih ponselnya yang berada di atas nakas, dan menggulirkan layarnya. Lingga panik melihat apa yang dilakukan Mira, dan berusaha meraih benda pipih itu dari tangan wanitanya. Namun, Mira terus menyikut perut Lingga agar menjauh darinya.
Karena tak kunjung mendapatkannya, Lingga pun meniup telinga Mira hingga wanita itu merasa kegelian dan lengah. Saat itulah, tangan Lingga terulur dan merebut ponsel dari tangan Mira.
"Kak! iihhhh … curang!" gerutu Mira cemberut.
Lingga hanya terkekeh sambil melihat layar Mira. Rupanya wanita itu tengah membuka daftar kontak yang ada di poselnya. Pria itu seketika menoleh dan melihat wanitanya yang bersungut-sungut.
"Wah … jadi kau benar-benar akan menghubungi Dokter Stella, Mir? Kejam sekali," keluh Lingga sambil kembali menatap layar pipih tersebut
"Ya habisnya, Kakak godain aku mulu. Orang lagi pengin manja-manjaan juga." Mira kembali menggerutu karena sikap jahil Lingga yang terus saja menggodanya.
"Kamu itu emang paling nyenengin kalo lagi merona malu gitu, Mir. Heheheh …," sahut Lingga terkekeh.
"Nyebelin! Sini HP nya. Aku mau telepon Dokter Stella," ucap Mira sambil mendekat ke arah Lingga dan mencoba meraih ponselnya.
Namun, pria itu justru semakin merentangkan tangannya hingga benda itu semakin menjauh. Sedangkan tangan satunya, dengan jahil menghalau Mira dengan sesekali merem*s buah dadanya yang menggantung.
"Kaaaaa! Iiiihhh … rese!" keluh Mira mengerucutkan bibirnya.
"Hehehehe … iya, iya, maaf. Sini deh," ucap Lingga yang menuntun kepala Mira agar mendekat dan membiarkan wanita itu menjadikan lengannya sebagai bantal.
Lingga nampak menggulirkan layar beberapa kali, dan melihat jika nomor yang ada di daftar kontak Mira sangat banyak.
"Wah … apa semua ini kenalan mu, Mir?" tanya Lingga yang masih mencoba membaca satu persatu nama-nama yag tertulis di daftar tersebut.
"Nggak juga. Ada yang cuma iseng minta tukeran nomor, tapi habis itu aku block. Itu kalo nggak salah, hampir semuanya nomor yang ku block sih," jawab Mira.
__ADS_1
"Kalau emang nggak suka, kenapa mesti disimpan? Hapus aja lagi," ujar Lingga.
"Jangan. Kalo dihapus, aku nggak tau nomer yang masuk itu punya siapa? Tapi ku simpen dan ku block, seenggaknya aku tau dia orang yang malas ku ladenin. Kan gitu, hehehehe …," jawab Mira asal.
"Hah … eh … jangan-jangan, nomorku ada di daftar hitam kamu lagi," ucap Lingga seketika mencari namanya ke bawah.
Dia mencari di deretan abjad L, namun tak juga ia temukan.
"Mungkin di A," gumamnya yang kembali menggulirkan layar ke atas.
Mira hanya memandangi layar ponselnya sambil menahan senyumnya, karena dia memberikan nama lain untuk kontak Lingga.
Cari aja sampai dapet. Biar gue lamaan ndusel-nduselnya, hihihihi …, batin Mira.
"Kok nggak ada sih, Mir. Kamu nggak nyimpen nomorku yah," keluh Lingga yang mulai kesal menggulirkan asal layar ponsel Mira.
"Ada kok. Ku simpen. Cari lagi yang bener, pasti ada," sahut Mira yang sedari tadi terus menahan tawanya.
"Mana? Nggak ada nama Lingga atau Arya di sini." Lingga menggoyang-goyangkan ponsel itu.
"Ada. Cari aja yang bener. Kakak cari aja di abjad T," jawab Mira sambil menikmati aroma khas prianya itu yang selalu membuatnya betah berlama-lama di pelukannya.
"T?" gumamnya.
"Steve?" gumamnya.
Dia pun menoleh ke arah wanitanya yang masih asik meraba dada bidangnya yang ditumbuhi bulu halus.
"Kamu nyimpen nomer Steve, Mir?" tanya Lingga kesal.
"Ehm … oh, itu. Iya, Kak. Emang kenapa?" tanya Mira dengan polosnya.
"Ku hapus yah," ucap Lingga sambil kembali menoleh ke arah ponsel itu.
"Eehhhh … jangan, Kak. Biarin aja sih, lagian kita kan cuma temen doang," keluh Mira atas sikap over posesif Lingga.
"Lagian, kamu ngapain sih pake nyimpen nomer cowo nggak jelas itu? Awas aja kalo kamu genit-genitan sama dia lagi," ucap Lingga yang tak suka dengan kedekatan Mira dan Steve.
"Ngak genit kok. Lagian, dia juga udah nggak chat atau telepon aku lagi kok … semenjak gue kasih tau kehamilan gue … Jadi, Kakak nggak usah cemburu gitu," bujuk Mira yang semakin agresif memainkan jemarinya di atas dada dan merayap ke perut prianya itu.
"Ehm … ehem … terus, namaku mana?" tanya Lingga yang pura-pura ketus, oadahal dia mulai tergoda dengan sentuhan-sentuhan Mira.
Wanita itu pun mengulurkan tangannya dan menggulir ke bawah pada layar pipih itu, hingga sampai di sebuah nama.
__ADS_1
"Tuh," seru Mira sambil menunjuk sebuah nama di dafrar kontak.
"Hah? Teripang monster? Kok namanya gini sih?" gerutu Lingga.
Mira hanya cekikikan sambil menyembunyikan wajahnya di dada Lingga. Sedangkan pria itu nampak mengotak atik sesuatu di layar itu.
"Enak aja. Giliran cowo nggak jelas itu pake nama yang bagus, giliran aku pake namanya nggak banget. Nah … dah ku ganti nih! Gini kan bagus," ucap Lingga sambil mendekatkan layar itu ke depan wajah Mira.
"Cowo nggak Jelas? ini Steve?" tanya Mira.
"Iyalah. Emangnya siapa lagi yang nggak jelas?" gerutu Lingga.
"Terus nama kakak?" tanya Mira.
Lingga hanya tersenyum. Dia lalu menyerahkan ponsel itu kembali kepada Mira, kemudian meraih miliknya yang berada di atas nakas.
"Mau ngapain?" tanya Mira bingung.
"Lihat aja layarnya," seru Lingga.
Sebuah panggilan pun masuk ke ponsel Mira, dan wanita itu seketika tersenyum saat melihat nama yang tertera di layar.
Daddy-nya Lil Baby 💖💖💖💖💖💖💖💖💖
"Apa-apaan tanda love blink-blink banyak banget kayak gitu. Lebay ih," keluh Mira, meskipun bibirnya tetap tersenyum melihat kelakuan prianya.
"Ya nggak papa dong. Itu malah kurang banyak tau," sahut Lingga yang hendak merampas kembali ponsel Mira.
"Udah ah. Jangan ditambahin lagi. Geli tau lihatnya," keluh Mira yang menjauhkan ponselnya dari Lingga, hingga mereka pun kembali saling tindih di atas ranjang yang panas.
.
.
.
.
Selanjutnya, bayangin aja sendiri ya, guys😂😂😂😂😂
Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁
Oh iya, aku ada rekomendasi novel bagus lagi nih😎 coba deh langsung meluncur😁
__ADS_1