Mirage

Mirage
Akibat Mira absen


__ADS_3

Malam hari di Paradise fall,


Gemerlap dunia malam begitu terasa di tempat itu. Beberapa tamu mulai mengeluh karena Mira yang absen selama berhari-hari.


Banyak dari mereka yang ingin dilayani oleh ratu es itu, meski semua tau jika tak ada yang mampu menaklukannya, tentu saja kecuali Lingga.


Mom Winda nampak duduk di depan meja bar Samuel, sambil memperhatikan tamu-tamu yang datang.


"Jangan cemas, Bos. Nanti juga pasti para tamu akan terbiasa tanpa Mira. Toh selama ini, wanita dingin itu juga selalu pilih-pilih mangsa," papar samuel kepada bosnya yang nampak bertopang dagu di depannya.


"Hah … coba kau pasang iklan di internet lagi. Siapa tau ada yang mau kerja di sini," ucap Mom Winda sambil menyesap martininya.


"Apa kau yakin?" tanya Samuel memastikan.


"Yah, aku yakin. Sekalian pastikan, kalau dia punya karakter yang mendekati Mira. Aku nggak mau kalau tempat ini sampai bangkrut," tutur Wom Winda sambil memijat pelipisnya yang terasa pening.


"Siap, Bos." Samuel kemudian berjalan ke arah belakang bar untuk menjalankan perintah bosnya itu.


Dari kejauhan, terlihat Tania yang bersandar di dinding dekat lorong cinta. Wanita itu tampak memperhatikan Mom Winda yang sedari tadi berbicara dengan Samuel.


"Eh, Tan. Ngapain lu di sini?" tegur Sisi yang berjalan menghampiri rekannya itu.


"Bukan urusan lu," sahut Tania sinis, dan hendak berlalu dari sana.


"Eh mau ke mana?" tanya Sisi lagi yang membuag Tania menghentikan langkahnya.


"Eh, Si. Siapa elu sih? Jangan sok deket deh lu ama gue. Sana, susulin tuh si Mira yang bolos kerja mulu. Pendapatan kita jadi berkurang gara-gara tamu pada kabur nanyain dia," tukas Tania dengan ketus.

__ADS_1


Wanita itu pun berlalu pergi meninggalkan Sisi.


Sementara Sisi, dia berjalan menuju ke arah bar dan mengahmpiri Mom Winda, bosnya.


"Mom, Sam mana?" tanya Sisi saat tiba di depan bar.


Wanita itu lalu duduk di samping Mom Winda.


Mom Winda yang masih memijat pelipisnya pun menoleh sekilas ke arah Sisi.


"Di dalam. Tunggu aja sebentar," sahut Mom Winda yang kembali memijat pelipisnya.


"Ooohhh …," gumam Sisi.


"Kenapa kamu malah duduk-duduk di sini? Cepat kamu layani para tamu-tamu itu. Jangan sampai mereka pada kabur gara-gara pelayan kita yang kurang memuaskan," perintah Mom Winda kepada Sisi.


...💋💋💋💋💋...


Apartrmen The Royal Blossom,


Kedua manusia yang tengah mengikis jarak itu, kini tengah berduaan di ruang tengah apartemen Lingga.


Mira yang sedari pagi memilih untuk menetap di apartemen pria itu pun, terus menemani Lingga seharian ini.


Tadi pagi, Lingga sempat mengajak Mira untuk melakukan pemeriksaan terhadap kakinya yang terkilir ke rumah sakit, atas saran dari Dokter Tama.


Awalnya baik-baik saja, sampai Mira hendak berganti pakaian di apartemennya sendiri. Lingga awalnya menawarkan diri untuk mengantarnya pulang, namun Mira menolak dengan alasan kondisi kaki Lingga yang masih sakit.

__ADS_1


Namun, hingga Lingga telah siap berangkat, Mira belum juga kembali. Akhirnya, pria itu pun menyusulnya ke apartemen sebelah.


Akan tetapi, saat dia membuka pintu depan, dia dikejutkan dengan keberadaan Mira yang sedang duduk berjongkok sambil memeluk lututnya sendiri, dengan masih mengenakan pakaian yang ia gunakan semalam.


"Mir. Kamu kenapa?" tanya Lingga yang menghampiri Mira dan ikut berjongkok di depan wanita itu.


Mira mengangkat wajahnya yang sedari tadi tertunduk. Raut wajahnya kembali muram.


Lingga pun mengulurkan tangannya dan menangkup ke dua pipi wanita es itu.


"Kamu kenapa, hem? Katanya mau ganti baju, kenapa masih di sini?" tanya Lingga lembut.


"A … aku … ta … kut …," ucap Mira dengan tatapan mata yang sendu.


"Takut?" Lingga mengernyitkan kedua alisnya.


Mira kembali tertunduk, dan mengeratkan pelukan pada lututnya sendiri.


.


.


.


.


Mira galon lageeeeee😔

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁


__ADS_2