Mirage

Mirage
Kejadian malam lima tahun lalu


__ADS_3

Lingga menceritakan kejadian yang sebenarnya pada malam itu.


Lima tahun yang lalu, Lingga yang kebetulan datang ke tanah air, meminta asistennya mencaritahu tentang keberadaan Mari, gadis kecil yang selalu datang dalam pikirannya selama bertahun-tahun.


Pria itu memberikan sebuah alamat kepada sang asisten dan memerintahkannya untuk segera menemukan info tentang gadis itu.


"Cepat kau temukan dia. Kalau perlu, malam ini juga," perintah Lingga kepada Nicholas.


"Baik, Tuan," sahut sang asisten.


Malam itu juga, Nicholas mendatangi alamat tersebut. Dia pun mendapati jika rumah yang berada di alamat itu kosong.


Para tetangga mengatakan bahwa mereka terlihat berjalan ke arah jalan raya, tapi tak ada yang tau mereka pergi ke mana.


Mereka mengaku tak dekat dengan penghuni rumah tersebut dikarenakan masa lalu si ibu, yang membuat warga merasa malu dengan keberadaannya di tempat itu.


"Maaf, Tuan. Mereka pergi sejak siang dan sampai sekarang belum kembali juga. Para tetangga tidak tau mereka ke mana," papar Nicholas yang menyampaikan informasi yang diperolehnya.


"Mari, dimana kamu?" gumam Lingga dari seberang sambungan.


"Ya sudah. Sekarang kau ke sini, jemput aku," perintah Lingga kepada sang asisten.


"Baik, Tjan." Nicholas pun segera pergi ke tempat di mana sang atasan berada.


Saat itu, Lingga tengah berada di sebuah klub malam terkenal di ibu kota. Dia tengah menikmati hingar bingar dunia malam, sambil ditemani seorang wanita seksi yang dengan manja merebahkan kepalanya di dada Lingga, dengan jemarinya yang memainkan bulu-bulu halus yang menyembul dari balik baju pria itu.

__ADS_1


Ekspresi Lingga begitu datar. Dia sama sekali tak peduli dengan wanita yang terus menggodanya itu. Pikirannya dipenuhi oleh Mari, gadis kecil yang dulu pernah menghiasi hari-harinya.


Sang cassanova seolah telah kehilangan instingnya, saat sesuatu yang berhubungan dengan Mari mulai merasuki kepalanya.


...๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹...


Malam kejadian, di mana Mira dijual oleh sang kakak tiri, Erik, untuk membayar hutang-hutangnya akibat judi yang membelenggu. Malam di mana sang ibu justru sedang meregang nyawa di meja operasi.


Masih jelas diingatan Mira, jika malam itu, ia masih menjadi Mari, dibawa masuk ke dalam sebuah mobil van, yang di dalamnya terdapat seorang wanita cantik, yang duduk di kursi depan.


Wanita itu menyerahkan sebuah alat suntik kepada anak buahnya, dan memerintahkan mereka untuk menyuntikkannya kepada Mari, Mira di masa lalu.



...(cuplikan bab 2)...


Cahaya ruangan itu begitu temaram, dan Mari remaja yang saat itu dalam keadaan setengah sadar, tidak tau sedang berada di mana.


Kedua pria itu melempar Mari ke tas tempat tidur, dan meninggalkannya seorang diri. Mari yang saat itu masih seorang gadis belia, menggeliat-geliat kepanasan karena efek obat yang diberikan kepadanya.


"Tolong โ€ฆ panas โ€ฆ," rintihnya sambil meliuk-liuk di atas tempat tidur.


Sesaat kemudian, seorang pria masuk ke dalam ruangan minim cahaya tersebut, dan melihat Mari yang masih mengenakan seragam sekolahnya, tengah menggeliat-geliat di atas tempat tidur.


Gadis itu merangkak mencoba mendekati pria itu, sembari meminta tolong.

__ADS_1


"Tolong! Panas!" ucap Mari sambil menarik tangan pria tadi.


"Heh! Mereka masih saja memakai cara ini! Apa tidak bisa mereka biarkan permainan sedikit lebih seru!" gumam pria itu.


Dia mendekati gadis itu, dan mencengkeram kedua pipinya.


"Kamu mau aku tolong?" tanyanya.


Si gadis pun mengangguk dengan penuh pengharapan.


"Baik lah!" seru pria itu dengan senyuman liciknya.


Dibukanya satu persatu kancing baju seragam yang masih melekat di tubuh Mari, dan membuat si gadis terkejut dengan apa yang dilakukan pria itu.


Mari dengan sisa tenaganya memegangi pakaiannya yang masih tersisa dengan sekuat tenaga.


"Tidak! Jangan! Tolong aku! Tolong!" teriak gadis itu.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen yah๐Ÿ˜Š kembang ma kopi juga boleh banget๐Ÿ˜


__ADS_2