Mirage

Mirage
Masak


__ADS_3

"Tunggu sebentar, aku akan segera kembali." Lingga kemudian keluar dengan membawa botol air mineral yang tersisa.


Mira menoleh ketika pintu naru saja tertutup, dan memandangi kepergian pria itu. Matanya membulat kala melihat Lingga berjalan menuju sudut parkiran yang kosong, dan menuang air ke telapak tangannya dan mengusapkannya ke wajah serta rambutnya.


"Gila! Orang kaya raya ngelakuin hal kaya gitu? Amazing," gumam Mira sambil terus melihat apa yang tengah dilakukan oleh Lingga.


Setelah itu, Lingga membuang botol kososng ke dalam tempat sampah, dan berjalan menuju ke dalam mall.


Mira memilih bersandar di kursi, dengan memundurkan sandarannya agar sedikit rebahan, dan memejamkan kedua matanya.


Tak berselang lama, sekitar dua puluh menit, Lingga kembali masuk ke dalam mobil, dan membangunkan Mira yang sempat tertidur.


Wanita itu terbangun kerena merasakan kehadiran seseorang di sampingnya.


"Ehm ... Anda sudah kembali?" tanya Mira sambil mengusap sudut bibirnya, dan meregangkan badan.


"Ehm ... Apa tidurmu nyenyak?" Tanya Lingga.


Mira membetulkan posisinya, dan menegakkan kembali sandaran kursi yang menjadi tempat tidurnya.


"Lumayan," sahut Mira datar.


"Ayo pulang," ajak Lingga sambil menyalakan mesin mobilnya.


Mira menengok ke samping dan belakang, seolah tengah mencari sesuatu.


"Apa yang Anda beli tadi?" tanya Mira.


"Bahan-bahan untuk membuat sup. Aku akan memasakkannya untuk mu setelah kita sampai di tempatku," ucap Lingga tersenyum ke arah Mira.

__ADS_1


"Tidak ... tidak ... biar di tempak saya saja," seru Mira.


"Baiklah. Terserah kau saja. Di manapun tidak masalah buatku," sahut Lingga, yang kemudian menjalankan mobilnya, membelah lalau lintas padat ibu kota.


Setelah kurang lebih lima belas menit berkendara, kini mereka telah tiba di apartemen The royal blossom.


Mira keluar sebelum Lingga sempat membukakan pintu untuknya, dan membuat pria itu berjalan memutar ke arah bagasi belakang.


"Anda sedang apa, Tuan?" Tanya Mira yang melihat Lingga tak langsung menyusulnya menuju ke arah lift.


"Kau duluan saja. Aku aka membawa ini ke atas bersamaku," ucap Lingga dari balik kap mobil belakang.


Mira pun berjalan menghampiri Lingga, dan melihat barang belanjaan yang cukup banyak untuk ukuran sop ayam sederhana.


"Sebanyak ini?" tanya Mira.


"Cckk! Sini biar saya bantu," Mira mencebik, namun ia pun lalu meraih sebuah kantung berisikan beberapa minuman kaleng yang disodorkan oleh Lingga, sedangkan pria itu membawa kantung yang lebih berat.


Keduanya pun segera naik ke atas menuju apartemen Mira, seperti yang sudah disetujui tadi.


Sesampainya di sana, Mira dan Lingga meletakkan semuanya di dapur.


"Kau mandilah dulu, sambil aku menyiapkan semuanya," ucap Lingga sambil mengeluarkan semua barang-barang belanjaan dari kantung dan meletakkannya di atas meja makan.


"Baiklah," sahut Mira yang berlalu menuju ke lantai atas.


Tak berselang lama, Mira kini telah kembali ke dapur, dengan pakaian rumahannnya. Sebuah kaus dengan kerah longgar yang memperlihatkan bahu mulus dan tali bra-nya, dan dipadu dengan hot pant yang mempertontonkan kaki jenjang milinya.


Rambutnya ia cepol ke atas, dan menyisakan anak rambut yang menjuntai alami ke bawah.

__ADS_1


Ia pun lalu duduk di kursi makan, sambil mengangkat kedua kakinya naik. Ia pun memeluk kedua lututnya, sembari melihat Lingga yang tengah sibuk memasak.


"Kelihatannya, cukup lihai juga kemampuan dapurnya. Jadi penasaran dengan rasanya," batin Mira sambil terus menatap ke arah Lingga.


"Apa kau punya kaldu jamur?" Tanya Lingga tanpa menoleh ke arah Mira.


Mira pun segera berdiri, dan berjalan menuju ke arah dapur.


"Sepertinya ada di rak atas," jawab Mira yang berusaha meraih pintu rak di atasnya.


Bertepatan dengan itu, Lingga pun mengulurkan tangannya, hingga tak sengaja dagu Lingga membentur kening Mira.


"Aw...," pekik Mira yang membuat Lingga segera memegangi kepala wanita itu.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Lingga sambil mengangkat wajah Mira sembari menangkup kedua pipinya.


Pandangan mereka bertemu, dan sejenak mereka membeku. Sepersekian detik kemudian, Mira yang pertama kali melengos, membuang muka ke samping, dan membuat Lingga berdehem, lalu melepaskan tangannya dari wajah Mira.


.


.


.


.


cieh...ada yang salting🤭🤭🤭


jangan lupa like dan komen di bawah ya😊

__ADS_1


__ADS_2