Mirage

Mirage
Mabuk


__ADS_3

Samuel melihat Mira yang bersikap sangat aneh, akhirnya menelepon Mom Winda, sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk memantau setiap kondisi yang terjadi di tempat hiburan tersebut, termasuk kondisi para ladies-nya.


"Mom, Mira terlihat aneh. Dia datang lagi ke sini dengan pakaian yang sangat jauh dari imagenya selama ini, dan sekarang dia mabuk-mabukan di barku," tutur Samuel lewat sambungan telepon di dalam ruangan, di balik barnya.


"Apa sekarang dia masih di tempatmu?" tanya Mom Winda dari balik telepon.


"Masih, Mom. Dia sedang menghabiskan sebotol wishkey seorang diri," ucap Samuel.


"Apa?! aApa dia mau bunuh diri? Cepat ambil sisa minuman itu sebelum dia menghabiskan semua isinya!" perintah Mom Winda yang terkejut dengan penuturan Samuel.


"Baik, Mom." Samuel pun mengakhiri sambungan teleponnya dan kembali ke dalam bar.


Ia melihat botol yang tengah dipegangi Mira masih tersisa seperempat isinya. Ia pun lalu berjalan mendekati wanita, yang kini telah mabuk, dan menundukkan wajahnya, sambil sesekali terdengar suara cegukan dari mulutnya.


Samuel perlahan mengambil botol yang masih digenggam Mira, dan menjauhkan benda itu darinya.


"Hei … di ma na mi nu man gue, hah?" tanyanya yang terkesan mengeja, layaknya orang mabuk yang tengah berbicara.


"Elu udah mabuk banget, Mir. Mending lu pulang deh. Gue pesenin taksi buat lu yah," bujuk Samuel.


"Nggak! Gue nggak mau pulang! Gue masih mau di sini!" bentak Mira.


Samuel pun dibuat geleng-geleng kepala, melihat kelakuan aneh teman kerjanya itu.


Dari arah belakang, tepatnya di depan lorong cinta, Mom Winda terus memperhatikan Mira yang masih saja meracau di depan bar milik Samuel, dengan mengenakan pakaian piyama lucunya.

__ADS_1


Wanita tua itu pun lalu menggulirkan layar ponsilnya dan mencoba menghubungi seseorang.


"Halo, Tuan. Apa yang sudah anda lakukan kepada ladies saya, Mira? Kenapa dia jam segini mabuk di tempat saya dengan pakaian aneh seperti itu. Anda tidak melakukan kekerasan sek*sual kepadanya bukan?" cecar Mom Winda.


Wanita tua itu nampak tengah mendengarkan penjelasan dari ujung sambungan telepon dengan seksama.


"Baiklah, aku akui dia memang keras kepala. Tapi, tolong bawa dia pergi dari sini, karena bagaimana pun, ini masih jadi tanggung jawab Anda," perintah Mom Winda.


Dia pun lalu memutus sambungan teleponnya.


Mom Winda kembali memperhatikan tingkah Mira yang sudah sangat mabuk itu, yang terus meracau tak jelas di depan sana, membuat para pengunjung memandang aneh dan menjauhi dirinya.


Sosok cantik, seksi nan angkuh itu sama sekali tak terlihat saat itu pada diri Mira. Semua tertutup oleh pakaian yang sengaja disiapkan oleh Lingga untuknya.


Beberapa saat kemudian, Lingga datang, tepat saat Mira mulai beranjak dari tempat ia duduk dan hendak berjalan entah ke mana.


HAP!


Seorang pria menangkap pinggangnya, dan membuat Mira terdorong ke depan, menempel pada tubuh pria itu.


"Nona, kau nggak papa?" tanyanya.


Saat itu lah lingga masuk dan melihat wanita booking-annya sudah berada di dalam pelukan pria lain, dan nampak kacau dan terus saja meracau tak jelas.


Ia dengan cepat meraih lengan Mira dan menjauhkannya dari pria itu.

__ADS_1


"Maaf, dia istri saya." Lingga pun segera mengangkat Mira di pundak.


Mira memekik karena terkejut, merasa dirinya terbang melayang. Ia menendang-nendang udara dan memukuli punggung pria itu, yang terus berjalan menuju sebuah kamar di lorong cinta paradise fall.


Setelah masuk ke dalam salah satunya, Lingga segera menendang pintu hingga menutup namun tak sepenuhnya.


"Pertengkaran suami istri? Sungguh menggelikan," gumamnya sembari memandang ke arah lorong, di mana kedua orang itu telah menghilang.


"Steve! Hei, Steve. Sedang apa kau di sana? Kemarilah, cepat!" panggil seorang pengunjung kepada pria tersebut.


"Ya, aku datang." Pria bernama Steve itu pun segera berlalu dan menghampiri teman-temannya.


.


.


.


.


babang steve hadir guys



ada yg mau pindah kapal🤣🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya guys😊


__ADS_2