Mirage

Mirage
Ide-ide konyol


__ADS_3

"Apa yang ada dipikirannya saat ini sih? Mau apa dia sampe mengurung diri berhari-hari seperti itu?" gerutu Mom Winda kala ditemui Lingga di kantornya, paradise fall.


Lingga yang sudah hampir empat hari tak bisa membuat Mira keluar dari apartemennya, begitu pun dengan Mom Winda yang beberakali ke sana dan gagal membujuk ladies-nya itu keluar, kini tengah membicarakan si ratu es itu.


"Aku tak tau, Nyonya. Aku hanya khawatir akan kondisinya. Aku takut dia berbuat nekad dan membahayakan jiwanya," ucap Lingga.


"Aku baru pertama kali ini melihatnya seperti itu. Bahkan dulu, saat dia baru masuk ke sini, Mira tak pernah mengurung diri sekali pun, meski saat itu dia dalam keadaan terpuruk. Mungkin dia benar-benar terpukul akan kepergian Thomas," tutur Mom Winda.


"Yah, dan merasa bersalah karena tak menerima panggilan pria malang itu. Dia sangat menyesalinya, karena kalau saja dia tidak merajuk seperti anak kecil, Thom bisa saja masih ada sampai sekarang," ucap Lingga menimpali.


"Kau benar. Itu yang membuatnya jadi seperti ini. Rasa bersalah dan kehilangan," seru Mom Winda.


Hening. Mereka berdua pun terdiam, sambil menyesap masing-masing minumannya.


"Aku akan coba mengganggunya terus agar dia mau keluar. Kalau perlu, aku akan bermalam di depan pintunya. Atau jika dia tak juga keluar, aku akan laporkan wanita itu kepada pihak keamanan kalau ada yang mencoba bunuh diri, agar mereka mau menerobos masuk ke dalam, dan menyeret Mira keluar," ucap Lingga yang terlihat sudah pasrah.


"Bagaimana dengan konsekuensinya? Kau tak akan bisa tinggal di sana lagi jika bocah tengik itu sampai melaporkanmu balik," ujar Mom Winda

__ADS_1


"Aku tak peduli. Apapun akan ku lakukan, asal dia bisa keluar dan tidak mengurung diri lagi," jawab Lingga sambil menyesap sisa sampanye di gelasnya.


Malam telah cukup larut, dan Lingga memutuskan untuk kembali ke apartemen.


Mom Winda mengantarkannya ke depan, dan menunggu hingga pria itu menghilang bersama dengan mobil yang di kendarainya.


"Mira masih belum mau keluar, Mom?" tanya Tania yang rupanya mengikuti Mom Winda, dan menghampirinya ketika Lingga telah pergi.


"Hem … semua orang dibuat khawatir olehnya," sahut Mom Winda sambil memijat pangkal hidungnya.


"Yah, kau benar. Hubungan mereka sangat dekat, terlalu dekat hingga membuatnya jadi rumit," sahut Mom Winda.


Mereka pun lalu masuk kembali ke dalam, dan melanjutkan kegiatan masing-masing di tempat hiburan malam itu.


Sepanjang perjalanan, Lingga terus saja memikirkan cara agar bisa membuat Mira keluar.


"Apa aku buat alarm kebakaran palsu aja yah? Pasti Mira bakal keluar karena panikkan," pikirnya.

__ADS_1


"Eh, tapi enggak deh. Iya kalau dia panik, kalau ratu es itu malah pasrah dan malah nunggu sampe gedungnya ancur gimana? Sama aja nggak bakal keluar juga," ucapnya menimpali perkataanya sebelumnya.


Seperti orang yang tak waras, Lingga berbicara dan menyahuti sendiri perkataannya.


Ketika dia tengah dibuat pusing dengan berbagai rencana dan skenario konyolnya, Lingga seolah melihat orang yang begitu mirip dengan Mira.


"Mira," gumamnya saat berbelok di sebuah tikungan, dekat dengan gedung apartemen.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁

__ADS_1


__ADS_2