Mirage

Mirage
I miss you


__ADS_3

Mira yang masih tertunduk, terlihat menyeka wajahnya dengan punggung tangan, dan hal itu pun tak luput dari perhatian Lingga.


"Kenapa Anda lakukan semua ini?" tanyanya sambil mendongak ke atas.


Lingga tertegun melihat mata Mira yang berkaca-kaca, dengan lelehan bening yang telah mengalir di pipinya.


"Kenapa Anda tak biarkan saja saya tertabrak mobil tadi? Kenapa Anda harus peduli padaku? Harusnya Anda acuhkan saya saja seperti yang sekarang Anda lakukan," ungkap Mira.


Lingga menatapnya datar.


"Aku hanya ingin menolongmu. Apa salah?" sahut Lingga dengan suara beratnya.


"Kenapa semua orang harus berkorban buat saya. Memangnya saya ini siapa? Harusnya Thomas tak perlu mati hanya demi mencegahku naik mobil. Harusnya Anda tak perlu terluka hanya untuk mencegahku tertabrak mobil. Harusnya kalian biarkan saja saya celaka. Saya ini bukan siapa-siapa kalian. Kenapa?" ucap Mira di tengah isaknya.


Lingga yang tak tega melihat ratu es nya itu menangis kembali pun, menegakkan badan dan menurun kan kedua kakinya, lalu kemudian ia merengkuh pundak Mira.


"Berdirilah," Lingga menuntun Mira untuk berdiri, dan duduk di sampingnya.


"Saya lelah. Apa Anda tau, saya dijual dua kali hingga akhirnya jadi pelacur seperti sekarang ini. Diculik sekali dan hampir diculik lagi kemarin. Sekarang, saya hampir mati, dan entah apa alasan semua itu."


"Saya hidup selama ini dengan terus menunggu hal buruk apa lagi yang akan terjadi padaku. Saya lelah. Saya sangat lelah. Harusnya kalian biarkan saja orang tak berharga seperti saya ini mati." Mira meluapkan semua kegundahannya selama ini.

__ADS_1


Lingga tak percaya dengan apa yang baru saja di katakan oleh Mira.


"Aku tak menyangka, jika hidupmu seberat ini, Mari. Maafkan aku yang tak ada di sampingmu selama ini," batinnya.


Lingga pun seketika memeluk tubuh Mira yang terus bergetar karena isakannya.


"Jangan bilang kamu tak berharga. Kamu adalah orang yang sangat berharga buat aku, buat Thomas. Itulah kenapa kami rela mengorbankan diri untukmu."


Mira menjauhkan kepalanya dari dada Lingga, dan menatap lekat wajah pria itu.


Lingga menyentuh pipi Mira, dan mengalirkan kehangatan di wajah cantik itu.


"Jangan pernah bilang kalau tak ada lagi yang peduli pada mu. Ada aku yang akan selalu di sampingmu, Mir. Sandarkan semua beban mu padaku. Gunakan aku semaumu. Anggaplah aku sedang menebus kesalahanku padamu di masa lalu," ucap Lingga sambil menatap lurus ke dalam netra hitam Mira.


"I miss you," bisiknya.


Lingga balik menatap Mira dengan tatapan sendu. Pria itu lalu mendekat ke arah mira, dan mulai memiringkan kepalanya.


Mira menempelkan kedua tangannya di pundak Lingga, dan menatap lekat bibir pria itu yang semakin mendekat ke arahnyaa.


Hembusan nafas hangat, saling menyapa kulit masing-masing, dan menggetarkan perasaan keduanya.

__ADS_1


Sesaat kemudian, bibir mereka telah menyatu, saling memagut dan menyesap, mengalirkan perasaan rindu yang selama ini mereka pendam.


Lidah mereka pun saling menyapa dan bertaut di dalam rongka mulut, mengalirkan getaran-getaran yang menghangatkan jiwa.


Ciuman lembut dan manis itu, terasa begitu tulus. Tanpa terasa, Mira menitikkan air mata dari sudut matanya.


Mereka berdua pun terhanyut, dengan saling merasakan lembut dan manisnya bibir masing-masing.


Lingga menuntun Mira untuk berbaring dan kemudian mengungkungnya. Sedangkan tangan Mira mulai naik dan menyusup ke celah-celah rambut Lingga.


Ciuman hangat itu bertambah dalam dan semakin memanas, seiring gelora yang tercipta di antara kedua insan yang saling merindu itu.


.


.


.


.


Ya ampun, semoga next eps bisa lolos😱

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁


__ADS_2