Mirage

Mirage
Tuan perjaka


__ADS_3

Nickolas masih linglung. Dia belum sadar sepenuhnya karena serangan tiba-tiba dari Tania.


Melihat pria itu masih tetap diam dengan tangan yang tetap di posisinya, membuat Tania mendengus kesal.


“Apa jangan-jangan, ini first kiss mu?” Tanya Tania.


Nicholas hanya mengangguk pelan, membuat Tania melongo tak percaya.


“Jadi, apa kamu juga masih perjaka?” tanya Tania.


Nicholas lagi-lagi hanya mengangguk tanpa bersuara, membuat Tania terkekeh geli.


“Wah, jadi aku akan dapat jackpot? Hahahaha,” ucap Tania sembari tertawa.


“Anggap saja begitu. Jadi, kamu mau kan ikut dengan ku?” sahut Nicholas, yang merasa harga dirinya jatuh di depan wanita itu.


“Hahahaha, maaf, Nik. Aku terlalu terkejut dengan pengakuan mu ini. Aku antar kau bertemu Mom Winda. Kalau kamu bisa mengeluarkan ku dari sini, maka aku akan ikut dengan mu ke sana,” ucap Tania.


“Baiklah,” sahut Nicholas.


Wanita itu kemudian bangkit berdiri dan mengulurkan tangan ke arah Nicholas. Dia menarik pria itu dan berjalan menuju ke lantai dua, di mana ruangan Mom Winda berada.


Sesampainya di depan pintu, Tania dan Nicholas bertemu dengan Jordan, salah satu pengawal setia sang mucik*ri di tempat tersebut.


“Tuan ini ingin bertemu dengan bos,” ucap Tania.


“Siapa nama Anda dan ada perlu apa?” tanya Jordan.


“Saya Nicholas. Saya ingin membicarakan tentang salah satu ladies nya,” Jawab Nicholas.


“Tunggu sebentar!” seru petugas keamanan itu.


Dia kemudian mengetuk pintu beberapa kali dan masuk ke dalam setelah ada sahutan dari sana.


Tak berselang lama, pintu kembali terbuka dengan Jordan yang berdiri di balik pintu.


“Silakan masuk,” sahut Jordan.


Pria bertubuh kekar itu pun kemudian membuka pintu lebar-lebar, dan membiarkan tamunya untuk masuk ke dalam.


“Masuklah. Semoga beruntung,” ucap Tania kepada Nicholas.


Kemudian, dia berbalik pergi meninggalkan tempat tersebut.


...💋💋💋💋💋...


Di dalam ruangan Mom Winda, Nicholas langsung menyampaikan maksud dan tujuannya datang menemui mucik*ri itu.


“Jadi, Anda mau menebus Tania? Apa Anda sudah tau berapa nomonal untuk anak itu?” tanya Mom Winda.


“Silakan Anda sebutkan saja berapa nominalnya. Saya akan siapkan untuk Anda,” jawab Nicholas.


“Sebelum itu, boleh saya tau untuk apa Anda menebusnya?” tanya Mom Winda menyelidik.


“Saya hanya ingin dia berada di sisi saya, dan hanya mengganggu hari-hari saya,” jawab Nicholas datar.


“Apa Anda jatuh cinta padanya?” tanya Mom Winda lagi.

__ADS_1


“Entah lah. Saya kurang paham soal seperti itu. Yang jelas, saya hanya merasa kosong saat wanita itu tak ada di sisi saya selama sebulan terakhir ini,” jawab Nicholas yang benar-benar polos.


Sepertinya, dia memang jatuh cinta pada anak itu, batin Mom Winda.


“Baiklah kalau begitu. Jika Anda memang mau menebus Tania, tranferkan uang sejumlah satu milyar ke rekening saya, paling lambat besok malam,” seru Mom Winda.


“Tidak perlu besok malam. Saat ini juga, akan saya kirimkan uangnya,” sahut Nicholas.


Pria itu pun kemudian menekan beberapa kali di atas layar pipih miliknya, dan tak lama berselang, sebuah bunyi notifikasi terdengar dari ponsel sang micik*ri.


Mom Winda pun nampak memeriksa pesan tersebut, dan dia hanya menghela nafas panjang dan kembali meletakkan ponselnya ke atas meja.


“Baiklah. Mulai sekarang, dia milik Anda. Jordan, buatkan surat tanda terimanya,” seru Mom Winda kepada Nicholas dan kemudian kepada pengawalnya itu.


Mom Winda lalu menjamu tamunya, sambil menunggu penjaga keamanannya kembali dengan apa yang tadi diperintahkannya.


“Ku dengar, Mira akan ke Paris menemani Tuan Lingga, apa Anda juga akan membawa Tania ke sana?” tanya Mom Winda.


“Rencananya seperti itu,” sahut Nicholas datar.


“Ehm... Baiklah. Aku harap, Anda pun memperlakukannya dengan baik, seperti Tuan Lingga kepada Mira. Dia juga debatang kara di dunia ini,” Pesan Mom Winda.


“Sebatang kara?” tanya Nicholas.


Namun, belum sempat Mom Winda menjawab, Jordan telah lebih dulu kembali dan menyerahkan beberapa lembar kertas yang berisi tanda terima pengiriman uang serta pernyataan jika Tania sudah bukan pekerja di paradise fall lagi.


“Ambillah. Tania sekarang bebas. Untuk pertanyaan Anda tadi, coba tanyakan langsung pada anak itu saja,” ucap Mom Winda.


Wanita tua itu pun kemudian menyerahkan kertas-kertas itu kepada Nicholas.


“Baiklah, kalau begitu, saya permisi,” ucap Nicholas.


Namun, dia menghentikan langkahnya, saat melihat seorang wanita yang tengah bersandar di kusen pintu, sambil melipat kedua tangan menghadap ke arahnya.


“Bagaimana hasilnya? Apa sukses?” tanya Tania.


Nicholas tak menjawab. Dia hanya kembali melangkah dan menghampiri Tania. Tangannya segera meraih tengkuk wanita itu dan ******* bibir merah bak delima yang begitu menggoda.


Dengan sedikit gerakan, Nicholas mendorong Tania masuk ke dalam  dan menutup pintu dengan kakinya.


Mereka pun saling mem*gut dan menyesap bibir masing-masing hingga kebas. Lidah mereka saling membelit dan menari di dalam sana.


Tania dibuat tak percaya dengan aksi Nicholas yag sangat berbeda dari sebelumnya. Namun, dia sungguh menikmati permainan amatir dari pria kaku itu.


Nicholas terus mendorong Tania hingga kaki wanita itu membentur ranjang, dan membuatnya jatuh di atas kasur empuk dan membuat pria itu mengungkungnya dari atas.


Ciuman mereka semakin panas, ditambah pakaian Tania yang begitu seksi, membuat area sensitifnya sangat mudah terekspos hanya dengan sedikit gerakan.


Nicholas melepaskan ciumannya, dan menatap wanita itu dengan mata yang telah berkabut.


“Apa kau mau jackpot mu sekarang?” tanya Nicholas dengan suara yang parau.


Tania tersenyum dan dengan nakal menggigit bibir bawahnya. Tangannya menyentuh ************ Nicholas yang sudah begitu sesak karena sesuatu yang bangun dan mengeras di bawah sana.


“Apa kau yakin, Nick?” tanya Tania.


Dia terus mengelus bagian itu, hingga membuat Nicholas berdesis sambil memejamkan matanya, merasakan sebuah sensasi geli yang aneh pada dirinya.

__ADS_1


Dia kemudian  turun dari atas Tania, dan berbaring di sampingnya, membuat wanita itu bangun dan duduk di tempatnya.


“Lakukanlah,” ucap Nicholas.


Tania pun tersenyum dan segera naik ke atas tubuh perjaka itu.


“Baiklah. Aku pastikan akan jadi guru yang hebat untuk mengajarimu,” sahut Tania.


Dia kemudian mulai mendaratkan bibirnya di bibir tebal Nicholas, sambil tangannya membuka satu persatu kancing kemeja yang dipakai pria itu.


Gerakan Tania yang memang sudah profesional, membuat Nicholas mabuk kepayang dan tak sadar jika kini dia sudah polos tanpa busana.


Tania melepas pagut*nnya di bibir Nicholas, dan turun ke bawah. Dia mulai mengul*m batang besar itu, hingga memenuhi mulutnya, membuat pria di bawahnya menganga karena nikmat.


“Apa kau siap sekarang?” tanya Tania.


“Lakukanlah,” sahut Nicholas yang terdengar sudah tak bisa menahan h*sratnya.


Tania pun melepas semua pakaiannya, dan tak menyisakan satu helai benang pun di tubuhnya. Dia memegang milik Nicholas yang sudah sangat tegang, dan mulai menyatukan ke dalam miliknya.


Nicholas benar-benar pasrah. Dia tak bisa berkata-kata dan hanya bisa mengerang nikmat. Pengalaman pertamanya dengan seorang kuou-kupu malam, membuatnya benar-benar dimanjakan oleh sentuhan dari Tania.


Saat Nicholas hampir mencapai puncaknya, Tania menggerakkan pinggulnya naik turun semakin cepat, hingga sampai lah pria itu pada pelepasannya.


Nicholas mengerang begitu keras, karena baru kali ini hasr*tnya tersalurkan dengan benar.


Nafasnya terengah-engah, dan matanya terus terpejam. Tania mendekatkan wajahnya dan membelai lembut pipi pria itu.


“Hai tuan perjaka, kamu sudah ternoda,” ucap Tania.


Tania pun terkekeh dan disambut oleh tawa Nicholas. Mereka Sama-sama tertawa dengan tubuh polos dan penyatuan yang bahkan belum terlepas.


“Boleh minta tambah?” ucap Nicholas.


Tania semakin tergelak, dan dia kemudian turun dari atas tubuh pria itu. Kini, gilirannya yang berbaring terlentang begitu menantang.


“Silakan. Tapi, kamu yang memimpin,” sahut Tania.


Permainan panas Tania pun kembali terjadi di kamar cinta paradise fall, di malam terakhirnya menjadi seorang pel*cur.


.


.


.


.


Nggak mau terlalu panas, takut nggak lolos lagi😅


Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2