Mirage

Mirage
Sebuah undangan urgent


__ADS_3

Di sebuah tempat, tepatnya sebuah mansion mewah di pinggiran kota.


Tampak seorang wanita tengah duduk di sofa ruang tamu, sambil menikmati secangkir teh hijau. Jemarinya lincah membuka halama demi halaman majalah fashion, yang ada di pangkuannya.


Tak berselang lama, seseorang datang, dan langsung menghampirinya.


"Apa maksudmu dengan mengirim penguntit untuk mengawasiku?" tanya pria itu yang tak lain adalah Thom.


"Suamiku, kenapa pulang-pulang langsung marah-marah?" jawab istri Thomas, Soraya, dengan santai sambil terus membolak balikan halaman majalah itu.



"Apa yang terjadi dengan mu? Bukankah selama ini, kita tidak pernah mengganggu urusan satu sama lain. Kenapa sekarang kamu memulai sesuatu yang tak masuk akal seperti ini?" cecar Thom dengan penuh emosi.


Wanita bernama Soraya itu pun, lalu menutup majalah yang tengah ia baca, dan meletakkannya di atas meja. Ia lalu bangkit berdiri, dan berhadapan langsung dengan sang suami, sambil melilat kedua lengannya di depan dada.


"Aku melakukan ini semua, semata-mata karena peduli dengan hubungan pernikahan kita, Thom sayang." Soraya tersenyum angkuh dengan kepala yang miring ke kiri.


"Cih! Peduli kamu bilang? Siapa yang memulai hubungan tidak sehat ini, dan terus bertahan hingga puluhan tahun, hah!" maki Thom.


Soraya mendekat, dan mengurai kedua lengannya. Ia meletakkan sebelah telapak tangannya di dada sang suami.


Thom memandang tangan itu dan merasa heran dengan sikap tiba-tiba sang istri.


"Aku akui, aku tak bisa hidup tanpa pria-pria penghibur itu. Tapi, aku hanya bermain-main saja dengan mereka, dan tidak memakai perasaan sama sekali. Aku hanya melihatmu seorang, Thom." Soraya menempelkan kepalanya di dada sang suami.


Namun, Thom segera merengkuh pundak sang istri, dan menjauhkan wanita itu dari dirinya.


"Apa yang sebenarnya ingin kamu katakan?" cecar Thom dengan penuh penekanan.


Soraya berbalik, dan kembali berjalan menuju sofa, dan duduk di sana.


Wanita itu lalu mengambil sesuatu dari balik bantal sofa yang ada di belakangnya, dan melemparnya ke atas meja.


"Maksudku adalah itu," ucapnya sambil menunjuk sebuah map coklat besar, yang terlihat penuh dengan sesuatu yang berada di dalamnya.

__ADS_1


"Apa itu?" tanya Thom menatap tajam sang istri.


"Buka dan lihat sendiri!" seru Soraya.


Thom pun berjalan mendekat, dan menatap terus sang istri, lalu mengambil amplop coklat yang berada di atas meja.


Ia mulai mengurai lilitan talinya, dan benar saja, di dalamnya terdapat banyak sekali foto-foto, dan beberapa lembar dokumen.


Thom mengeluarkan sebagian isinya, dan matanya seketika membola melihat apa yang tengah ia pegang saat ini.


"Apa-apaan ini semua?" ucap Thom, sambil melempar foto-foto dirinya dan juga Mira di berbagai tempat dan acara, kembali ke atas meja.


"Dan ini! Maksudnya apa dengan surat wasiat ini? Kau ingin aku cepat mati, hah!" bentak Thom sambil memegang setumpuk berkas yang berasal dari amplop coklat tersebut.


Soraya menyeringai, dan menatap tajam ke arah suaminya.


"Itu bukti kalau kamu berselingkuh dari aku. Kamu hanya bermainan dengan ****** itu saja selama ini, dan menganggapnya lebih dari sekedar wanita bayaran. Bukankah itu namanya selingkuh?" ujar Soraya dengan pemikiran gilanya.


"Selingkuh? Lalu, apa bedanya dengan dirimu yang selalu bergonta ganti pria setiap hari, hah? Apa hubungan kita sejak awal adalah hubungan normal? Dan kamu tahu betul siapa yang memulai ini semua!" balas Thom sengit.


"Kita berdua jelas berbeda. Aku hanya menganggap mereka semua sekedar hiburan, sedangkan kau, kau mulai main perasaan dengan ja*lang itu!" Soraya bangkit dan menatap nyalang sang suami, sambil menunjuk-nunjuk tepat di wajah pria itu.


"Kamu hanya bermain dengan satu wanita saja, seolah kamu ingin menunjukkan betapa cintanya kamu dengan si ja*lang si*alan itu!" bentak soraya dengan suara tinggi.


"Kamu gila soraya! Gila! Sejak awal, kamu sendiri yang meminta untuk tidak mengurusi urusan masing-masing. Aku turuti itu, dan mengesampingkan perasaan ku sebagai seorang suami, yang tak pernah diinginkan oleh istrinya. Tapi, kenapa sekarang kamu seolah menjadi istri yang posesif?" bentak Thom tak kalah emosi.


"Pengacara mu, Tuan Moris." sahut Soraya dengan pekikan.


Thom memundurkan wajahnya dan mengernyitkan kedua alisnya. Dia nampak berpikir apa maksud dari perkataan sang istri.


"Aku sudah tau, kalau kamu dan pengacara mu itu, telah menyusun sebuah surat kuasa, untuk melimpahkan lima persen saham perusahaan kepada si ja*lang itu kan!" teriak soraya.


Thom diam. Kini dia paham maksud sang istri bersikap seperti itu padanya. Semua hanya karena harta, dan bukan murni kecemburuan dari seorang istri.


"Heh … hahahaha … hahahaha …" tawa Thom menggelegar, memecah suasana rumah yang sempat memanas, karena perdebatan kedua orang itu.

__ADS_1


Namun, tawa itu justru terdengar begitu getir, dan terselip kesedihan di dalamnya.


"Bahkan, sampai sekarang pun aku tak pernah ada di hatimu," batin Thom nyeri.


"Hentikan tawamu, Thom. Ini sama sekali tidak lucu," pekik Soraya di tengah gelak tawa Thom.


"Kau lucu, Soraya. Kau sangat lucu … hahahaha … Kau bahkan tak pernah menganggap aku suami mu, tapi giliran soal harta, kau langsung bereaksi. Kau lucu sekali istriku … lucu sekali … hahaha …," Thom pun berbalik dan pergi meninggalkan Soraya yang masih kesal sendirian di ruang tamu.


"Ku*rang ajar! Kenapa sampai mati pun, Sofia selalu saja menganggu hidupku? Dulu kamu merebut milikku, sekarang anakmu. Kali ini, aku harus memberinya pelajaran yang lebih berat. Kita lihat sofia, sampai kapan putrimu bernasib mujur," ucap Soraya dengan wajah memerah menahan amarahnya.


Sementara Soraya masih dengan kemarahannya di ruang tamu, Thom kini telah berada di dalam kamarnya.


Ia nampak tengah menghubungi seseorang, dengan telpon pintarnya.


"Bisakah dipercepat? Aku semakin merasa tidak tenang," ucapnya.


"Baiklah, malam ini juga aku terbang ke sana," ucap orang di seberang.


"Terimakasih. Aku sudah siapkan tempat yang tepat untuk mu. Ku harap kau suka, dan sekali lagi, terimakasih, Tuan Lingga." ucap Thom.


.


.


.


.


Hem … ternyata tuan lingga alias si arya ujug2 tiba2 ada di tanah air, gegara di minta datang sama Thomas lho.


Ada yang sempat bertanya2 nggak sih?😅othor sok iyes deh🤭


Oke, next eps besok lagi yah😄


Mari goyang jempolnya👍

__ADS_1


__ADS_2