Mirage

Mirage
Gaduh


__ADS_3

Tanpa mereka bertiga sadari, Mom Winda tengah berjalan ke arah mereka. Wanita tua itu melihat tiga orang berkumpul dan tengah menempelkan telinga mereka di pintu kamar, yang ditempati oleh Mira dan juga Lingga.


"Ehem!" Mom Winda pun berdehem untuk membuat ketiganya menyudahi aksinya itu.


"Eh … Bos! Selamat pagi, Bos," sapa salah satunya dengan canggung, sambil menggaruk belakang tengkuknya yang tak terasa gatal.


"Sedang apa kalian di depan situ hah?" tanya Mom Winda dengan gaya bossy-nya.


"Ehm … anu, Bos. Itu tadi di dalem kaya ada suara ribut-ribut," sahut cleaning service pertama.


"Maennya ganas banget, Bos," timpal yang kedua.


"Terus, urusannya sama kalian apa? Inget ya, saya gaji kalian itu buat bersih-bersih di sini, bukan malah ngurusin urusan orang lain. Lagian mau mereka ngapain di dalam, nggak ada hubungannya sama kalian juga kan. Sekarang bubar, kembali bekerja!" perintah Mom Winda.


Ketiganya pun memisahkan diri dan kembali ke masing-masing pekerjaan mereka.


Mom Winda masih berdiri di depan pintu, dan melihat ke sekeliling. Setelah dirasa tak ada siapapun, wanita tua itu lalu masuk ke dalam kamar, yang pintunya memang tak terkunci sejak semalam.


Ketika baru saja menyembulkan kepala dari balik pintu, Mom Winda di buat kaget dengan sebuah sticky note yang terlempar ke arahnya, namun meleset dan mengenai dinding di sampingnya.


Mom Winda membulatkan netranya, kala melihat seisi kamar telah kacau balau bak kapal pecah. Ia pun segera masuk dan menutup pintu rapat-rapat.

__ADS_1


"Mira!" panggil Mom Winda dengan suara keras, yang membuat Mira dan juga Lingga menoleh ke arahnya seketika.


"Apa-apaan kalian ini?" tanya Mom Winda menatap ke arah dua orang di hadapannya.


"Mom, dia itu breng*sek! Dia udah berani-beraninya meluk aku pas lagi mabuk. Pasti dia udah manfaatin keadaan," adu Mira.


"Nggak, Nyonya. Sumpah, aku nggak ngelakuin apa-apa. Aku cuma meluk dia doang pas tidur semalem," elak Lingga.


"Ba*ji*ngan! Nggak mau ngaku?" maki Mira yang tak percaya dan masih menutupi tubuhnya dengan selimut tebal.


"Beneran, Mir. Berani sumpah aku cuma meluk kamu doang." Lingga terus membela diri.


Mom Winda dibuat pusing oleh ocehan keduanya. Ia memijat pangkal hidungnya sembari berkacak pinggang.


"Tuan, harusnya kalau mau peluk dia, minta ijin dulu. Atau kau bisa bangun lebih dulu sebelum dia tau apa yang sudah terjadi," ucap Mom Winda kepada Lingga.


"Mom!" keluh Mira yang merasa omongan Mom Winda yang sama sekali tak membelanya, namun Lingga justru tertunduk karena ia merasa bersalah.


"Dan kamu, Mir. Bukankah kamu sudah terbiasa dengan para pria hidung belang. Bahkan bukan hanya pelukan, teripang darat mereka pun sudah pernah masuk ke dalam milikmu. Kenapa kau sangat meributkan perkara tidur berpelukan? Seperti gadis perawan saja!" ucap Mom Winda sarkastik.


Lingga mengulum senyumnya, melihat wajah Mira yang cemberut karena omongan Mom Winda yang sangat telak mengenai harga dirinya.

__ADS_1


"Nggak usah ditutup pake selimut. Lagian pakeanmu masih lengkap kok," tutur Mom Winda yang membuat Lingga dan Mira saling pandang, dan kemudian menatap Mom Winda.


"Kenapa Anda tahu?" tanya Lingga.


"Kok Mom tau?" tanya Mira serempak dengan Lingga.


Keduanya kembali saling pandang. Namun Mira segera memalingkan wajahnya.


"Karena semalam, kalian itu tidur lupa tutup pintunya. Mommy yang menutupnya untuk kalian. Jadi sekarang, Mom juga bisa masuk tanpa perlu kunci cadangan," ucap Mom Winda yang membuat Mira dan Lingga malu seketika.


Mira kembali melempar benda terakhir ke arah Lingga, sedangkan Lingga menghindarinya sembari memegani keningnya.


.


.


.


.


Nah lho...malu kan ketahuan sama Mom Winda😅

__ADS_1


jangan lupa like dan komennya ya


__ADS_2