
Matahari semakin merangkak naik. Kini, Mira tengah menyiapkan sarapan di dapur, sedangkan lingga masih bersusah payah memakai pakaiannya di lantai atas.
"Benar nggak mau ku bantu, Kak?" tanya Mira yang berteriak dari bawah.
"Tidak usah," sahut Lingga.
Mira pun kembali menyibukkan diri di dapur, sambil menunggu Lingga selesai berpakaian. Wanita itu masih memakai pakaian pria itu, karena dia belum pulang ke apartemennya sejak semalam.
Dengan rambut yang masih setengah basah, Mira berkutat di dapur sejak tadi menyiapkan beberapa menu sarapan sederhana yang biasa ia buat.
Beberapa saat kemudian, tiba-tiba Lingga datang dan memeluknya dari belakang, membuat Mira hampir menjatuhkan spatula yang tengah ia pegang.
"Kak! Ngagetin aja deh," gerutu Mira.
"Ehm … maaf," ucap Lingga sambil meletakkan dagunya di pundak wanita cantik itu.
Mira kembali fokus memasak, dan mengabaikan Lingga yang memeluknya dengan posesif, sambil sesekali menciumi leher jenjangnya.
Tiba-tiba, Mira tertegun dan menghentikan gerakannya. Ia teringat kembali akan kenangannya bersama Thomas.
Lingga yang menyadari keanehan Mira pun, lalu menegakkan badannya dan menyentuh pundak wanita itu.
"Kau kenapa, hem?" tanya Lingga dengan lembut, sambil membalikan badan Mira agar menghadap ke arahnya.
Ia melihat jika wanita itu tampak muram kembali. Lingga segera mematikan kompor yang menyala, dan mengajak Mira untuk duduk di kursi yang berada di meja makan.
__ADS_1
Lingga berlutut di depan Mira, sambil menggenggam kedua tangan wanita itu. Ia manatap wajah cantik Mira yang pias tanpa sapuan make up sedikit pun.
"Ada apa, Mir. Apa aku berbuat salah lagi?" tanya Lingga yang terus memandang wajah cantik di hadapannya.
Mira menggeleng pelan. Dia mengerjap-kerjapkan matanya agar genangan di pulupuk matanya tak luruh.
"Aku … aku hanya ingat dengan Thomas, Kak." Mira masih menutup matanya, dan sesekali mengehal nafas berat.
Lingga bangkit berdiri dan memeluk Mira dari samping. Ia menepuk-nepuk lembut punggung wanita itu.
"Aku tau kalian telah bersama cukup lama, dan pasti sudah banyak hal yang kalian lakukan berdua," ucap Lingga.
Pria itu lalu mengurai pelukannya dan membungkuk, mensejajarkan kepalanya dengan Mira, kemudian menangkup kedua pipi wanita itu.
"Tapi, sekarang ada aku di sini. Kita bisa lakukan banyak hal bersama mulai saat ini, dan menggantikan kenanganmu dengan Thomas. Aku sangat yakin, dia tak akan keberatan," ucap Lingga.
"Mira, Thomas mengorbankan dirinya, semata-mata agar kau bisa tetap melanjutkan hidupmu, bukan untuk membuatmu merasa bersalah seperti sekarang ini. Dia akan bahagia di sana, kalau kau juga bahagia di sini. Tapi, kalau kau masih terus bersedih dan menyalahkan diri begini, dia pasti menyesal telah meninggalkanmu. Apa kamu mau dia pergi tidak dengan tenang, hem?" ucap Lingga mencoba memberi pengertian kepada Mira.
Mira nampak tersenyum tipis mendengarkan perkataan Lingga, bak mentari yang mengusir awan hitam. Dia yang beberapa hari ini terus muram dan meratapi kematian Thomas, kini bisa ceria kembali karena ada Lingga yang selalu peduli dan berada di sampingnya.
"Kau benar, Kak. Terimakasih," ucap Mira dengan senyum yang semakin mengembang di bibirnya, meski air mata sempat lolos dari sudut matanya.
Lingga mendekatkan wajahnya ke wajah Mira, dan menempelkan kening mereka. Nafas keduanya saling beradu dan menerpa kulit masing-masing.
"Kau harus ingat, ada aku yang selalu ada di sampingmu. Mengerti?" seru Lingga.
__ADS_1
"Ehm …," Mira mengangguk pelan, dan mereka pun saling tersenyum.
"Baiklah. Sekarang kamu duduk saja di sini, biar aku yang lanjutin masak yah," ucap Lingga yang kembali berdiri tegap di hadapan Mira.
"Nggak ah. Aku mau bantuin juga, Kak," ucap Mira yang juga berdiri dari duduknya.
"Ya udah. Ayo!" ajak Lingga.
Keduanya pun menyelesaikan acara memasak yang sempat terhenti, dan melanjutkannya dengan sarapan bersama di apartemen Lingga.
.
.
.
.
Widih … manis bener😍
Sekarang bawangnya dah ganti jadi gula ye🤭Kemarin di kasih bawang pada kehabisan tisu, jadi sekarang ku kasih yang manis2 dulu😘
jangan bosen yah kalau jalan ceritanya melambat, soalnya othor pengin semua masalah di novel ini jelas, clear, nggak ada yang ke lewat😁
So, tungguin aja next eps nya besok😊
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁