
Petang itu, di sebuah mansion mewah yang terletak di pinggiran kota dengan luas tanah berhektar-hektar, tinggallah seorang wanita yang kini menjadi seorang janda kaya raya setelah ditinggal mati oleh suaminya yang seorang pengusaha besar.
Ya, dialah Soraya Hellena Wiratmaja. Wanita yang tak pernah kedinginan di malam hari, meski suaminya sudah tak ada lagi. Wanita yang selalu bermain dengan para pria penghibur bahkan jauh sebelum Thomas pergi untuk selamanya.
Saat itu, Soraya baru saja selesai mandi, dan terlihat seorang pria yang masih duduk di atas kasur dengan bersandar pada head board.
"Kau tidak pergi? Bukankah tugasmu sudah selesai?" tanya Soraya yang kini duduk di depan meja rias, dengan hanya mengenakan handuk yang terlilit di dadanya.
Pria itu nampak beranjak dari posisinya dan berjalan mendekati wanita tersebut tanpa mengenakan apapun di tubuhnya. Ia meraih handuk yang ada di tangan Soraya dan membantunya mengeringkan rambut.
"Nyonya, biarkan aku menemanimu juga malam ini," ucap pria itu sambil membelai pundak Soraya yang terbuka.
Namun, tatapan wanita itu begitu dingin, dan sama sekali tak merespon sentuhan pria yang berdiri di belakangnya.
Tok! Tok! Tok!
Terdengar sebuah ketukan di pintu, dan membuat fokus keduanya teralihkan.
"Kau mandilah. Uangmu akan ku letakkan di tas meja. Setelah itu kau boleh pergi. Aku masih ada urusan lain," seru Soraya dengan datarnya.
Merasa permintaanya ditolak, pria itu pun segera masuk ke kamar mandi. Soraya pun kembali mengeringkan rambutnya sendiri.
"Masuklah!" terianya pada orang yang sedang berada di depan sana.
Segera, seorang pria yang tak lain adalah pengawal pribadinya, Robert, masuk. Seperti biasa, pria berbadan kekar itu selalu memalingkan wajah setiap kali memasuki kamar majikannya.
"Ada apa?" tanya Soraya.
"Ada yang ingin bertemu dengan Anda, Nyonya," ucap Robert.
"Baiklah, tunggu aku di ruang kerjaku," sahut Soraya.
"Baik. Dan ini ada sesuatu dari pengintai yang kita kirim untuk mengawasi kedua pria itu," ucap Robert sambil menyerahkan sebuah amplop kecil.
Soraya meraihnya, dan melihat isi di dalamnya yang ternyata adalah beberapa lembar foto. Sebuah senyum tersungging di sudut bibirnya.
"Bagus. Seperti dugaan ku. Kita bisa manfaatkan kedua pria itu untuk menghancurkannya. Lanjutkan pengintaian. Kita lihat, sej*lang apa anak si Sofia itu. hahahhahaha …," tawa Soraya seakan menggema di seluruh mansion besar tersebut saat mendapat sebuah kabar dari anak buahnya.
Setelah memberikan laporan kepada sang majikan, Robert pun kembali keluar dan meninggalkan Soraya di dalam sana.
Wanita itu kemudian berganti pakaian dan bersiap menemui orang yang dikatakan oleh Robert sebelumnya.
Di sebuah ruang kerja yang terdapat di dalam mansion keluarga Wiratmaja, nampak seorang pria tengah duduk bersandar, dengan kedua lengan yang terbentang ke samping dan betopang kaki.
Dia nampak menatap ke sekeliling, dan merasa takjub dengan apa yang ia lihat saat itu.
"Mewah banget. Gue bisa dapat uang bangak kalau bisa kerja sama orang ini," ucapnya.
Tak berselang lama, seorang wanita dengan gaya elegan glamour, masuk ke ruang tersebut diikuti oleh pria bernama Robert.
Wanita yang tak lain adalah Soraya, nyonya besar di mansion itu, duduk di kursi kerjanya.
__ADS_1
"Robert, bisa kau jelaskan siapa orang ini?" tanya Soraya yang merasa tak senang dengan sikap pria itu yang terlihat urakan.
"Maaf, Nyonya. Dia baru saja keluar dari rumah tahanan, jadi sikapnya masih sangat liar," papar Robert.
"Baiklah. Jadi, siapa namamu?" tanya Soraya pada pria asing itu.
Pria tersebut kemudian berdiri, dan mendekat ke arah wanita yang tengah duduk di belakang meja kerja di ruangan itu.
"Apa Anda lupa dengan saya, Nyonya?" tanyanya.
Soraya mengernyitkan kedua alisnya, seakan tengah mengingat siapa pria yang berdiri di depannya.
Apa mungkin salah satu pria penghangat ranjangku? batin Soraya menerka.
"Siapa kau?" tanya Soraya dengan tatapan tajamnya.
"Aku Erik. Orang yang dulu kau jebloskan ke penjara, karena adikku melarikan diri saat dijual olehmu," ungkap pria itu.
"Erik?" Soraya masih belum bisa mengingatnya.
Namun, tak berselang lama, kedua matanya membulat saat mengingat suatu kejadian di masa lampau.
"Kau, anak tiri sofia yang menjual adikmu demi hutang. Iya benar, kau lah orangnya," seru Soraya dengan seringainya.
...Erik ( Kakak tiri Mari )...
Malam hari di The Royal Blossom, tepatnya Royal Rose Tower, unit di mana Lingga dan Mira kini tinggal bersama.
Malam telah larut, dan keduanya pun tengah tertidur. Namun, Mira nampak begitu gelisah dan dia bahkan bergumam dalam tidurnya.
"Tidak … jangan … lepaskan aku … Kak, tolong … jangan, kak … tidak … tidak … tolong aku, Kak … Kak … KAAAAAAK!" pekiknya dengan sangat keras.
"Mir, kamu kenapa?" tanya Lingga yang sedari tadi mencoba membangunkan wanita itu, hingga akhirnya ia memekik keras dan membuka matanya lebar-lebar.
Nafasnya tampak terengah-engah, dan degup jantungnya terasa tak beraturan. Keringat dingin bercucuran dari pelipisnya dan membasahi bantal yang ia gunakan sebagia alas kepala.
Mira bangun dan duduk, bersandar di head board. Ia mengusap kasar wajahnya hingga berakhir di tengkuk.
Ia menoleh ke samping, dan meraih air minum yang selalu ia siapkan sebelum tidur. Mira meneguk air tersebut hingga tandas. kemudian ia meletakkan kembali gelas itu ke atas nakas.
"Kamu kenapa, Mir? Mimpi buruk?" tanya Lingga yang merasa khawatir dengan wanitanya.
"Ehm … mimpi itu datang lagi. Padahal, sudah sebulan lebih aku tak lagi memimpikan hal menakutkan itu," jawab Mira sambil mendongakkan kepalanya yang bersandar di head board.
Lingga mengusap lembut puncak kepala Mira, dan menuntunnya agar bersandar di bahu kekarnya.
"Itu cuma mimpi. Kamu tenang lah," ucap Lingga dengan entengnya.
Mira menarik kepalanya dari bahu Lingga, dan menatap tajam pria di sampingnya.
__ADS_1
"Kamu nggak tau apa-apa, Kak. Jadi jangan bicara seolah-olah kamu tahu semua," seru Mira dingin.
"Maaf, Mir. Bukan maksudku menyepelekan. Oke, aku memang tak tahu apa yang ada di mimpimu, tapi sekarang kau sudah bangun. Sudah tak apa-apa lagi kan," sahut Lingga mencoba menjelaskan.
"Yah … kau memang tak pernah tau apa-apa tentangku sejak pergi begitu saja waktu itu," sindir Mira yang membuat Lingga merasa tidak nyaman.
Pria itu pun diam. Dia tak ingin salah bicara lagi, dan memilih untuk mendengarkan terlebih dulu perkataan Mira.
"Hah … apa kamu tau, Kak. Hampir setiap malam, aku selalu memimpikan hal yang sama selama bertahun-tahun. Kejadian saat aku dijual lima tahun yang lalu, selalu saja menghantui di setiap malam ku. Jika Thomas masih ada, dia pasti akan membenarkan perkataanku," tutur Mira dengan memejamkan matanya dan mengatur nafas yang belum juga kembali tenang.
Lingga merasa bersalah karena mengungkapkan pendapatnya sendiri tanpa tau kenyataan yang telah dialami oleh Mira.
Dia pun meraih tangan wanitanya, dan menggenggamnya erat.
"Maafkan aku, Mir. Aku yang salah karena menggampangkan masalahmu," ucap Lingga sembari membelai lembut pipi si ratu esnya.
"Aku juga nggak tau kenapa, mimpi itu selalu saja datang. Aku harusnya terbiasa, tapi setiap kali mimpi itu datang, aku selalu saja ketakutan." Mira masih memejamkan matanya, dan menenangkan debaran jantungnya yang masih tak beraturan.
"Namun, sudah sebulan lebih semenjak aku pulang dari negara K, mimpi itu seolah menghilang bersamaan pertemuan kita kembali, Kak," ucap Mira yang menatap wajah prianya.
"Aku merasa, kau adalah penangkal mimpi burukku. Tapi hari ini, setelah sekian lama, kenapa mimpi ini malah muncul kembali," lanjutnya.
Lingga merasa penasaran dengan mimpi yang Mira alami itu.
"Apa yang ada di dalam mimpi itu, Mir?" tanya Lingga.
"Seorang wanita … seorang wanita yang dulu membawaku pergi ke tempat di mana aku hampir diperk*sa," sahut Mira.
.
.
.
.
Eh erik dah nongol lagi … jadi selama ini dia dipenjara toh.
Erik : kenapa?😡
Ampun dah galak bener. Elu kenapa masuk bui, bang?
Erik : Elu yang masukin, napa juga elu yang tanya😡
Yaelah ini orang … bagi cerita ke pembaca maksudnya.
Erik : ntar nunggu flash back😡
Idih … pede bener. kagak ada flash back buat elu. Galak bener nih orang.
Kalian nggak boleh galak2 yah😁hari senin lho ini, jangan lupa vote ke sini😊
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁