
Tepat saat itu, seseorang menerobos masuk, dengan menendang salah seorang penjaga yang tengah berjaga di depan pintu kamar, hingga terpental masuk ke dalam ruangan itu, dan mengagetkan pria yang tengah menelan*jangi Mari.
Orang itu mengepalkan tangannya dan terlihat begitu emosi kala melihat gadis yang berada di atas ranjang dalam keadaan setengah telan*jang, dengan baju seragam yang telah terbuka semua kancing-kancingnya, dan memampangkan kain pembebat buah dadanya. Sedangkan roknya sudah terangkat ke atas dan memperlihatkan kain segita penutup bagian intim gadis itu.
"Baji*ngan!" pekiknya yang kemudian menyerang pria yang berada di atas tubuh Mari yang masih tergolek lemas.
Pukulan membabi buta pun tak bisa dihindari oleh pria itu, karena orang tadi terus memukulinya tanpa ampun.
"Kurang ajar! Brengsek! Beraninya kau menyentuh gadisku!" makinya sambil terus melayangkan pukulan demi pukulan ke arah pria yang telah babak belur tersebut.
Ya, orang tengah memukul itu tak lain adalah Lingga. Sebuah kebetulan, saat itu Mari dibawa ke tempat di mana Lingga berada.
Para pria bertubuh besar itu membawanya ke sebuah kamar di dalam klub malam yang saat itu dikunjungi oleh Lingga.
Pria itu tak sengaja berpapasan dengan Mari yang diseret menuju ke sebuah lorong, di mana terdapat banyak kamar-kamar layaknya yang ada di paradise fall, saat dirinya baru saja keluar dari kamar mandi.
Lingga pun mengikuti mereka dan beruntungnya, Mari belum sempat dijamah oleh pria yang membelinya.
__ADS_1
Puas memukuli laki-laki asing itu hingga babak belur, Lingga mencoba menghubungi Nicholas untuk membereskan semua kekacauan yang ia perbuat, dan membawa Mari ke rumah sakit untuk menghilangkan efek obat perang*sang yang ada di tubuhnya.
Lingga sedih melihat Mari kecilnya yang tergolek lemas, dengan pakaian yang hampir terlepas seluruhnya. Dia pun mendekat dan menutupi tubuh gadis itu dengan selimut.
Dia berjalan keluar saat para penjaga keamanan datang dan memintanya untuk datang ke ruangan sang pemilik klub.
Lingga menoleh sejenak ke belakang, melihat Mari yang masih terlihat tak berdaya.
"Bawa pergi orang-orang ini dulu, agar mereka tak menyentuh anak kecil itu lagi. Setelah itu, baru aku akan ikut kalian," ucap Lingga kepada para penjaga keamanan klub.
Mereka pun memerintahkan anggotanya, untuk membawa pergi orang-orang itu. Setelah melihat kondisi sudah aman, Lingga pun menutup pintu kamar dan meninggalkan Mari seorang diri di sana, hingga Nicholas datang.
Cukup lama dia berada di sana, hingga Nicholas pun menyusulnya ke tempat itu.
"Nich, kenapa kamu malah di sini? Siapa yang menjaga kamar itu?" tanya Lingga kepada sang asisten saat Nicholas memasuki rungan pemilik klub.
"Maaf, Tuan. Tapi saat saya datang tadi, di kamar itu tidak ada siapa-siapa," tutur Nicholas.
__ADS_1
"Apa?!" pekik Lingga yang merasa kecewa karena kembali kehilangan Mari kecilnya.
.
.
.
.
Begitulah kejadian lima tahun lalu pas si nyai dijual ama kakak tirinya.
Masih ingat nggak di eps dua, sama pas nyai di unboxing sama Thomas kan bajunya beda. nah ini dia penjelasannya.
yang pertama gagal, yang ke dua sukses membuat Mari hancur. Ada yang penasaran sama wanita cantik yang ada di dalam mobil Van?🤔
Next eps besok ya😎
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁