Mirage

Mirage
Dia sudah datang


__ADS_3

"Elu?!" tanya Mira yang terkejut meliht sosok yang terasa familiar, namun sangat berbeda dari yang biasa dia lihat.


"Apaan? Awas minggir! Tamu nggak disuruh masuk. Nggak sopan banget!" gerutu tamu yang baru saja dateng itu.


Mira hanya diam dan memandangi orang tersebut dengan tatapan heran.


"Wah … enak juga ya apartemen lu, Mir. Tajir banget ya lu sekarang. Pantesan aja lu resign dari paradise fall," ucap orang itu yang saat ini duduk di ruang tamu.


Mira pun kini berdiri di hadapannya sambil berkacak pinggang.


"Eh, Bapuk! Elu main nyelonong aja jadi orang. Sopan dikit napa," keluh Mira kepada tamunya yang tak lain adalah Tania, rekan sekaligus rivalnya di tempat kerja.


"Ya lagian, elu pake acara bengong aja di depan pintu. Bukannya nyuruh masuk kek, duduk kek, bikinin minum kek," sindir Tania.


"Hah … keknya gue salah minta tolong elu buat ke sini deh," rutuk Mira yang berjalan ke arah dapur dan membuatkan minum untuk tamunya.


Sedangkan Tania, dia justru mengekor Mira dan ikut masuk, lalu duduk di meja makan yang berada di depan dapur.


"Kenapa tadi lu bengong pas gue dateng?" tanya Tania.


"Kek lihat hantu gue. hahahaha …," kelakar Mira.


"Si*lan lu. Cantik gini dibilang hantu," gerutu Tania.


Matanya mengedar ke sekeliling tempat tinggal rekannya tersebut, sambil mengagumi kemewahan yang ada di dalam unit apartemen itu.


"Gue baru lihat elu yang kek gini tau. Ternyata bener apa kata yang lain, kalo elu itu cantik cuma kalo malem doang, kalo siang nggak kelihatan orang. Hahahaha …." Mira kembali berkelakar, menertawakan penampilan Tania yang sangat kontras dengan image-nya yang adalah seorang kupu-kupu malam.


"Eh, Semok. Kalo malem itu tuntutan pekerjaan, jadi ya gue mesti cantik lah. Kalo siang, emangnya gue mau cantik buat siapa? Dikiranya elu yang tinggal bareng gini sama pelanggan. Kan nggak," jawab Tania yang selalu saja apa adanya.


"Iya juga sih. Sekali-kali coba deh elu cari pelanggan yang kek gue gini, jadi kalo siang lu nggak kaya demit gitu, hahahahaha …," Mira kembali berkelakar mengejek rekan sesamanya tersebut.


"Si*lan lu. Udah mana minuman gue. Haus nih," keluh Tania.


Bukan maksud Mira untuk mengejek, namun penampilan Tania saat di luar paradise fall, sunggung berbanding terbalik dengan saat dia menjadi ladies di sana.


Sekilas tak ada yang salah dengan penampilannya yang casual, sama halnya dengan Mira yang selalu tampil cantik dan elegan di manapun dia berada, meski dalam balutan busana yang santai.


Hanya saja, jika dibandingkan dengan image seksi dan nakal dari seorang Tania, ladies paradise fall, penampilannya saat ini sangat jauh dan hampir tak terlihat pada wanita yang saat ini tengah bertandang ke apartemen Lingga.




Penampilannya saat ini, cenderung terlihat terlalu santai dan bahkan tertutup. Jauh dari kesan seksi seperti yang biasa Mira lihat.

__ADS_1


"Nih minuman lu. Gue tinggal mandi bentar. Lengket banget badan gue," ucap Mira sambil menyodorkan segelas honey lemon ice ke hadapan Tania.


"Jorok banget, jam segini baru mandi. Dah kering dah tuh," ejek tTania.


"Apaan kering. Emang gue ngapain sampe basah hah?" elak Mira.


"Pikir aja sendiri. Cowo cewe berdua doang, kalo nggak basah-basahan, apa lagi emang?" sindir Tania sambil meneguk minuman dinginnya.


"Gila lu. Dasar pikiran lu semuanya mesum doang," keluh Mira yang berjalan ke atas.


"Kalo nggak mesum, gue alih profesi aja," gumam Tania.


Mira tak lagi terlihat karena sudah masuk ke kamar dan mengunci pintunya. Tania berjalan ke arah dapur dan membuka lemari pendingin yang ada di sana.


"Hem … orang kaya kulkasnya sepi amat, ck!" keluh Tania yang tak mendapati banyak makanan di dalam sana.


Dia pun akhirnya mengambil sebuah apel hijau dari dalam lemari pendingin, dan membawanya menuju ke meja makan.


Dia tak duduk di sana, melainkan mengambil minumannya dan berjalan menuju ke ruang tengah, di mana terdapat TV flat yang sangat besar dan menarik perhatian Tania.


"Wuih … gedenya nih TV. Berapa duit yak. Kalo dibawa ke kontrakan gue, keknya nggak muat deh," gumam Tania yang memperhatikan benda pipih itu dari jarak yang cukup dekat.


Dia pun kemudian duduk di sofa yang ada di depan TV, dan meletakkan minuman di atas meja, sedangkan apelnya ia pegang untuk kemudian dimakan.


Tania meraih remot TV. Betapa antusiasnya wanita itu melihat tayangan yang begitu banyak tersedia di sana.


Wanita itu terus mengganti saluran TV yang ada dan semakin membuatnya merasa betah.


Saat dirinya sedang asik menikmati tayangan reality show yang berasal dari negeri gingseng, tiba-tiba terdengar ketukam dari arah luar.


Tania hanya menoleh sekklas. Namun, kemudian dia tak menghiraukan ketukan tersebut dan kembali fokus ke depan TV.


Namun, ketukan itu terus saja terdengar hingga membuat salah satu ladies Mom Winda itu terusik.


"Ck! Siapa sih. Ganggu banget!" keluh Tania.


Dia menoleh ke atas, namun Mira tak kunjung terlihat.


"Si Mira lama benget lagi mandinya. Gue lihat aja deh, kali aja tukang anter makanan. Hehehee …," gumam Tania.


Wanita itu pun berjalan ke arah pintu dan membukanya. Terlihat seorang pria yang sama sekali tidak ia kenal.


Tania melihat pria itu dari atas ke bawah dengan tatapan menyelidik. Wanita itu pun melongokkan kepalanya ke luar dan melihat ke anan dan kiri, namun tak menemukan apapun.


"Bukan kurir makanan?" tanya Tania.

__ADS_1


Pria itu hanya menggeleng.


"Terus ngapain di sini?" tanya Tania ketus.


"Ini tempat tinggal Mari kan?" tanya pria itu.


"Mari? nggak ada yang namanya Mari di sini. Salah alamat!" ucap Tania yang seketika menutup pintu itu rapat-rapat tepat di depan wajah pria asing tadi.


Tania berjalan kembali ke arah ruang tengah. Bertepatan saat itu, Mira muncul dari atas dan melihat rekannya terlihat berjalan sambil menggerutu.


"Lu kenapa, Tan? Kesambet?" ledek Mira yang berjalan ke dapur dan mengambil air minum.


"Si*lan lu. Itu tadi ada orang aneh ketuk-ketuk pintu lu," ucap Tania yang telah duduk kembali di depan TV.


"Hem … orang aneh? Maksudnya?" tanya Mira bingung.


Wanita itu kemudian membawa minumannya dan berjalan menghampiri rekannya yang terlihat masih kesal.


"Ya aneh aja. Coba bayangin, di luar lagi panas banget , tapi dia malah pake jaket, warna hitam pula. Dah gitu hoodie-nya juga di pake," tutur Tania.


Mira seketika membeku mendengar penggambaran yang baru saja dituturkan oleh rekannya itu.


"Udah gitu, ternyata dia salah alamat. Gue kira kurir makanan. Ya kali aja gitu, lu baek hati mesenin gue makan. Eh, ternyata nyari orang," lanjut Tania yang tak melihat seberapa pucatnya waja Mira saat ini.


"Si … siapa yang dicari?" tanya Mira yang mulai gemetaran.


"Mari! Dia nanya ini tempat Mari apa bukan. Ya gue bilang bukanlah, orang di sini adanya Mira juga …,"


PRAAANG!


Tania menghentikan celotehannya, dan terkejut mendengar benda pecah dari arah temannya berada.


"Mir? Lu kenapa?" tanya Tania.


Dia segera berlari ke arah Mira yang berdiri di samping meja makan, sambil tangannya mencengkeram pinggiran meja itu dengan kuat.


Gelas yang ia bawa tadi pecah luluh lantak di lantai, karena terjatuh begitu saja dari genggaman Mira.


"Dia sudah sampai sini,"


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁


__ADS_2