Mirage

Mirage
Sebuah tragedi


__ADS_3

Pria itu mengulurkan tangan kanannya dengan telapak tangan yang menengadah ke atas, meminta kunci mobil dari Mira.


"Wah … kau sekarang perhitungan sekali ya. Saat aku minta uang baik-baik, kau sama sekali tak peduli. Sekarang, aku mau jual mobilmu, kau malah memintanya kembali." ujar Mira yang tak percaya dengan apa yang dikatakan Thomas padanya.


Mira kembali menatap tajam ke arah Thomas, dan memberikan kunci mobilnya dengan kasar ke atas tangan pria itu.


"Nih, ambil! Aku juga bisa dapetin lagi yang jauh lebih bagus dari pendukung baruku. Aku anggap ini terakhir kali kita bertemu, Thom. Jangan pernah temui aku lagi," ucap Mira kesal sambil membuang mukanya.


Niat hati, Mira hanya ingin merajuk agar Thom tidak mengacuhkannya lagi. Namun, tak disangka, Thomas justru langsung masuk ke dalam mobil sport itu, dan melajukannya keluar dari sana, meninggalkan Mira yang masih tak percaya dengan apa yang dilakukan Thomas.


"Dasar laki-laki, semuanya brengsek! Pergi sana, yang jauh sekalian. Aaarrrghhhh …," maki Mira saat mobil itu telah menghilang dari pandangannya.


Mira lalu pergi dari tempat itu, dan bergegas menuju Lift. Dia berencana akan kembali ke apartemennya, dan duduk di tempat favoritnya.


Ketika di dalam lift, dia teringat akan ponselnya yang berada dalam mode senyap.


"Hah … apa dia marah karena gue mengabaikan panggilannya," gumam Mira saat melihat banyaknya panggilan masuk dari Thomas.


Dia menyandarkan punggungnya ke dinding lift, dan tepat saat itu, ponselnya kembali menyala dan sebuah panggilan masuk ke ponselnya.


Mira yang kebetulan melihat pantulan dari dinding di depannya pun, kemudian melihat ponselnya yang sedari tadi ia pegang.


"Siapa?" tanya Mira ketika melihat nomor asing di layar.


Dia pun mengangkatnya dengan malas, namun dia buru-buru menjauhkan telepon pintarnya dari telinga, karena tiba-tiba ia mendengar sebuah jeritan yang cukup keras dari seberang sambungan.


Mira segera menempelkan lagi ponselnya, setelah merasa kembali sunyi.


"Halo," sapa Mira.


"Ma ... Mari? Apa ini benar-benar kau, Mari?" tanya orang di seberang yang terdengar begitu ketakutan dan khawatir.


"Maaf, Anda salah orang!" Mira segera menjauhkan ponsel dari telinga.

__ADS_1


"MIRA!" panggil suara itu lagi yang membuat Mira kembali menempelkan ponsel ke telinganya.


Sayup-sayup Mira mendengar keributan di seberang sana.


"Siapa Anda?" tanya Mira penasaran.


"Aku Lingga. Kamu di mana sekarang? Apa kau naik mobilmu? CEPAT KATAKAN!" bentak orang di seberang yang tak lain adalah Lingga.


"Lingga?" gumam Mira pada dirinya sendiri.


"Aku sedang di apartemen. Mobilku dibawa pergi Thom tadi. Memang kenapa, hah?" jawab Mira kefus.


"Thomas? Tidak, Thomas! THOMAS!" teriak Lingga di ujung sambungan.


Mira tak mengerti dengan pria aneh yang tinggal di sebelahnya itu. Namun, sambungan rupaya tak terputus, dan masih memperdengarkan apa yang terjadi di seberang sana.


"Bising sekali," gumam Mira yang terus mendengarkan suara dari balik ponselnya.


"Tolong. Tolong selamatkan dia."


"Anda mengenalnya?"


"Aku mengenalnya. Dia thomas. Tolong selamatkan dia"


Mira menghentikan langkahnya, ketika mendengarkan percakapan antara kedua orang di seberang telepon.


Sayup-sayup terdengar bunyi sirine ambulance, yang semakin membuat Mira gelisah.


"Thomas?" gumam Mira.


"Halo! Halo, Tuan Lingga. Anda di mana sekarang? Tuan Lingga?" panggil Mira, berharap orang yang menelponnya bisa menjawab.


Saat itu, tampak dua orang tengah berjalan ke arahnya. Sepertinya itu salah satu penghuni unit yang ada di lantai yang sama dengan Mira.

__ADS_1


"Kecelakaannya mengerikan sekali ya," ucapnya.


"Iya. Katanya mobil sprot merahnya menerobos lampu merah, terus ketabrak truk dan terseret," sahut yang lainnya.


Mira yang mendengar hal itu, seketika melemas. Ponselnya pun luruh dari genggamannya dan jatuh ke lantai.


Kedua orang itu pun terkejut, dan berhenti di dekat Mira. Salah satunya berjalan menghampiri wanita cantik itu, dan mengambilkan ponselnya.


"Maaf, ini ponsel Anda terjatuh," ucapnya sambil menyodorkan ponsel milik Mira.


"Ta ... tadi, Anda bilang ke ... kecelakaan?" tanya Mira yang bahkan tak peduli lagi dengan ponselnya.


Tetangganya itu melihat ekspresi Mira yang sepertinya begitu terkejut.


"Iya benar. Ada kecelakaan di persimpangan lampu merah di depan sana," jawab si tetangga.


"Mo … mobil …," tanya Mira menggantung.


" Ehm, katanya sih mobil sport merah. Apa Anda mengenal pengemudinya? katanya seorang pria tua. Mungkinkah itu ayah …," ucap si tetangga.


"Terimakasih," potong Mira yang langsung menyambar ponselnya dari tangan tetangganya itu, dan berlari mengejar lift.


.


.


.


.


Next eps besok lagi😊


Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁

__ADS_1


__ADS_2