Mirage

Mirage
Relakan dia


__ADS_3

Apartemen The Royal Blossom,


Mira yang terus histeris dan menangis setiap kali mengingat Thomas, membuat kondisinya begitu mengkhawatirkan.


Lingga terpaksa menyeret wanita itu agar mau pulang ke rumah, dan mengistirahatkan tubuhnya.


"Lepas! Aku mau menemaninya di sana!" pekik Mira saat pria itu memanggulnya di pundak, memasuki lift untuk naik dan menuju ke apartemen wanita itu.


Sesampainya di dalam apartemen Mira, Lingga membawanya masuk ke dalam kamar. Ia menurunkan wanita itu di atas tempat tidur, namun Mira segera bangkit dan berlari ke arah pintu.


Lingga menariknya dan membawanya kembali ke atas tempat tidur. Wanita terhempas ke atas kasur dan Lingga segera mengungkungnya.


"Lepas! Aku mau di sana," ucap Mira sambil memukuli pundak Lingga.


"Aku akan terus seperti ini kalau kamu tak mau tenang, Mir. Aku nggak akan biarin kamu ngerusak nama baik Thomas dan mempermalukan dirimu sendiri di sana." Lingga dengan kuat membentengi wanita itu dengan tubuhnya, agar Mira tak bisa pergi ke mana-mana.


"Breng*sek! Aku mau menemani Thomas untuk terakhir kalinya. Apa kau tak mengerti juga, hah!" bentak Mira tepat di depan wajah Lingga.

__ADS_1


"Sebagai apa? Sebagai apa kau menemaninya di sana, hah?" sahut Lingga tak kalah keras, membuat Mira bungkam seketika.


Wanita itu memalingkan wajahnya dari pria yang masih berada di atasnya. Air matanya kembali mengalir dari suudut mata.


Lingga membuang nafas kasar, melihat Mira yang kembali menangis. Rasanya, ia ingin sekali membuat wanita itu amnesia, agar tak lagi mengingat kejadian yang menimpa Thomas.


"Ingat, Mir. Kamu bukan siapa-siapa Thomas. Bukan saudara, bukan anak, kamu itu hanya wanita malam yang ia beli," ucap Lingga dengan nada yang melembut, namun begitu menusuk hati.


Mira memejamkan matanya mendengar perkataan pria itu. Dia sadar dan mengakui sepenuhnya hal tersebut.


"Tenangkan dirimu, kuatkan mentalmu, jernihkan pikiranmu. Doakan saja dia, agar damai di sana. Hiduplah dengan baik, agar dia bisa tenang meninggalkan mu di sini," ucap Lingga sembari mengusap puncak rambut Mira.


Wanita itu tak lagi berontak. Dia menangis dalam diamnya, sambil punggung tangan kanannya menutup bibirnya.


Lingga pun turun, dan berbaring di sampingnya. Namun, Mira memiringnkan tubuhnya dan membelakangi Lingga, sehingga pria itu bisa dengan leluasa mendekap Mira dari belakang.


Dengan lembut, pria itu terus menemani Mira yang masih terguncang atas kejadian mengejutkan itu.

__ADS_1


Mira terus menangis dalam pelukan Lingga, hingga ia kelelahan dan kembali tertidur. Lingga terus menemaninya, dan terus mendekap erat wanita esnya yang tengah rapuh itu.


Lama menemani Mira, Lingga pun ikut tertidur dengan posisi yang sama. Ia terus mendekap Mira, dan menjaganya agar tetap berada di sana.


Beberapa saat kemudian, ia terbangun karena mendengar Mira merintih dalam tidurnya. Pria itu pun kembali mengusap-usap kepala Mira dengan lembut, agar wanita itu kembali tenang dalam tidurnya.


"Istirahatlah. Besok jika kau siap, aku akan ajak kau ke pemakaman," ucapnya sambil mengecup puncak kepala Mira.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁

__ADS_1


__ADS_2