Mirage

Mirage
Katakan ini bohong


__ADS_3

Sebuah tangan menepuk bahu Mira, saat perempuan itu tengah gundah.


"Mir," panggilnya yang sontak membuat Mira menoleh.


Mira pun terkejut dengan kehadiran orang itu. Namun belum juga keterkejutannya menghilang, perhatian mereka teralih kala dokter berjalan keluar menuju ke arah orang-orang yang menunggu di depan ruang operasi.


Nampak wanita anggun itu bertanya kepada sang dokter. Namun, dokter tak menjawab, dan hanya mengelengkan kepalanya pelan sambil tertunduk.


Wanita itu seketika histeris, dan mendadak pingsan.


Mira seolah tahu apa yang terjadi, dan kakinya seketika melemas.


"Thom," gumamnya dengan tatapan nanar melihat ke arah ruang operasi


Tak lama kemudian, brangkar pasien keluar dengan seseorang yang berada di atasnya, telah tertutup sepenuhnya oleh kain putih.


Ranjang itu didorong ke arahnya yang tengah bersembunyi di balik dinding. Semua orang pun turut mengikutinya hingga menghilang di persimpangan lorong rumah sakit.


Air mata Mira luruh di pipinya. Hatinya sakit melihat hal itu. Meski ia belum memastikan siapa orang itu, namun batinnya seolah tahu siapa sosok yang telah terbujur kaku itu.

__ADS_1


"Mir," panggil orang tadi sambil memegangi bahu Mira yang nampak bergetar.


Mira menoleh, dan sektika mencengkeram kerah baju orang itu.


"Katakan kalau itu bukan dia," ucap Mira menatap tajam ke arah orang yang tak lain adalah Lingga.


"Mir!" Lingga mencoba membuat wanita itu tenang.


"Cepat katakan kalau itu bukan Thomas! CEPAT KATAKAN!" pekik Mira, seiring jerit tangisnya yang pecah di depan pria itu.


"Katakan kalau itu bukan dia. Aku mohon, katakan itu bukan dia," pinta Mira.


Cengkeraman wanita itu melemah. Kakinya terasa begitu lemas, hingga ia luruh ke bawah dan bersimpuh di lantai.


Lingga merengkuh kedua pundak wanita itu, dan menyandarkan kepala Mira di dadanya. Pria itu menepuk-nepuk pelan punggung Mira yang berguncang, berusaha memberikan kekuatan kepada wanita itu.


"Tenanglah. Relakan dia. Dia sudah berada di tempat terbaiknya di surga," ucap Lingga.


"Nggak! Nggak mungkin. Aku … aku nggak percaya. Katakan kalau ini semua bohong. Kalian cuma lagi nge-prank aku, please. Aku mohon," ratap Mira dalam pelukan Lingga.

__ADS_1


Lingga tak kuasa berkata apapun lagi. Yang ia bisa kini hanya memberikan sandaran kepada Mira, karena saat ini ia pasti sangat terguncang, karena harus menerima kenyataan bahwa orang yang dianggapnya berharga selama ini, telah pergi untuk selamanya meninggalkan dirinya sendirian lagi.


"Aku gak mau sendiri lagi, Thom. Aku mohon katakan ini semua tidak benar. Aku takut kembali seperti dulu," ucap Mira di tengah isak tangisnya.


"Ada aku, Mir. Aku yang akan selalu menjagamu," seru Lingga.


Tiba-tiba, isak Mira berhenti, dan seketika wanita itu mendorong tubuh Lingga hingga terjungkal ke belakang dan jatuh terduruk di lantai.


"Kau … kau pasti tau sesuatu. Iyakan!" ucap Mira dengan penuh penekanan.


Giginya terdengat gemeletuk, dan rahangnya mengeras. Wajahnya nampak merah padam, dengan tatapan yang tajam seolah tengah menuntut penjelasan atas apa yang terjadi saat ini.


.


.


.


.

__ADS_1


Hadoooohhhhh ... bawangnya banyak guys 🤧🤧🤧 siapin tisu jan lupa ye 🤧🤧🤧 othor nulisnya sambil srodat srodor nih idung.


Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁


__ADS_2