
Kini ketiga orang itu sudah berada di pesawat, untuk perjalanan pulang.
Perjalanan panjang, yang cukup lama dan melelahkan, membuat mereka memilih melaluinya dengan berkelana ke alam mimpi masing-masing.
Hingga akhirnya, saat pagi menyapa, pesawat yang mereka tumpangi sudah mendarat dengan selamat. Dan kini mereka sudah sampai di mobil, dengan pak Tejo yang sudah menjemput mereka.
"Arka, kau pesan taksi saja. Aku dan Marisa ada urusan," ucap Kenzo.
"What!? Kau membuangku, setelah mendapatkan yang cantik?! Kau benar-benar jahat! Dasar tidak setia kawan!" umpat Arka yang sama sekali tak Kenzo perdulikan.
"Tidak perlu menyewa taksi, sebentar lagi jemputan khususmu akan datang," sahut Marisa sambil mengedipkan matanya pada Arka.
"Mati aku! Firasatku mengatakan akan ada hal buruk, sebentar lag—"
"Hai, Arka!" sapanya dengan senyum yang merekah di wajah cantiknya.
"Mimpi buruk sudah datang," gumam Arka.
"Arka... jaga dia dengan baik, ya. Jika lecet sedikit saja, kau akan berhadapan denganku!" canda Marisa, yang di dukung dengan anggukan dari Kenzo.
"Marisa...! Aku padamu!" seru Gea sambil memberikan kiss bye pada Marisa.
"Ayo, aku akan mengantarmu pulang," ucap Gea dengan senyum manisnya.
Namum Arka tetap bergeming, dan tidak beranjak dari tempatnya.
"Kenapa?" tanya Gea.
"Mana mobilmu?" tanya Arka dengan bingung.
__ADS_1
"Apa kau tidak lihat itu? Kita akan naik itu!" tunjuk Gea pada sebuah motor matic berstiker Doraemon.
"What?! Kita naik... itu?" mata Arka membola seketika. Bukan karena itu sebuah motor, melainkan gambar Doraemon lah yang membuatnya ilfill dengan motor itu.
"Ya sudah kalau kau tidak mau, aku telepon Marisa saja!"
"Eits... tidak perlu. Ayo pulang," cegah Arka yang langsung berjalan menuju motor matic itu. Untung saja tadi kopernya sudah dia taruh di mobil Kenzo, jadi dia tak repot untuk membawa koper dengan sepeda motor imut itu.
"Kau bisa menyetir?" tanya Gea.
Arka hanya menggeleng. Dia bisa menyetir, tapi hanya untuk mobil. Sedangkan motor? Dia tidak bisa.
"Kalau begitu aku saja," Gea segera naik ke motornya setelah memakai helm berstiker Doraemon miliknya, "Ini helmmu," Gea menyerahkan helm yang sudah dia siapkan untuk Arka pakai.
"Kau menyuruhku memakai benda ini?! Ini untuk perempuan, Gea..."
"Tidak usah ngebut-ngebut, aku trauma dengan yang namanya ngebut!" serunya, namun Gea sudah terlanjur melajukan motornya membelah keramaian jalan raya.
Namun setelah beberapa saat motor itu melaju, Arka merasa motor itu melaju dengan lambat.
"Bukannya tadi kau bilang, kau mau ngebut?" seru Arka untuk bertanya pada Gea.
"Ini sudah ngebut, tau...!" balas Gea sewot.
"What?! Benar-benar definisi ngebut yang sangat berbeda dengan Marisa. Ini yang namanya ngebut? Lihat itu! Bahkan pesepeda saja bisa menyalipmu...!" ujar Arka yang kesal, tapi sekaligus ingin sekali tertawa.
Tingkah konyol dan polos Gea memang sangat jarang, bisa di temukan dari para wanita. Biasanya wanita akan berusaha sebisa mereka untuk tampil perfect. Meskipun harus dengan berpura-pura lemah lembut, feminim, dan lain sebagainya.
Tapi Marisa dan Gea adalah dua manusia bergender wanita, yang sangat berbeda dari apa yang dia pikirkan tentang wanita selama ini.
__ADS_1
"Mana ada pesepeda yang menyalipku?!" elak Gea.
"Lihatlah di jalur pesepeda. Mereka bahkan mengayuh sepedanya, lebih cepat darimu yang mengendarai sepeda motor!" seru Arka sambil menahan tawanya.
"Biarkan saja, pelan juga kan bakalan sampai ke tujuan. Kenapa juga harus buru-buru?!" ucap Gea dengan bibir manyunnya.
"Dasar bocah...!" gemas Arka sambil menggelengkan kepalanya, "Ternyata naik motor tidak buruk juga. Apalagi bersama si bocil ini, ternyata rasanya seru juga," batin Arka.
Perjalanan pun terasa lambat, karena Gea memang hanya berani melajukan motornya dengan kecepatan sedang atau cenderung lamban.
Namun mereka justru bisa menikmati perjalanan mereka. Arka tak lagi memperdulikan tatapan pengguna jalan lainnya, yang menatap aneh pada dirinya.
Bagaimana tidak? Dia adalah laki-laki, tapi justru malah Gea yang seorang gadis lah yang mengemudikan motor itu. Di tambah dengan helm imut-imut yang di pakainya, benar-benar mengocok perut para pengguna jalan yang lain.
Setelah beberapa menit perjalanan, motor Gea pun memasuki sebuah kompleks perumahan.
"Eh? Mas Arka?" sapa scurity komplek itu, saat melihat Arka yang di bonceng dengan motor oleh Gea.
"Iya pak."
"Tumben naik motor, mas. Biasanya juga pakai mobil."
"Sekali-kali pak, coba rasain naik motor," celetuk Arka, "Mari, pak,"
Scurity itu pun mengangguk.
Hingga akhirnya motor matic itu berhenti, di depan salah satu rumah dengan taman yang indah di hiasi bermacam-macam bunga, di halaman depan rumahnya.
"Loh? Arka?" sapa seorang wanita, saat melihat Arka turun dari motor Gea.
__ADS_1