My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 29


__ADS_3

...Janganlah merasa lelah untuk mencoba...


...Janganlah merasa penat untuk Berusaha...


...Janganlah merasa bosan untuk Berdo'a...


...Karena sejatinya Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasilnya....


...By : Rosemarry...


...*****...


"Arka..."


"Hehe... Kau sudah bangun? Aku baru saja mau membangunkanmu dan nona Marisa untuk—" Arka menunjuk Marisa yang masih tertidur pulas di sampingnya.


Kenzo pun mengikuti arah telunjuk Arka dan melihat Marisa yang kini gantian bersandar di bahunya.


"Apa dari tadi aku tidur bersandar padanya?" gumam Kenzo yang samar-samar masih bisa Arka dengar.


"Ehm... Iya, kau tidur di bahu nona Marisa sedari tadi." Jawab Arka.


"Bebek Kuning...! Bangunlah kita sudah sampai." Kenzo mencoba membangunkan Marisa namun tak ada respon.


"Bebek Kuning!!" seru Kenzo karena kesal tak mendapat respon dari Marisa, kini dia berseru sambil berniat mencubit pipi Marisa.


Namun siapa sangka, Marisa dengan sigap menangkap tangan Kenzo bahkan sebelum sempat menyentuh pipinya. Kenzo pun kaget mengira Marisa sudah bangun, namun ternyata dugaannya salah.


"Paha ayamku! Jangan ambil paha ayamku!"


Krauk!!

__ADS_1


"Arrrgghh! Sakit...!" seru Kenzo saat tangannya di gigit oleh Marisa karena dikiranya paha ayam mulus ala kfc.


"Ada apa? Apa ada penjahat?" tanya Marisa yang terbangun kaget dari tidur kebonya.


"Kau penjahatnya dasar Bebek Kuning! Lihat ini!" Kenzo menunjukkan cap gigi Marisa di tangannya dan membuat Marisa pun menganga kaget.


"Bos, apa kau selapar itu sampai menggigit tanganmu sendiri?" pertanyaan bodoh itu pun meluncur mulus dari mulut Marisa.


"Apa kau bilang!?" seru Kenzo dengan wajah yang sudah merah padam, "Yang ada kau yang kelaparan sampai-sampai menggigit tanganku! Kau lah yang sudah menggigit tanganku, dasar wanita bar-bar!" Kenzo pun mendengus kesal.


"Aku? Ee... tuan Arka, apa benar ini perbuatanku?" Marisa beralih menatap Arka dan bertanya dengan hati-hati.


"Ehm... dengan berat hati iya nona Marisa, kau yang sudah meninggalkan karya seni itu di tangannya." Jawab Arka dengan tatapan simpati pada Marisa.


"Astaga dragon! Jadi benar itu ulahku?" batinnya, "Ehm... Bos, maafkan aku. Sepertinya kau benar, itu karena aku lapar." Marisa pun menampilkan cengiran khasnya.


"Lapar sih boleh saja, tapi tidak harus memakan tanganku kan? Lagian kau ini bodyguard, bagaiman bisa kau tertidur tanpa kewaspadaan seperti itu?" kesal Kenzo.


"Maafkan aku bos, itu karena aku meminum wine di pesta tadi jadi aku sedikit pusing."


"Apa bosmu itu sedang pms?" ejek Marisa yang bertanya pada Arka saat mereka sudah keluar dari mobil dan berjalan mengikuti langkah Kenzo.


"Ralat nona Marisa, bukan bosku tapi bos kita. Dan ya... mungkin dia memang sedang pms." Jawab Arka sambil terkekeh.


Saat mereka tiba di depan pintu restoran, sudah ada beberapa pelayan yang menyambut mereka.


"Selamat malam tuan Kenzo, ruangan anda sudah kami siapkan."


Kenzo pun mengangguk dan pelayan itu mengantarnya ke ruang VIP yang biasa dia pesan jika makan di restoran ini.


"Wah... wah... orang-orang papan atas emang beda ya, ruangan aja harus VIP. Apalah daya orang-orang papan penggilesan kayak gue ini." Batin Marisa setelah mereka memasuki VIP room itu, Marisa pun menscan setiap sudut ruangan yang begitu mewah itu.

__ADS_1


"Kau mau duduk, atau mau terus menjadi patung pancoran di situ?"


Marisa pun segera duduk sambil bersungut-sungut dalam hati.


"Menu spesial hari ini." Ujar Kenzo pada pelayan yang menunggu pesananya.


"Baik tuan." Pelayan itu pun melenggang keluar dari sana.


"Apa orang-orang sekelas kalian selalu memesan makanan dengan cara ini? Tidak melihat dulu apa menunya?" bisik Marisa pada Arka yang duduk di sebelahnya.


"Sebenarnya tidak semua, tapi anda sudah tahu sendiri kan seberapa spesialnya bos kita ini?" jawab Arka yang juga berbisik.


"Ekhem!" deheman Kenzo pun membuat Arka dan Marisa terdiam sambil memandang ke arah lain, mencobanya menghindari tatapan mata Kenzo.


Singkat cerita kini mereka bertiga sudah selesai makan malam dan sudah berada dalam mobil.


"Kita mau kemana tuan, pulang ke apartemen atau ke rumah utama?" tanyanya pada Kenzo.


Kenzo melirik pada Marisa, "Kita antarkan dia pulang dulu."


Marisa pun menolehkan kepalanya pada Kenzo, dengan sebelah alis yang sedikit terangkat. Kenzo yang seolah mengerti arti tatapan bingung dari Marisa itu pun segera melanjutkan ucapannya.


"Sudah terlalu malam dan kau itu perempuan."


"What!?"


...******...


Author minta dukungan dari kalian semua ya say...💋


Jangan lupa like, comment, and favnya sebagai ongkos parkir🤣🤭

__ADS_1


Sebagai dukungan tambahan yang mau kasih bunga sekebon/secangkir kopi buat nemenin author begadang juga boleh.🤣😘


Tenang aja, di jamin 100% halal.🤭


__ADS_2