My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 153


__ADS_3

...Jangan lupa like, komen dan amunisinya ya guysπŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹...


...Maafkan author karena jam segini baru up, si kecil lagi rewel terus dari kemarin.πŸ˜”...


...*********...


8,2k


"Ya udah sepupu... Kita mau pamit pulang dulu ya." Maria berpamitan dengan Arka yang sudah nampak sangat kesal, "Kita berdua nggak mau gangguin lo sama calon sepupu ipar kita," bisiknya di telinga Arka, yang membuat pria itu semakin malu sekaligus kesal di buatnya.


"Bye, Arka. Kita pamit dulu ya, cepet sembuh," ucap Marisa yang membuat Arka sedikit tersenyum karena dia tak mengejeknya seperti Maria, "Tapi gue yakin lo bakalan cepet sembuh sih, karena ada obat mujarab di sini, hahaha..." sambungnya yang kemudian berlari keluar dari kamar Arka, tepat saat Arka melemparkan bantal ke arahnya, yang akhirnya justru membuat daun pintu tak bersalah lah yang menjadi korban lemparannya.


Maria terkekeh melihat kelakuan twin durjananya dan juga sepupunya itu, yang terlihat sudah sangat akrab meskipun mereka belum lama mengenal apalagi sebagai sepupu.


"Ya udah Ge, gue pamit ya. Jagain adek sepupu gue, oke?" ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya pada Gea, kemudian keluar dari kamar Arka sambil terkekeh.


Namun Arka juga lega, karena duo lambe turah itu akhirnya pergi juga dari rumahnya dan tidak lagi menjadikannya bahan bullyan.


Arka menatap Gea yang masih setia dengan wajah polosnya itu. Rasanya dia ingin sekali marah pada Gea, tapi wajah polos gadis itu menbuatnya tidak tau apa yang harus dia lakukan padanya. Dia benar-benar tak habis pikir, kenapa dia harus terjebak dengan gadis super polos yang sangat menyebalkan ini?


Sebelumnya, Marisa lah membuatnya terjebak dengan gadis ini. Dan kali ini justru ibunya sendiri lah yang menyiksanya dengan membuatnya bersama dengan gadis ini entah sampai kapan. dan parahnya lagi, mereka hanya berdua.


Dia bingung dengan apa yang ibunya pikiran. bagaimana dia bisa membuat anaknya berduaan dengan seorang gadis di rumahnya dengan sengaja? Apa dia tidak berpikir jika saja ada kejadian yang tidak di inginkan terjadi? Misalnya Arka yang kalap dan memakan Gea, atau justru sebaliknya. Gea yang membuat Arka kalap untuk memakinya habis-habisan karena kesal dengan kegilaan gadis itu.


"Kenapa kau menatapku begitu? Apa karena aku cantik?" tanyanya dengan penuh percaya diri sambil menaik turunkan alisnya.


"Kepedean!" Arka menoyor kepala Gea dan membuat gadis itu merengut kesal padanya.

__ADS_1


"Istirahatlah, aku mau pergi!" ucapnya sambil melangkah pergi dari kamar Arka.


"Tunggu!"


Gea menolehkan kepalanya dengan malas pada Arka. Dia menunggu Arka berbicara, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Kau mau kemana?"


"Bukan urusanmu!"


"Tentu saja utu urusanku! karenanya kauβ€”" sahut Arka dengab cepat, karena keceplosan.


"Aku apa?" tanya Gea dengan menunjuk Arka menggunakan dagunya, dan masih dengan wajah kesalnya.


Arka pun merutuki kebodohannya sendiri. Dia kesal kenapa dia harus menahan Gea pergi? Bukankah itu yang dia inginkan? Jadi seharusnya dia senang jika Gea pergi, dan bukan menahannya seperti ini.


Sekarang dia sendiri yang kebingungan harus menjawa apa pada Gea. Karena dia sendiri bahkan tidak tau alasan dia menahan kepergian Gea.


Gea menatap Arka dengan bingung. Pasalnya sejak semalam, tepatnya saat ia baru datang, Arka terlihat sangat tidak menyambut kedatangannya dan bahkan dengan entengnya menyuruh dia pergi. Tapi kini dia mengatakan alaan konyol itu, untuk menahannya? Lelucon gila apa itu.


"Bukankah semalam kau sendiri yang berkali-kali memintaku pergi? Kenapa sekarang kau menahanku? Padahal aku hanya ingin ke dapur, aku lapar."


"Karena akuβ€”" Arka seolah membeku mendengar ucapan Gea dan membuatnya tidak menyelesaikan kata-katanya.


Ke dapur? Kenapa gadis itu tidak bilang dari tadi, dan membuat Arka menjadi bodoh dan berpikir jika kata pergi itu adalah pergi ke dapur. Dia benar-benar malu dengan kebodohannya sendiri. Dan parahnya lagi dia sempat berpikir bahwa dirinya sangat pandai saat menemukan alasan bagus itu.


Apa dia sudah tertular otak lemotnya Gea? Oh tidak, itu sangat mengerikan. Dan dia masih harus bersama gadis ini sampai sembuh? Tapi bagaimana dia bisa sembuh jika terus seperti ini, yang ada dia malah jadi darah tinggi menghadapi kadar tulalitnya seorag Gea.

__ADS_1


"Ya sudah sana pergilah!" ujar Arka, "Seharusnya bilang saja kalau ingin ke dapur, kenapa harus bilang pergi? Menbuatku berfikir berlebihan saja!" sambungnya lirih, namun ternyata Gea masih bisa mendengarnya dengan jelas.


"Ekhem! Apa prince Arka yang tampan ini sedang khawatir, kalau princess Gea yang super duper cantik ini pergi meninggalkanmu?" tanya Gea untuk dengan nada mengejek pada Arka.


Blush!


Seketika itu juga wajah Arka pun memerah karena malu, malu karena Gea mengetahui apa yang sempat dia pikirkan tadi. Namun dia dengan cepat menetralkan ekspresinya, dan kembali mengusir Gea dari kamarnya.


"Tidak ada! Kau terlalu percaya diri. Darimana datangnya rasa percaya dirimu yang selangit itu, dasar bocil songong!" ujar Arka berkilah.


"Jangan berbohong prince Arka. Princess Gea yang cantik dan cetar membahana badai ini justru seneng kok, kalau prince Arka nggak rela di tinggal pergi," ejeknya lagi dan kemudian terkekeh geli sekaligus senang.


Hingga akhirnya Arka pun kembali menyuruh Gea keluar dari kamarnya.


"Astaga, aku pasti sudah gila! Otakku pasti sudah terkontaminasi virus tulalitnya!" gumam Arka.


Tiba-tiba saja pintu kembaki terbuka, dan kepala Gra menyembul dari sana. Kemudian gadi itu menampilkan deretan gigi putihnya, dan bertanya, "Apa kau mau aku buatkan jus juga?" tanyanya.


"Boleh. Aku mau jus apel," jawab Arka.


"Pilihan yang bagus. Karena emang lebih enak di apel in daripada di anggur in kan?” canda Gea yang kemudian tertawa dan menutup kembali pintu kamar Arka sebelum dia benar-benar berlalu ke dapur.


Arka hanya geleng-geleng kepala mendengar candaan receh gadis yang beberapa hari ini terus membuatnya pusing itu. Namun di saat yang sama dia juga merasa terhibur dengan kehadiran Gea di hidupnya, yang biasanya hambar dan begitu-begitu saja tanpa ada hal istimewa.


Tapi Arka masih tidak yakin apakah dia memiliki rasa yang di sebut cinta itu, untuk seorang Gea, di dalam hatinya. Dia masih beluk bisa memastikannya, karena dia juga belum pernah mengalami yang namanya jatuh hati atau jatuh cinta. Kalau jatuh dari mimpi indah yang tidak seindah kenyataan sih pernah.🀣🀣


...********...

__ADS_1


...Dasar babang Arka nggak peka banget deh😀 ...


...Udah ada yang bening, cantik, bin lucu imut gitu masih aja gak tergerak hatinya. Ya... meskipun tulalit, lemot, lola atau polos tingkat dewa, tapi kan gak apa-apa, babang Arka...🀣🀣🀣🀣...


__ADS_2