My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 41


__ADS_3

...Sedalam-dalamnya samudra masih bisa diketahui kedalamannya...


...Tapi sedalam-dalamnya hati manusia tak pernah ada yang mengukurnya....


...By : Rosemarry...


...*****...


"Gila! Ini gila! Apa yang kulakukan? Kenapa aku malah menikmatinya?!" rutuk Marisa dalam hatinya.


Kenzo yang masih dalam pengaruh obat durjana itu pun, dengan mata yang terlihat penuh nafsu itu pun menarik tengkuk Marisa untuk kembali merasakan rasa manis bibir mungil sekali lagi.


Puk!


Marisa meletakkan telapak tangannya di wajah Kenzo, untuk menahan bibir sexy pria tampan itu kembali membuatnya terbuai.


"Maafkan aku bos, aku tidak bermaksud lancang tapi—"


Bugh!


Marisa memukul tengkuk Kenzo untuk membuatnya pingsan.


"Aish... untung saja otak sehatku masih lebih mendominasi dari otak sesatku!" gumam Marisa sambil menyeret tubuh Kenzo seperti kantong sampah ke dalam kamar mandi.


Brak!


Wanita yang masih di ikat oleh Marisa di dalam sana pun kaget setengah mati, kala Marisa membuka pintu kamar mandi itu dengan keras.


Dan yang lebih mengejutkannya lagi, dia menyeret tubuh Kenzo seperti membawa mayat.


Marisa memasukkan tubuh Kenzo ke dalam bathup dan menyalakan kran air dingin untuk mengisinya.


"Halo sayang... maaf ya, aku punya urusan dengan orang ini dulu. Tenanglah setelah ini, giliranmu." Goda Marisa menakut-nakuti wanita itu.


"A-apa wanita ini psychopath?! Di-dia sudah membunuh pria tampan itu, cara pembunuhannya sadis sekali? Oh tuhan... apa setelah ini giliranku?" batin Wanita dengan ketakutan sampai-sampai tubuhnya bergetar hebat.


Bagaimana dia tidak ketakutan? Marisa masuk dengan menyeret tubuh Kenzo bak mayat hasil pembunuhan, dan sekarang dia memasukkan tubuh Kenzo ke dalam bathup dan mengisinya dengan air. Dia mengira Marisa ingin menenggelamkan mayat itu sebagai sentuhan akhir pembunuhan mengerikannya itu.


"Omo! Apa aku menakutimu?" tanya Marisa kala melihat sudut mata wanita itu bahkan sudah sudah berair.


"Mati aku, mati...! Apa aku membuat psychopath ini marah? Oh tidak...! Apa aku akan di mutilasi?" batin wanita itu.

__ADS_1


Setelah bathup itu penuh dan hanya kepala Kenzo saja yang terlihat, Marisa pun melepaskan ikatan wanita itu dan memberikan bathrope untuk dia pakai.


"Pakai ini!" ucap Marisa, yang membuat tubuh wanita itu bergetar takut.


Dia pun segera memakainya dan mengikuti Marisa dengan patuh keluar dari kamar mandi itu.


"Duduk!" titah Marisa.


Setelah wanita itu duduk, dia pun menghubungi Arka.


Drtt...


Drtt...


Drtt...


"Halo?"


"Apa si bos punya dokter pribadi?" tanya Marisa setelah telefon itu tersambung.


"Dokter? Memangnya apa yang terjadi dengan Kenzo?! Dia kenapa?" Arka begitu panik kala Marisa menanyakan soal dokter pribadi Kenzo.


"Bisakah wawancaranya di tunda nanti, tuan Arka?" Marisa memutar jengah bola matanya mendengar pertanyaan beruntun dari Arka.


"Ok, minta dokter itu untuk datang ke hotel XX di kamar nomor 203."


"Tapi Kenzo kena—"


Tut...


Tut...


Tut...


"Naaniii...!" seru Arka dengan kesal kala Marisa mematikan telepon itu sebelum dia selesai bicara. "Dasar bodyguard dan bosnya sama saja, sama-sama menyebalkan!" sungutnya, kemudian meminta dokter Bian untuk datang ke hotel XX seperti permintaan Marisa.


"Ada apa, Arka?" tanya Gea yang mendengar Arka marah-marah.


"Tidak tau, aku bahkan belum sempat bertanya dan teleponnya sudah di matikan."


Gea pun hanya manggut-manggut.

__ADS_1


Kembali pada Marisa yang kini sedang berjalan mendekati wanita di hadapannya itu.


"Apa kau takut? Tenang saja aku bukan sumantri, jadi aku tidak akan memakanmu." Canda Marisa dengan senyum smirk di wajahnya.


"Kau memang bukan Sumantri yang makan daging orang! Tapi kau lebih mengerikan dari pada dia, kau itu psychopath yang membunuh orang!" batin Wanita itu.


"Hey... Hey... Hey... apa kau sedang mengutukku di dalam sana...?" Marisa menusuk-nusuk dada wanita itu dengan jarinya.


"Astaga...! Bukan hanya psychopath ternyata dia juga bisa baca pikiran orang?" tubuh wanita itu semakin gemetat ketakutan.


"Dengarkan aku, kau hanya menjawab saat ku tanya dan jika tidak maka diamlah!"


Wanita itu pun mengangguk sebagai jawaban.


"Siapa yang menyuruhmu?"


"D-dua orang yang tadi masuk ke sini. M-mereka yang menyuruhku, tapi aku tidak kenal siapa mereka."


"Jangan berbohong!" bentak Marisa.


"A-aku tidak bohong." Marisa mencoba mencari kebohongan di mata wanita itu, namun sepertinya wanita itu memang berkata jujur.


"Baiklah, kau pergi saja. Aku tidak membutuhkanmu, tapi tutup mulutmu rapat-rapat! Jika tidak... meskipun kau lari sampai ke ujung dunia sekalipun, aku akan pasti akan menemukanmu!" ucap Marisa sembari memegang dagu wanita itu.


"Ba-baik." Wanita itu pun lari terbirit-birit keluar dari kamar itu.


Cklak!


"Bos? Kau sudah sadar?" tanya Marisa kala melihat Kenzo sudah membuka matanya.


"Menurutmu?!"


"Aku terpaksa melakukannya bos, aku hanya sedang menyelamatkanmu. Ayo kubantu ke kamar, dokter pribadimu akan segera tiba."


Marisa membantu Kenzo kembali kedalam kamar dan membaringkannya di ranjang,


Beberapa menit kemudian...


Tok...


Tok...

__ADS_1


Tok...


__ADS_2