My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 38


__ADS_3

...Disaat kita berada pada titik terendah...


...Bukan saatnya bagi kita untuk menyerah...


...Tapi sebaliknya, itulah saat yang tepat untuk membangun fondasi yang kokoh dan megah....


...By : Rosemarry...


...*****...


"Astaga itu—" Otak Marisa saat ini 99% berisi hal mesum, sebab tepat di depan matanya ada sebuah mobil yang tengah bergoyang dombret ria. "Apa mobil sekarang lebih nyaman dari pada kasur?" batin Marisa yang tidak jadi tidur barang sejenak, tapi malah fokus memperhatikan mobil di depannya.


Tok!


Tok!


Tok!


Marisa pun menolehkan kepalanya saat kaca jendelanya di ketuk dari luar.


Cklek!


"Kau itu sedang apa?! Aku sudah mengetuk kaca mobil dari tadi tapi kau baru menyahut!?" seru Kenzo dengan wajah marahnya.


"Ehm... maaf bos, aku hanya sedang sibuk menonton acara live "Adegan panas: mobil goyang." Jawab Marisa sembari menunjuk mobil di depannya dengan separuh jiwanya yang masih traveling ke alam lain.


Kenzo pun mengalihkan pandangannya ke arah yang di tunjuk oleh Marisa, "What!? Bukankah itu mobilnya—" gumam Kenzo yang tau jelas mobil siapa itu dan sedang apa sang pemilik di dalam sana.


"Kau tau siapa pemilik mobil yang sedang goyang itik di depan itu, bos?" tanya Marisa.

__ADS_1


"Ekhem! Sudahlah tidak usah di pikirkan, aku ada meeting di hotel XX antarkan aku kesana!"


"E-eh, Baiklah." Setelah Kenzo masuk ke dalam mobil, Marisa pun melajukan mobilnya meninggalkan area perusahaan tersebut.


Perjalanan mereka pun hanya berhiaskan kesunyian, tanpa ada perbincangan sama sekali. Marisa yang awalnya berniat mencari topik pembicaraan pun, mengurungkan niatnya kala melihat wajah datar dan dingin Kenzo.


Hingga akhirnya suasana yang terasa mencekik bagi Marisa pun berakhir, kala dia membelokkan mobilnya memasuki kawasan hotel mewah di kota itu, hotel XX.


"Kau tunggu aku di sini saja, aku tidak lama."


Blam!


Kenzo dengan sedikit terburu-buru pun melangkah masuk ke hotel itu. Dan sesuai perintah Kenzo, Marisa pun menunggu di dalam mobil sambil memainkan game favoritnya.


"Eh? Si Red Devil on semalem? Sayang banget gue udah ngorok semalem..." Gumam Marisa kala melihat riwayat game play teman bermain gamenya itu. "Coba gue chat aja kali ya?"


Marisa pun menuliskan pesan ke akun milik Red Devil itu.


"Maaf saya sedikit terlambat, tuan sekalian."


"Tidak apa-apa tuan Kenzo, silahkan duduk." Jawab seorang pria paruh baya di hadapan Kenzo.


"Tapi jika tuan Kenzo benar-benar merasa bersalah ya... anda bisa meminum segelas anggur sebagai hukuman." Sahut pria lain yang tampak masih seumuran dengannya.


Kenzo pun memandang ke arah pria itu, ingin rasanya dia melayangkan bogem mentah ke wajah pria itu. Pria yang sangat dia benci, siapa lagi kalau bukan Antonio.


"Baiklah, sebagai permohonan maaf saya akan meminum segelas anggur ini." Kenzo pun menenggak segelas anggur di hadapannya hingga tandas.


Setelah itu, hampir satu jam sudah berlalu. Dan akhirnya, satu persatu kolega Kenzo pun meninggalkan tempat itu hingga hanya tersisa Antonio seorang.

__ADS_1


"Apa kau masih ada urusan denganku, Antonio?" tanya Kenzo sambil merapikan berkas-berkas yang ada di hadapannya.


"Aku adalah tipe pria yang tidak suka basa-basi. Tinggalkan Marisa dan serahkan sia padaku." Ucapnya yang kemudian menenggak segelas anggur di hadapannya.


"Jadi kau masih terobsesi dengan pacarku, Antonio? Apa wanita di dunia ini sudah punah, sampai-sampai kau segitu ngototnya menginginkan milik orang lain?" sindir Kenzo yang mengurungkan niatnya untuk segera meninggalkan tempat itu.


"Marisa itu istimewa, bahkan aku tidak yakin bisa menemukan yang seperti dirinya satu dari satu juta wanita."


"Lalu, apa kau pikir aku orang yang akan dengan mudah menyerahkan milikku pada orang lain?" Kenzo pun terkekeh, "Sesuatu yang sudah menjadi milikku, tak akan semudah itu beralih kepemilikan!" tegas Kenzo dengan tatapan mengancam.


"Oh ya? Jadi bagaimana jika bertaruh? Jika aku bisa merebut Marisa darimu, kau harus mundur dari tender kali ini. Bagaimana? Apa kau berani?" tantangnya.


"Jadi kai bicara panjang lebar hanya untuk membuatku mundur dari tender kali ini? Apa kau segitu tidak percaya dirinya dengan kemampuanmu? Kasihan sekali... tapi tidak apa, akan ku terima tantanganmu."


"Good! Tanda tangani ini." Antonio menyodorkan selembar kertas pada Kenzo.


Kenzo pun membaca isi kertas itu dengan seksama, hingga tanpa dia sadari Antonio memasukkan sesuatu ke dalam gelas anggurnya.


"Kita lihat saja, apa kai masih bisa sepercaya diri itu bisa mempertahankan Marisa di disisimu setelah ini!" batin Antonio.


"Ck! Ck! Ck! Bahkan kau sudah menyiapkan inii, Antonio?" Kenzo pun tersenyum mengejek pada Antonio tapi kemudian dia pun menandatanganinya.


"Mari bersulang denganku untuk memulai persaingan kita, Kenzo." Antonio mengangkat gelasnya dam Kenzo pun melakukan hal yang sama.


Tak!


Keduanya sudah menghabiskan anggur di gelas mereka saat ini, namun beberapa saat setelahnya...


"Ugh...!"

__ADS_1


Bruk!!


__ADS_2