
...Jangan lupa like, komen dan amunisinya yang guys💋💋💋...
...**********...
Berbanding terbalik dengan suasana ramai yang sarat akan gelak tawa, di tempat Johan berada kini juga sangat ramai, tapi lebih tepatnya ramai akan pertengkaran.
"Kau gila, Johan! Kau gila! Bagaimana bisa melakukan semua ini padaku, bagaimana pun aku ini adikmu! Adik!" serunya dengan wajah kesal, namun juga tidak berdaya.
"Cih! Kau baru ingat kalau aku ini kakakmu? Sangat membosankan! Pergilah, aku malas melihatmu!"
Pria yang baru saja mengatakan jika dirinya adalah adik dari Johan itu meraup kasar wajahnya, bahkan juga mengacak rambutnya dengan frustasi. Dia sangat marah dan juga frustasi saat ini.
Bagaimana tidak? Johan, kakak yang selama ini menghilang entah kemana setelah memutuskan hubungan dengan keluarganya itu, tiba-tiba saja datang membawa masalah besar untuknya dan juga keluarganya. Tanpa sepengetahuannya dan juga sang ayah, Johan membeli semua saham-saham kecil di perusahaannya hingga membuatnya menjadi pemegang saham terbesar saat ini.
Bahkan Johan juga sudah berencana untuk mengambil alih perusahaan itu, dan menghancurkan keluarga yang pernah membesarkannya.
Bukan karena Johan tidak tau balas budi, tapi itu karena dia sudah mengetahui segalanya. Mengetahui kebenaran yang selama ini di tutupi oleh keluarganya, hingga membuatnya hanya bisa diam karena tidak tau apa-apa.
#Flashback on
__ADS_1
"Sayang, kenapa kau tidak mengusirnya saja? Dia selalu membuatku kesal dengan cara bicaranya yang sama persis dengan ja*lang itu!" ucap seorang wanita paruh baya, yang sedang berada di atas tubuh pria yang tak lain adalah suaminya.
"Kau tau sendiri kan sayang... bagaimana semua harta yang ku miliki dan semua yang kau pakai saat ini, adalah milik ibunya Johan. Dan bahkan kita tidak hanya merebut semuanya, tapi juga merenggut nyawanya. Setidaknya aku masih harus merawat anak itu, sebagai kompensasi, bukan? Meskipun dia bukan anakku, tapi setidaknya aku tidak akan membiarkannya luntang lantung di jalanan. Setidaknya dia masih punya rumah dan tidak kelaparan."
Johan kecil yang tidak sengaja mendengar hal itu pun, mengepalkan erat-erat tangannya. Sedih? Tentu saja. Marah juga iya dan kecewa itu sangat, tapi kebencian lah yang paling dia rasakan saat ini. Mengetahui jika orang yang selama ini dia tau adalah ayahnya, ternyata hanya seorang pembunuh jahanam yang membuatnya kehilangan sosok ibu yang begitu menyayanginya.
Rasanya Johan ingin sekali menerobos masuk ke dalam kamar itu, dan menghajar habis-habisan pasangan hina di hadapannya itu, jika perlu sampai mereka mati dan menyusul ibunya untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
Namun dia masih bisa berpikir jernih. Jika saja dia melakukannya, apa yang akan dia dapatkan? Hanya pelampiasan, dan pastinya juga penjara akan menantinya. Begitu pula dengan perusahaan ibunya, dia akan benar-benar kehilangan semua itu. Karena itulah, dia lebih memilih untuk bermain cantik tanpa kekerasan. Dia lebih memilih menggunakan otaknya, dan mengesampingkan ototnya.
Meskipun dia masih duduk di bangku SMA saat itu, namun otak cerdasnya sudah bisa menebak semuanya.
Dan dia juga mengerti apa yang harus dia lakukan mulai saat itu. Dia berjalan perlahan meninggalkan kamar orang tuanya, dan kembali ke kamarnya. Kamar kecil berukuran 4x4 yang bahkan lebih pantas jika di sebut dengan gudang. Benar, Johan di tempatkan di gudang oleh ibu tirinya. Namun harapannya jika sang ayah akan memarahi ibu tirinya karena melakukan hal keji itu padanya harus pupus, pasalnya ayahnya itu terlihat tidak perduli sama sekali.
Sejak saat dia mendengar semuanya, dia bersumpah untuk mengambil semua yang seharusnya menjadi miliknya. Mengambil kembali harta milik ibunya, terlebih dia juga bukan anak kandung dari ayahnya itu. Jadi tidak ada alasan untuknya berbelas kasih, pada pembunuh ibunya.
Johan mulai rajin mempelajari bisnis diam-diam, tanpa ada seorangpun yang mengetahuinya termasuk ayahnya. Dia juga mencari orang-orang kepercayaan mendiang ibunya, yang tidak menyukai ayahnya untuk dia ajak bekerja sama.
Awalnya kebanyakan dari mereka tidak mau, karena tidak mempercayai kemampuan Johan yang masih seorang bocah saat itu. Namun akhirnya mereka setuju setelah melihat sendiri kemampuan Johan, apalagi setelah mereka mendengar rencana Johan untuk mengambil alih perusahaan ibunya dari tangan ayah tirinya itu.
__ADS_1
Hingga saat Johan sudah mendapatkan dukungan dan pijakan yang kuat, dia memutuskan ikatan keluarga dan pergi meninggalkan keluarganya. Tapi dia yang cerdas itu, tentu saja tidak keluar dengan tangan kosong. Dia membawa serta sebagian uang perusahaan dan mengirimnya ke akun pribadi miliknya. Bagaimana caranya dia melakukan itu? Tentu saja dengan kecerdasannya, yang bisa menipu sang ayah.
Hal itu sempat membuat perusahaan keluarganya kalang kabut, tapi dia membantu perusahaan ibunya itu dengan uang yang dia ambil dari sana. Dia menggunakan nama orang lain, dan menjadi investor di perusahaan ayahnya sendiri. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, bukan? Dia mendapatkan sebagian uang perusahaan ibunya, dan mengembalikannya ke sana dengan nama yang berbeda. Mungkin caranya memang licik dan kotor, tapi jika di bandingkan dengan pasangan laknat itu, apa yang Johan lakukan tidaklah sebanding dengan penderitaan yang dia dan ibunya rasakan selama ini.
Johan terus memantau perusahaan ibunya dan juga pergerakan sang ayah dari balik layar, dengan langkah yang perlahan tapi pasti mulai menjalankan rencananya.
Hingga akhirnya tanpa sengaja dia bertemu dengan Maria, di saat dia sedang sangat sedih mengingat mendiang ibunya. Saat itu Maria yang notabenenya tidak mengenal Johan sama sekali, justru menghiburnya dan memberikan kehangatan tersendiri dalam hatinya.
Johan memutuskan untuk mencari tau siapa Maria ini. Dia bahkan rela bekerja di tempat yang sama dengan Maria, yang sebenarnya tempat itu adalah miliknya. Meskipun dialah bos di sana, namun dia memilih untuk menyamar menjadi pegawai biasa.
Selain itu akan memudahkannya untuk mendekati Maria, identitas itu juga bisa sekaligus menjadi topeng untuknya yang akan menunjang rencana balas dendamnya.
Namun Johan tidak berani menyatakan perasaannya pada Maria, dan hanya bisa menjadi seorang pengagum rahasia berkedok sahabat. Dan diam-diam selalu melindungi dan mendukung karir Maria tanpa sepengetahuan si empunya, meskipun jika tanpa dukungannya bakat Maria sendiri juga sudah mampu membuat karirnya naik pesat.
...********...
...Eh eh eh 😯 Siapa tuh? Adik? Siapa ya kira-kira adeknya si Jojo? 🤔🤔😯 ada yang tau?...
...Kasian babang Jojo... ternyata kisah hidupmu cukup berbawang ya bang, mau di peluk nggak? ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤...
__ADS_1