My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 56


__ADS_3

...Berusahalah untuk percaya dengan kata hatimu...


...Karena tidak selamanya apa yang kau pikir benar dalam otakmu...


...Lebih baik dari apa yang di ucapkan oleh hati nuranimu...


...By : Rosemarry...


...*****...


tiga puluh menit kemudian...


"Huft... Untung aja masih sisa 5 menit sebelum jam kerja." Marisa memandangi jam tangan yang melingkar dengan apik di pergelangan tangannya itu dengan wajah lega.


Marisa pun bergegas masuk ke perusahaan dan menuju ke ruangan Kenzo.


Tok...


Tok...


Tok...


"Masuk."


Cklak!


"Cih! Dasar bodyguard nggak bertanggung jawab!" cibir Kenzo.


"Maaf bos, tadi—"

__ADS_1


"Tidak perlu menjelaskan apapun, karena aku sudah tau semuanya." Kenzo berdiri dan berjalan mendekat ke arah Marisa.


"Eh, sudah tau? Apa dia ini cenayang?" batin Marisa. "Benarkah bos? Baiklah kalau begitu, aku tidak jadi menjelaskannya panjang kali lebar kalo tinggi seperti rumus volume persegi panjang hehe..." Marisa menampilkan cengiran khasnya, karena merasa lega Kenzo sudah mengetahui apa alasan dirinya tidak menjemput Kenzo di rumahnya.


Kenzo berjalan semakin dan semakin dekat pada Marisa dan membuat Marisa bingung dengan alisnya yang bertaut, "Eh? Ngapain nih orang deket-deket gue?" pikirnya.


"Aku tau tadi kau berangkat bersama seorang pria kan?" bisik Kenzo tepat di sebelah telinga Marisa.


"Eh, iya. Wah... daebak...! Kau benar-benar sudah seperti cenayang profesional, bos." Pujinya dengan jua jari jempol yang dia acungkan.


"Cih! Apa dia ini bodoh? Apa dia tidak tau kalau aku sedang marah?!" batin Kenzo.


Grep!


"Aah!" jerit Marisa kala pinggangnya di sambar begitu saja oleh Kenzo, dan membuat tidak ada lagi jarak antara dirinya dan bos lucknutnya itu.


"Kenapa kau bisa sebahagia itu bersama pria lain? Kau bisa tertawa lepas, tersenyum dengan tulus padanya. Tapi kenapa kau tidak begitu padaku!?" Kenzo berbicara dengan wajahnya yang hampir tak berjarak sama sekali dengan wajah Marisa.


"Eh? Apa maksudmu?" tanya Marisa, "B-bos? Bisakah kita bicara dengan posisi yang... ehm... wajar-wajar saja, bukankah posisi ini bisa menimbulkan fitnah?" kalimat bodoh itu pun terlontar dari bibir Marisa.


"Kau masih bertanya maksudku? Bukankah kau sudah mengaku kalau kau bersama seorang pria tadi?!" Kenzo memandang lekat wajah Marisa dengan perasaan yang campur aduk.


"Memang benar tadi aku berangkat bersama seorang pria, kan dia mem—"


Marisa tidak sempat menyelesaikan kata-katanya dan beralih fokus pada sesuatu bertekstur kenyal dan basah yang menyapa bibir mungilnya, mata Marisa membelalak seketika.


Kenzo mencium bibir Marisa, namun hingga mereka kehabisan stok udara pun Marisa masih mematung dan tidak merespon sama sekali.


"Kau milikku Marisa, hanya milikku. Dan aku tidak suka milikku di sentuh oleh orang lain!" entah dorongan dari mana, kalimat itu pun terlontar dari mulut seorang Kenzo Alexander.

__ADS_1


"Ma-maksudmu bos?" kalimat Kenzo itu seketika membuat Marisa tersadar dari mode hanknya.


"Maksudku, kau ingat kan apa kata papaku semalam? Jadi jangan macam-macam, karena kau membawa serta nama keluarga Alexander!" kilah Kenzo, "Damn!! Kenapa aku bisa berkata begitu pada gadis antik ini?! Oh tidak! Jangan bilang aku menyukai manusia aneh bin ajaib ini? Apa dosa yang sudah ku perbuat di kehidupan lampau, sampai aku sesial ini di kehidupan sekarang?" rutuk Kenzo dalam hati, yang masih bingung dengan perasaannya sendiri.


"Ta-tapi bos... kita kan tidak setuju dengan rencana pernikahan itu, aku juga sedang mencari cara agar kita bisa lepas dari rencana mengerikan bos besar."


"Mencari cara? Cara apa? Apa kau mau mencoba kabur sejauh mungkin darinya?" Kenzo terkekeh, "Kau tidak akan mampu, Marisa. Sejauh apapun kau lari, pak tua itu tidak akan pernah melepaskanmu. Dia tidak akan menyerah dengan apa yang menjadi keinginannya."


"What?! Lalu apa lagi yang bisa kulakukan, tidak bisakah kau mendonasikan sebuah ide yang brilian bos?"


Kenzo pun terdiam sejenak, seolah sedang berfikir dengan keras.


"Ekhem!" Kenzo berdehem untuk menetralkan degup jantungnya dan Marisa menantikan Kenzo mengemukakan sebuah ide yang... setidaknya bisa menyelamatkan mereka dari pernikahan itu.


"Ayolah bos... cepat katakan ide apa yang kai dapatkan." Marisa yang tidak sabar menanti jawaban Kenzo pun kembali bertanya.


"Tidak ada."


"What!! Are you kidding me, bos?"


"No!"


Marisa melongo tidak percaya dengan apa yang dia dengar, setelah menunggu sekian menit ide dari Kenzo yang dia pikir akan se wow ekspektasinya. Tapi ternyata... Zonk!


"Hanya ada satu hal yang bisa kau lakukan mulai saat ini, Marisa."


"Apa?" tanya Marisa dengan antusias, dia mengira akan ada jalan keluar baginya.


"Jangan dekat-dekat dengan pria lain, seperti apa yang tadi aku lihat!"

__ADS_1


"Eh? Ta-tapi kan aku tadi memang berangkat naik ojol, dan drivernya memang laki-laki. Apa itu salah, bos?" tanya Marisa yang bingung dengan sikap bosnya itu.


"O-ojol?!"


__ADS_2