
Setelah beberapa menit Mentari menangis sambil memeluk Marisa, dia pun akhirnya melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya yang sudah berlinang.
"Maaf, Marisa. Maaf kalau tante membuatmu terkejut dan bingung. Mungkin kau ingin menanyakan, alasan kenapa aku menangis bukan?" tanya Mentari, yang begitu tepat sasaran, seperti apa yang Marisa ingin tanyakan.
Marisa pun mengangguk mengiyakan, memang benar kalau hal pertama yang mengganggu pikirannya adalah kenapa wanita yang notabenenya adalah ibunya Arka ini menangis?
"Itu karena aku melihat dia, dalam dirimu Marisa."
Marisa pun auto melongo tidak percaya, dengan jawaban mengambang yang dia dapatkan. Melihat dia? Dia siapa? Dan kenapa Mentari bisa melihat seseorang dari diri Marisa? Apa maksudnya? Marisa pun semakin bingung di buatnya, rasanya otak cerdasnya kini berubah tumpul seketika.
"Saya tidak mengerti apa yang tante ucapkan."
"Ibumu bernama Yurika, bukan?" tanya Mentari dengan nada sendu.
"Eh, kok tante tau nama mama saya? Sepertinya kita baru bertemu hari ini kan, tante? Apa mungkin tante itu temennya mama saya?"
Mentari pun tersenyum kecil, kemudian dia menceritakan semuanya dengan detail. Dia ingin Marisa tau kebenarannya, dan dia bisa membawa Marisa, Maria serta kakak dan kakak iparnya kembali pulang.
"Bukan teman, lebih tepatnya ibumu adalah kakak iparku," ujarnya.
Perkataannya itu membuat Marisa membeku seketika. Kakak ipar? Apa maksudnya ini? Jika ibunya adalah kakak ipar Mentari, itu artinya ayahnya adalah kakak dari Mentari. Dan itu juga berarti, dia adalah sepupu dari Arka dan Azka? Tapi bagaimana bisa, ayahnya bahkan tak pernah memberitahunya masalah ini. Dia hanya tau, jika yang dia miliki hanyalah ayah dan ibunya.
Tidak pernah ada sosok tante, paman, kakek, ataupun nenek dan kerabat lain yang dia kenal. Jadi darimana datangnya wanita yang mengaku sebagai tantenya ini? Dan bagaimana ceritanya?
Marisa hanya bisa terdiam dan tenggelam dalam pemikirannya sendiri.
"Semuanya berawal dari saat ayahmu mengenal ibumu,"
__ADS_1
Mentari pun mulai menceritakan awal mula dari semua hal yang terjadi di masa lalu.
#Flashback on
"Dor!" kejutnya sambil menepuk bahu pria yang tak lain adalah kakaknya itu.
Pria yang tadinya sedang berada dalam lamunan indahnya itu pun, di buat terkejut setengah mati oleh adik perempuan kesayangannya itu. Dia pun menoleh dan mencubit pipi gembul itu.
"Dasar iseng! Suka banget ngagetin kakak," ucapnya tanpa melepas cubitannya.
"Habisnya kakak ngelamun aja sih," balas Mentari dengan suara yang lucu, karena pipinya yang masih di cubit oleh sang kakak.
Sang kakak yang bernama Kenan William itu pun tertawa melihat kelakuan adiknya. Dia pun melepaskan cubitannya dan kembali duduk di kursi yang tersedia di balkon kamarnya, kursi itu menghadap ke taman bunga di samping rumahnya.
Dia duduk memandangi bunga-bunga indah itu, sambil menyunggingkan senyum manis yang terlihat begitu menawan. Senyum yang membuat wajah tampannya itu, terlihat semakin sempurna. Benar-benar seperti perwujudan malaikat tanpa sayap.
"Ye... di tanyain malah senyum-senyum. Kesambet setan kredit ya?" godanya.
"Dih, aneh banget! Pake segala kredit cinta, dikata panci?" celetuknya.
Kenan justru terkekeh geli mendengar celetukan adiknya itu.
"Kamu mau tau maksudnya? Sini-sini!" Kenan menepuk bangku di sebelahnya dan menyuruh Mentari untuk duduk.
Setelah Mentari duduk, dia pun mulai menceritakan kejadian yang baru saja dia alami tadi pagi.
Dia bercerita jika tadi pagi, dia bertemu dengan seorang gadis yang begitu unik dan menarik. Kenan bertemu dengannya, saat dia sedang dalam perjalanan pulang. Tanpa sengaja dia hampir menabrak seorang gadis cantik, yang membawa banyak barang dagangan dengan motor antik tahun 70an miliknya.
__ADS_1
Dagangan itu berupa panci, gayung, ember, dan segala peralatan rumah tangga lainnya. Dan di bagian belakang motornya tertulis sebuah kata-kata yang begitu aneh menurutnya "Kredit perabot Cinta"
Dia pun meminta maaf pada gadis itu, dan memberinya ganti rugi untuk barang dagangannya yang rusak karena terjatuh.
Dan wanita itu mengatakan, "Ini beneran ganti rugi kan? Bukan kredit cinta?" ucap gadis itu dengan nada bercanda. Dia tak memiliki maksud lain dengan perkataannya itu, tapi Kenan berbeda. Dia menanggapi perkataan itu dengan cara yang mainstream.
"Ini kredit cinta. Jadi aku akan cicil kreditanku setiap hari, dan setelah lunas maka kami akan menjadi milikku," ujar Kenan yang justru di anggap sebagai balasan dari candaannya tadi oleh wanita yang tak lain adalah Yurika.
"Jadi ceritanya kakak ngalamin 'love at the first sight' nih? Hahaha..." Mentari pun tertawa sampai perutnya terasa sakit.
Cinta pada pandangan pertama? Dengan seorang tukang kredit perabot keliling? Oh yang benar saja? Dia pasti bercanda, bukan?
"Apanya yang lucu? Itu tidak salah kan? Cinta itu bisa datang kapan saja, di mana saja, dan pada siapa saja. Tidak terkecuali pada gadis cantik tukang kredit perabot," balas Kenan yang kemudian menjulurkan lidahnya pada Mentari, sebagai ejekan.
"Astaga kakak... Jadi tukang perabot itu benar-benar sudah menaklukkan kakakku yang seorang workaholic ini? Luar biasa! Sepertinya aku harus belajar dari calon kakak iparku itu, tentang bagaimana caranya menaklukkan seseorang yang sulit di dapatkan sepertimu, kak."
Mereka berdua pun tertawa dan terus saling mengejek satu sama lainnya. Kenan benar-benar merasa gadis itu spesial, dan dia juga sangat ingin untuk mengenal gadis itu lebih dekat.
Dia tak perduli dengan perbedaan mereka. Dia tak pernah membedakan orang dari kekayaan atau kekuasaannya, yang dia tau baik buruknya seseorang itu di nilai dari hatinya. Tak perduli sekaya dan seberkuasa apapun orang itu, tapi jika dia berhati busuk maka dia bukanlah orang yang tepat untuknya. Itulah yang selalu menjadi pedomannya dalam mencari pasangan hidup, dan hal itu jugalah alasan utama kenapa sampai saat ini tak ada seorangpun wanita yang bisa mendapatkan hatinya.
Karena dari banyaknya wanita yang mencoba mendekati dirinya, sembilan puluh lima persen di antaranya memiliki tujuan yang sama, yaitu harta. Dan sisanya memiliki tujuan lain yang tidak jauh berbeda, yaitu untuk menjalin kerja sama permanen dengan perusahaan miliknya melalui ikatan pernikahan. Sangat konyol!
Tapi kini dia merasakan sesuatu yang berbeda dengan gadis sederhana itu. Gadis yang tak malu meskipun melakukan pekerjaan yang terbilang kasar, dan dia justru masih bisa menghiasi wajah cantiknya dengan senyuman yang alami dan begitu meneduhkan.
Kenan benar-benar bertekad untuk mendapatkan gadis itu, meskipun dia tau jika ayahnya tak akan pernah menyetujui hal itu.
"Tar, jangan dulu beritahukan hal ini pada ayah. Dan kau tidak perlu tanya kenapa, karena aku yakin kau tau alasannya."
__ADS_1
...*******...
Hay hay hay 😘 jangan lupa like, komen dan tabur bunga serta sajen kopi hitamnya ya guys.ðŸ¤