
...Ketika kai di hadapkan dengan dua pilihan yang sulit...
...Bersimpuhlah di hadapan-Nya dan yakinlah...
...Jawaban akan datang padamu, segera....
...By : Rosemarry...
...*****...
"Yamete...!" seru Marisa dalam hatinya.
Plak!
Plak!
Plak!
"Cukup Marisa... cukup! lo nggak boleh kaya jablay alias jarang di belay, ya kali otak mini lo ini isinya cuma adegan 21+ doang...!" gumamnya dengan suara lirih sambil menepuk-nepuk pelan kedua pipinya.
"Cih! Ternyata ada juga orang yang menyadari dirinya sendiri mesum?" sahut Kenzo yang ternyata sudah terjaga sedari tadi.
"B-bos? Kapan kau bangun?" Marisa pun tergagap kala menyadari Kenzo ternyata mendengar gumamannya.
"Sepertinya sejak kau mengatakan aku menyebalkan. Atau... sejak kau bilang jika saja aku sedikit lebih friendly, maka aku pasti akan menjadi buronan mertua." Jawab Kenzo dengan senyum jahilnya.
"What the hell?!" jerit Marisa dalam hati, "Jadi aku menghina orang di depan muka orangnya langsung? Wah, Daebak...! Betapa epicnya itu oh Tuhan...!" saat ini ingin rasanya Marisa mengambil karung goni dan memakainya di kepala.
Marisa menunduk dengan rasa malu yang tak terhingga.
"Ternyata mengerjai si Bebek Kuning ini menyenangkan juga." Pikirnya.
"Apa pura-pura mati, begitu trending saat ini bos? Bukannya yang sedang trend itu si Samsudin ya?" cibir Marisa dengan bibir manyunnya.
"Maybe." Jawab Kenzo singkat, padat, dan terdengar sangat menyebalkan di telinga Marisa.
"Lebih baik aku main game saja dari pada darahku naik ke ubun-ubun gara-gara si Muktar ini!" Marisa pun mulai memainkan game kesayangannya itu dengan begitu fokus.
"Apa yang kau mainkan? Kenapa kau serius sekali?"
__ADS_1
"Game."
"Oh."
Tok...
Tok...
Tok...
Cklak!
"Hallo girl..." Sapanya saat masuk ke kamar itu.
"Eh halo juga Vin, lo udah sampai rupanya?" Marisa terlihat senang kala Kevin datang.
Marisa senang karena akhirnya bukan hanya dirinya dan Kenzo berdua di ruangan itu.
"Berduaan aja nih, nanti yang ketinganya setan loh." Canda Kevin melempar pandang pada Marisa dan Kenzo bergantian.
"Baguslah kalau kau sadar kau itu setan." Celetuk Kenzo.
"Hey... Hey... Hey... Kenapa sensi banget sih kak, lagi pms?" goda Kevin.
"Kau kakakku, tapi dia adalah masa depanku." Kevin tak lupa mengedipkan sebelah matanya pada Marisa.
"Kenapa matamu itu? Kemasukan jin?!"
"Dih! Sensi bener, ngab. Mar lo lagi main apa tadi, kayaknya seru banget."
"Main game ini nih? Mau coba main juga?"
"Boleh! Boleh! Kayaknya seru, tapi lo ajarain gue ya... soalnya gue belum pernah main ini game."
"Kuy lah, duduk di sana aja yuk." Mereka berdua pun pindah tempat duduk di sofa yang ada di ruangan itu, mereka duduk berdampingan seperti layaknya sepasang kekasih.
Marisa pun mulai mengajari Kevin cara bermain game kesayangannya itu, dan entah mengapa hal itu membuat Kenzo amat sangat kesal.
"Dasar bawahan kurang ajar! Bukannya kerja malah asik main game." Gumamnya lirih sambil menatap tajam kedua manusia yang bahkan tidak menghiraukannya sama sekali itu.
__ADS_1
"Haha... ternyata seru juga Mar, gue mau download sendiri deh. Nanti kita mabar ya..."
Marisa pun mengangguk dengan senyum manis menghiasi bibirnya.
"Btw, makasih ya lo udah nganterin Tama sampai rumah dengan selamat hehe..." Marisa menampilkan cengiran khasnya.
"Sama-sama sebagai gantinya, gue mau di game ini nanti lo jadi pasangan gue ok?"
"Eh? E... tapi kan gue udah punya pasangan di game iโ"
"Shht! Itu masalah gampang, kan tinggal lo ganti aja dia sama gue." Kevin menaik turunkan alisnya.
"Tukang maksa!" cibir Kenzo dalam hatinya.
"Ehm... nanti deh gue coba bilang dulu ke dia, takut dia marah soalnya gue sama dia min ini udah lama."
"Dia temen lo?"
"Nggak juga sih, gue aja nggak tau siapa nama aslinya."
"Nah! itu dia!" Marisa sampai terlonjak kaget dengan seruan Kevin. "Karena lo juga nggak kenal sama dia, jadi bisa dong geser tempat dia buat gue..." Kevin memberikan tatapan puppynya pada Marisa.
"Haish! Berdosa sekali anda ini..." gumam Marisa yang tak bisa untuk tidak mengiyakan permintaan Kevin, setelah Kevin mengeluarkan jurus andalannya.
"Hehe..."
"Aduh! Berasa jadi pedofil gue kalo sama nih berondong." Batinnya.
Bugh!
"Kenapa suka banget lempar-lempar barang sih kak?!" sungut Kevin.
"Berisik! Lebih baik kau keluar, karena aku mau istirahat!"
"Idih...! Galak beut heran." Kevin pun berdiri dari duduknya kemudian menarik tangan Marisa. "Kita keluar jalan-jalan aja yuk, sumpek disini!" Kevin menjulurkan lidahnya pada Kenzo.
"Eh tapi gue kan masih kerโ"
"Udah gak apa-apa, lagian dia sendiri yang suruh kita keluar." Kevin pun menarik Marisa keluar dari sana.
__ADS_1
Blam!
"Shitt!"