My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 66


__ADS_3

...Kau memang cantik bagaikan bulan dan bintang di langit...


...Tapi sayangnya itulah alasan kenapa aku tak bisa menggapaimu....


...By : Rosemarry...


...*****...


"K-kau mau apa? J-jangan mendekat lagi, atau aku akan—"


"Akan apa? Memukulku? Lakukan saja." Tantang Kenzo yang semakin lama semakin mendekatkan wajahnya ke arah Marisa.


"Akan... akan... ehm, aku akan membuatmu menyesal!"


"Menyesal? Because of what?"


"Karena aku tidak akan lagi, Muktar...! Lo ngerti nggak sih, tiap gue liat muka lo sedeket ini sama gue itu bikin gue inget lagi soal adegan setengah mateng itu...!" batin Marisa yang menjerit.


Gleg!


Marisa dengan susah payah menelan salivanya, sedangkan di setan kecil dan malaikat kecil di kiri kanannya juga tengah berdebat.


"Marisa... rejeki nomplok depan mata, kalau lo nggak ambil kesempatan berarti lo bodoh." bisik Marisa versi devil.


"No, Marisa! Jangan dengarkan hasutan si setan bau ketek itu, jangan buat dirimu terlihat rendah di hadapan laki-laki!" sahut Marisa versi angel.


"Woy Kutang wewe, sembarangan aja kalo ngomong! Gue nggak ngehasut Marisa, gue cuma ngasih pencerahan aja."

__ADS_1


"Pencerahan lo bilang? Emangnya lo krim pemutih?!"


Kedua Marisa versi mini itu malah seolah tengah saling berdebat, dan Marisa puj menggelengkan kepalanya untuk mengusir dua makhluk durjana itu dari pikirannya.


"Aarrghhh...! Kenapa otak gue jadi oleng gini sih...!" batin Marisa. "Nggak! Gue nggak boleh kalah, lo mau bikin jantung gue disko ampe copot?! Lo salah nyari lawan, Bambang! Lihat aja gimana gue bikin senjata lo balik lagi ke lo." Batin Marisa.


Wush...


"Hey apa yang mau kau—"


"Aku mau melakukan apa yang tadi ingin kau lakukan, bos." Marisa berbisik di sebelah telinga Kenzo setelah dia menarik dasi Kenzo dan membuat tidak ada lagi jarak di antara merek.


"Haish... gini amat nasib jadi jones, pake segala di liatin adegan 18+ lagi! Seenggaknya tolonglah hargai kami para jomblo!" ingin rasanya Arka mengucapkan kalimat itu sekeras-kerasnya, namun sayang itu tidak bisa ia lakukan atau dia akan berakhir sebagai tamu para keluarga besar Conda di hutan Amazon.


"Melakukan apa yang tadi ingin kulakukan? Benarkah? Aku tidak percaya jika kau tidak membuktikannya." Tantang Kenzo yang mengira Marisa benar-benar tau apa yang ingin dilakukannya tadi


"Pfft... bwahahaha... tawa Arka yang begitu eksotis dengan volumenya yang sudah layaknya pemimpin upacara itu pun, auto menarik perhatian kedua manusia di hadapannya."


"Apa yang lucu?" tanya Marisa.


"Astaga ternyata kau memang benar-benar bodoh, dan bukan pura-pura bodoh?" batin Kenzo.


"Aku menertawakan kepolosanmu yang sangat-sangat murni itu, Marisa. Kau mengira Kenzo hanya ingin membuatmu salah tingkah?"


"Tentu saja, memangnya bisa apa lagi?"


"Dia itu tadi ingin—"

__ADS_1


Marisa membulatkan matanya seketika, kala Kenzo menarik wajahnya dan menempelkan beibir kenyal seksi yang sudah menyapa bibirnya beberapa kali itu.


"Ya ampun ku kira aku tidak akan melihat adegan 18+ itu tapi ternyata aku terlalu menyepelekan kegilaanmu, Kenzo." Gumam Arka yang langsung beranjak.dari duduknya untuk keluar dari ruangan itu. "Lebih baik aku pergi, daripada aku menjadi obat nyamuk atau kambing congek."


Sedangkan Kenzo dan Marisa masih sama-sama terpaku tanpa ada pergerakan apapun, hanya bibir mereka yng saling menempel dan tidak lebih.


Deg!


Deg!


Deg!


"Sekarang aku yakin kalau aku benar-benar menyukaimu, Marisa." Batin Kenzo saat merasakan debaran jantungnya yang seolah sedang menyanyikan lagu cinta itu. "Jadi aku akan minta maaf padamu Kevin, karena untuk yang satu ini aku tidak bisa mengalah lagi padamu."


"Omo! Omo! Omo! D-dia menciumku? Ini sudah yang ke 3 kalinya dia menciumku, tapi ini lam sedang tidak dalam akting atau pengaruh obat..." batin Marisa yang merasa aneh pada sikap Kenzo.


Kenzo pun melepaskan ciumannya dan berdiri lalu berjalan ke kursi kerjanya, "Ekhem! Apa kau masih mau terus duduk di sana?"


"E-eh?" Marisa pun segera bangkit dengan wajah bingungnya.


"Kembalilah bekerja."


"Hah!? Dia membuangku setelah mengambil keuntungan dariku!? Cius...? Mi apa...?!" batin Marisa kesal. "Baiklah, bos." Marisa pun menatap Kenzo dengan sinis sebelum keluar dari ruangan itu.


Blam!


"Huft... baru kali ini aku merasakan jantungku berdetak secepat ini. Tuhan... apa jangan-jangan aku penjahat keji di kehidupan lalu, makanya aku bisa menyukai gadis aneh bin ajaib ini di kehidupan sekarang?" selorohnya sambil kembali membuka berkas yang sudah menumpuk di atas mejanya.

__ADS_1


"Cih! Dasar Muktar sialan! Songong! Freak! Bener-bener ya itu makhluk, bisa-bisanya dia main nyosor gue dah gitu dia ngebuang gue gitu aja!? Wah beneran minta di kebiri banget sih itu anak dajjal!" gumam Marisa dengan wajah kesalnya. "Tapi—" Marisa memegangi bibirnya.


__ADS_2