
...Jika saja bumi ini bisa tertawa... Dia pasti sudah menertawakan para penghuninya....
...Jika saja matahari bisa berbicara... Dia pasti sudah menyumpah serapahi manusia....
...Jika saja bulan bisa melihat... Dia pasti langsung menutup matanya....
...Yang tak ingin ternoda oleh kemunafikan yang ada....
...By: Rosemarry...
...*****...
"Ehm... Ya gue tau Ra, tapi dari pada lo uring-uringan ga jelas gini mending lo pikirin cara buat bales tuh cewek gatel kan? Buat dia ngerasain malu yang lebih dari apa yang lo rasain hari ini!" Stevy pun memanas-manasi Raisa dan berusaha membuatnya membalas Marisa.
Untuk apa? Tentu saja karena secara tidak langsung itu juga akan membantunya untuk membalas dendam pada Marisa, yang menurutnya sudah mengambil Antonio darinya.
Raisa tampak berfikir sejenak, "Lo bener juga sih Stev, tapi ada yang salah dari ucapan lo!" jawab Raisa.
"Hah salah? Apanya yang salah?" Stevy dan Della pun nampak kaget, "Apa jangan-jangan si Cumi ini sadar kalo gue berusaha manfaatin dia buat balesin dendam gue?" pikir Stevy panik.
"Iya, salah. Harusnya bukan gue yang mikirin rencananya, tapi lo berdua!" seketika itu juga mata Stevy dan Della membulat sempurna.
__ADS_1
"Kok kita sih Ra?" tanya Della tidak terima.
"Terus? Masa iya gue? Gini aja deh, kalian pikirin rencananya abis itu gue traktir kalian makan enak dan belanja ke mall, gimana?" Raisa pun menawarkan sesuatu yang tentu saja tak bisa di tolak oleh Stevy dan Della, yang seketika itu juga merubah ekspresi kesal mereka menjadi senyum merekah.
"Dasar mata duitan!!" batin Raisa.
Yup, sebenarnya Raisa tau kalau kedua manusia durjana di hadapannya itu, adalah contoh nyata dari para manusia bermuka dua. Tapi meskipun dia mengetahui hal itu, dia hanya diam saja dan membiarkan mereka menikmati uang keluarganya.
Namun sebagai gantinya mereka juga sering menuruti perintah Raisa, hanya untuk membuat Raisa tidak marah dan memutuskan hubungan pertemanan palsu mereka itu.
"Cuma duit kan? Keluarga gue nggak kekurangan duit kalo cuma buat bisa bikin lo berdua jadi jongos alias babu gue!" pikir Raisa sambil tersenyum miring dalam hatinya.
Lagi pula Raisa tak memiliki teman lain, selain dua manusia durjana minus akhlak yang tak jauh beda darinya itu.
Itu karena sifat Raisa yang bossy dan menyebalkan di tambah dengan mulut pedas bon cabe level 30nya itu.
Semua sifat buruk Raisa lah yang membuatnya tidak mempunyai teman yang tulus mendekatinya, hanya ada orang-orang yang ingin memanfaatkan dirinya. Ya... contohnya seperti dua makhluk di hadapannya ini misalnya yang hanya ingin memeras dirinya.
Kata Author, "Tapi bukankah mereka cocok? Si penjilat, bermuka 2 dan Raisa sendiri suka cari muka. Harusnya yang bermuka 2 donorin aja satu mukanya ke Raisa biar seimbang!"🤣
"Oke deh gue sama Stevy yang bakal pikirin gimana caranya biar lo bisa bales dendam sama tuh cewek." sahut Della dengan wajah sumringah yang berusaha dia sembunyikan, namun tentu saja gagal mengelabuhi Raisa.
__ADS_1
"Dasar Cumi ogeb! Gampang banget sih lo di kadalin!" batin Della.
"Cumi... cumi... Malang banget ya nasib lo, nggak pernah punya temen... eh sekalinya punya cuma di manfaatin. Tapi bagus deh, gue jadi bisa beli tas limited edition inceran gue! Gak sia-sia ya gue sama Della rela temenan sama anak dajjal kayak lo!" ucap Stevy dalam hatinya.
"Cih!! Dasar muka dua, lo pikir gue nggak tau isi otak kerdil lo itu! Buaya mau di kadalin, mana bisa!" ejek Raisa dalam hati.
Sungguh miris bukan? Manusia-manusia laknat bin durjana yang saling memanfaatkan satu sama lainya, dengan topeng persahabatan.
Satu kata yang paling tepat untuk mereka hanyalah, MUNAFIK!
Tapi sayangnya di dunia ini kemunafikan sudah merajalela dan seolah menjadi hal yang biasa, sungguh miris.
"Ra... gue puny ide." Seru Stevy setelah berpikir untuk beberapa saat.
"Ide apaan?"
Stevy pun mendekat pada Raisa dan membisikkan sesuatu di telinganya.
"Jadi gini—"
...😪Two hours later....😴...
__ADS_1
...🤣🤣🤣...