
"Sekeras apapun kamu berusaha menghindarinya, itu hanya akan sia-sia. Karena pada dasarnya, takdir tidak akan pernah melepaskan targetnya begitu saja."
By: Rosemarry
*****
Pletak!!
"Aww, sakit ogeb! Lo ngejitak gue pake tenaga dalem ya, sakit banget setan!" kesal Marisa sambil mengelus-elus ubun-ubunnya yang baru saja di jitak oleh Gea.
"Lagian lo ngelamar kerja cuma liat cuannya doang? Astaga dragon, Marisa Agatha William! Di otak lo tuh cuma ada duit, apa emang otak lo itu nggak ada isinya sih?!" Gea yang rasanya ingin sekali mengunyeng-unyeng bestie tulalitnya itu.
"Yaelah Ge, lo kan tau yang gue butuhin sekarang tuh cuma cuan." Jawab Marisa.
"Huft! Serah lo deh, bisa-bisa bukannya naik haji naik darah gue ngomong sama lo!"
"Ge, gue pinjem baju lo ya. Kan lokasi ketemuannya di sini juga, dari pada gue bolak balik ke rumah mending gue minjem baju lo." Pinta Marisa dengan memelas dan menampilkan puppy eyesnya pada Gea.
Setidaknya Maris bisa hemat ongkos ojek, karena tidak perlu bolak balik ke rumah dan apartemen Gea, hanya untuk bersiap-siap.
"Hish!! Kenapa tuhan nggak adil banget sih, lo di kasih mata yang bikin orang gak bisa nolak permintaan lo! Emang lo mau pake baju apa? Lo kan tau, gue nggak punya baju kayak yang biasa lo pake." Tanya Gea sambil membuka lemari bajunya.
"Yaelah Ge, gue pinjem dress lo."
"What! Dress? Lo mau pake dress Mar, seriusan?" Gea pun terkaget mendengar ucapan keramat itu keluar dari mulut seorang Marisa.
"Iya, soalnya tugas gue malam ini tuh... buat jadi pendampingnya bos gue ke pesta. Ya... lebih tepatnya sih jadi tameng hidup, buat bikin cewek-cewek yang biasanya nempelin dia itu kabur! Makanya gue harus pake dress." Jelas Marisa yang membuat Gea mengerti.
Gea pun beranjak dan berjalan menuju lemari pakaiannya untuk memilihkan gaun yang cocok untuk Marisa, dan dia pun menjatuhkan pilihannya pada salah satu dress yang baru dia pakai sekali.
"Ya udah nih pake ini aja, kayaknya cocok buat lo. Dan ini juga cocok buat tema tugas lo malam ini, pastinya lo harus terlihat elegan dan berkelas kan?" Gea pun memberikan gaun malam berwarna hitam pada Marisa.
"Yup, gue harus jadi perisai yang bisa bikin semua cabe-cabean yang ngedeketin bos gue itu kabur." Marisa manggut-manggut melihat gaun yang Gea pilihkan untuknya.
Akhirnya Marisa pun bergegas mandi dan bersiap di apartemen Gea, dan memakai gaun malam yang Gea pinjamkan padanya.
__ADS_1
Setelah itu dia pun merias dirinya dengan sederhana, namun tampak sangat elegan dan berkelas.
"Perfect Mar, lo beneran cantik kalo udah dandan kayak gini tau gak sih!" seru Gea saat melihat penampilan Marisa.
"Ooo... tentu saja ferguso, gue mah emang udah cantik dari orok!" Marisa pun tengah merapikan rambutnya, setelah itu memilih tas dan aksesoris pelengkap lainya.
"Dih kok jadi besar kepala ya anda, nona Marjan! Jadi nyesel tau nggak sih, gue muji lo!" cibir Gea dengan bibir manyunnya.
"Nggak usah manyun gitu juga ogeb! Ntar gue kuncir juga tuh bibir, baru tau rasa lo!" canda Marisa.
"Otak lo tuh kuncir biar gak berantakan!" balas Gea sambil menjulurkan lidahnya.
"Ya udah gue ke bawah dulu ya, bye Gea sayang... emmuach!" Marisa pun memberikan kiss bye dan berjalan menuju lift untuk sampai ke lantai dasar, karena Marisa diminta menunggu di depan gedung apartemen itu.
"Dih najong tralala!" seru Gea sambil berekspresi jijik.
Marisa pun mengirimkan pesan pada asiaten bosnya, dan memberitahukan kalau dirinya sudah sampai di tempat yang di janjikan.
"Bos, cewek itu bilang dia udah sampai di depan gedung apartemen." Arka memperlihatkan isi pesan singkat itu pada Kenzo.
"Ok suruh dia nunggu di resepsionis aja, jangan di pinggir jalan ntar dikira joki three in one!" titah Kenzo padanya dengan sedikit candaan garingnya.
Arka pun mengetikkan pesan singkat pada wanita itu, "Kau bisa menunggu di bagian resepsionis nona, bos akan segera turun setelah selesai bersiap." Ketiknya ke dalam pesan chat itu.
Marisa pun nampak kesal setelah membaca pesan yang baru saja dia terima, karena itu artinya dia harus masuk kembali ke dalam gedung apartemen itu.
Di lain tempat...
"Marisa... Marisa... Kapan kira-kira kita bakalan ketemu lagi? Lo emang beda sama cewek-cewek lain di luar sana, lo udah sukses buat gue percaya kalo love at the first sight, itu nyata!"
Pria itu menatap langit-langit kamarnya, seolah ada lukisan wajah Marisa di sana yang membuatnya tersenyum bahagia.
"Kenapa tadi gue harus lupa minta nomor teleponnya sih!" gerutunya yang mengingat kebodohannya tadi, yang tidak meminta nomor gadis itu lebih dulu sebelum mereka berpisah.
Yup, dia adalah Antonio. Pria tampan yang tadi bertemu dengan Marisa dan mentraktirnya makan, kini isi otaknya itu hanya ada Marisa, Marisa, dan Marisa.
__ADS_1
Tok... Tok... Tok...
"Siapa?" serunya.
"Ini aku Denis tuan, boleh aku masuk?"
"Hm masuklah."
Cklak!!
"Ada apa Den?" tanya Anton.
"Anda harus bersiap-siap sekarang tuan, bukankah anda harus menghadiri ulang tahun nona Raisa?" ucapnya.
"Hah... sebenarnya aku sangat malas datang ke acara seperti itu!" Anton menghela nafas panjang, dia sudah sangat lelah dan bosan dengan acara semacam itu.
"Tapi anda harus datang tuan, Blue Company adalah rekan kerja perusahaan juga. Tidak enak jika anda tidak datang." Bujuknya.
"Huft!! Ok fine, kau siapkan dulu bajuku! Aku mau mandi dulu." Anton pun melenggang masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Marisa, gue harap kita bakal ketemu lagi. Dan kalau itu terjadi, gue nggak akan pernah lepasin lo lagi." Antonio pun mulai mengguyur tubuhnya di bawah shower.
"Ayo Arka!" Kenzo nampak sudah siap dengan setelan jas warna hitam yang sangat pas di badanya.
Arka pun mengikuti bosnya turun ke lantai bawah, dan menuju ke resepsionis.
Arka mengedarkan pandangannya menyapu seluruh tempat itu, hingga akhirnya tatapannya berhenti saat melihat punggung seorang gadis yang mengenakan dress berwarna hitam.
"Itu dia orangnya bos, yang pakai gaun hitam." tunjuk Kenzo pada seorang wanita yang tengah duduk membelakangi mereka.
"Nona Marisa?" panggil Arka sambil menepuk punggung wanita itu.
"Marisa?" batin Kenzo.
Mata Marisa pun membulat sempurna saat membalikkan badannya, dan melihat siapa orang yang memanggilnya barusan.
__ADS_1
"4L!?"