My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 145


__ADS_3

...Jangan lupa like, komen dan amunisinya ya guys😘...


...**********...


Jleb!


Mata Marisa melotot dan senyum devil nampak menghiasi wajah dari bos para preman itu, dia mencabut pisaunya dan terlihatlah darah menetes dari ujung pisaunya.


Tidak berapa lama kemudian, tubuh Marisa pun terjatuh dan dengan cepat pria itu menangkap tubuh Marisa dan membawanya ke dalam mobil.


Dengan wajah bahagianya, dia melajukan mobil itu meninggalkan anak buahnya yang sudah pingsan di sana. Benar-benar bos jahanam. Mentang-mentang dapet cewek, temen di tinggal. Kenapa dia melakukannya? Karena menurutnya, semua anak buahnya itu tidak becus bekerja dan tidak membantu sama sekali dalam pekerjaan ini. Jadi untuk apa dia membawa bangkai-bangkai itu bersamanya, dan dia masih harus membagi uang hasil kerjanya itu dengan mereka? Sangat bodoh jika dia melakukannya, bukan? Lebih baik dia kuasai sendiri saja uang dan wanitanya juga.


Dia membawa tubuh Marisa menuju ke sebuah pabrik tua yang terbengkalai. Tempat itu benar-benar tampak mengerikan, dan itu adalah tempat persembunyian si bos preman, yang bahkan tidak diketahui oleh para bawahannya.


Dia hanya akan memberitahu lokasi tempat itu pada para kliennya yang menginginkan barang atau orang, yang menjadi target mereka. Juga pada kliennya yang ingin membayar hasil kerja kerasnya. Jadi bisa di bilang, tempat ini sangat aman, menurutnya.


Di sepanjang perjalanan, dia terus menatap ke arah Marisa yang nampak sudah terkapar tidak berdaya di sampingnya. Dan terlihat pula darah yang masih tampak terus menetes dan mengotori bajunya. Meskipun baju Marisa berwarna hitam dan membuat noda darah itu tidak terlalu terlihat, tapi bau amis khas darah sudah cukup membuktikan jika itu benar-benar darah asli.


"Hehe, malam ini gue bisa pesta. Gue punya uang dan gadis cantik. Tenang saja, setelah u


gue selesai sama tubuh lo, lo bakal gue kuburin kok." ujarnya yang kemudian tertawa terbahak-bahak, seperti seorang pedofil yang mendapatkan mangsa baru.


Tak lupa pula bos preman itu mengabari Raisa tentang keberhasilannya. Dia juga menyuruh Raisa datang untuk menyerahkan uang sisa bayarannya, sekaligus melihat dan memastikan tubuh Marisa benar-benar sudah tidak bernyawa.


Dan benar saja, saat mereka sampai di tempat persembunyian bos preman itu, ternyata Raisa sudah ada di sana.


Dia menatap ke arah mobil yang baru saja berhenti itu dengan senyum devil dan juga hati yang berbunga-bunga.

__ADS_1


Dalam hati dia sangat bersyukur, saat mendengar kabar jika orang suruhannya sudah berhasil melakukan tugasnya. Terlebih saat bos preman itu turun dari mobilnya dengan tubuh Marisa yang dia gendong seperti karung beras, dengan darah yang masih tampak di baju dan lengan Marisa.


Setelah pria itu meletakkan tubuh Marisa, Raisa pun mendekat dan bergumam dengan seringai yang tampak begitu mengerikan.


"Akhirnya! Akhirnya lo mati juga, ja*lang! Asal lo tau aja, Kenzo itu milik gue, dan cuma boleh jadi milik gue!" Raisa tertawa seperti psychopath, "Nikmati momen-momen sekarat lo, ja*lang. Dan gue bakal ambil apa yang seharusnya jadi milik gue!" sambungnya yang kemudian berdiri dan menghampiri bos preman itu.


Dia mengulurkan sebuah amplop coklat yang cukup tebal pada pria itu, dan memuji kerja mereka yang sangat bagus dan cepat.


Setelah memberikan uang itu, Raisa pun segera beranjak pergi meninggalkan tempat mengerikan itu dengan hati yang sangat senang.


Baginya Kenzo adalah miliknya, dan hanya bisa menjadi miliknya seorang. Jika dia tak bisa mendapatkannya, maka jangan harap kalau orang lain bisa mendapatkannya. Lebih baik dia menghancurkannya, daripada harus melihat apa yang dia inginkan, justru di miliki oleh orang lain.


Sementara Raisa menikmati saat-saat kemenangannya, bos preman tadi juga tengah menikmati saat-saat indahnya. Dia merayakan keberhasilannya dengan minuman keras yang dia beli dengan uang DP dari Raisa kemarin.


Namun tanpa dia sadari, dari arah belakang ada seseorang yang tiba-tiba saja mengikat tubuhnya pada kursi yang tengah di dudukinya.


"Lo?" Matanya membulat seketika, saat melihat Marisa yang sudah memegang pisau lipat miliknya, yang entah sejak kapan sudah berada di tangannya.


Dia memainkan pisau itu dengan sangat terampil. Seolah dia sudah sering menggunakan benda semacam itu, bahkan lebih sering dari pada dia.


"Kenapa? Kaget? Nggak usah lebay juga kali kagetnya, biasa aja... gue kam udah bilang, kalo pengen gue mati itu harus liat, lo mampu atau enggak."


Benar, orang itu tidak lain adalah Marisa. Bos preman itu terlihat sangat bingung, terlebih saat dia menatap ke arah di mana dia menusukkan pisaunya tadi.


"Penasaran? Gue kasih tau lo, sebodoh apa sih otak kerdil lo itu," ucap Marisa mengejek, "Liat, ini apa?"


Marisa mengangkat sebuah kantong darah, dan memperlihatkannya pada bos preman itu. Dia menjelaskan jika semua itu sudah ada dalam skenarionya, bahkan dengan sangat detail.

__ADS_1


Dia menyiapkan kantong darah itu, dan mengisinya dengan darah ayam. Sehingga dia bisa menipu orang bodoh itu dengan mudahnya, karena benar cairan itu adalah darah, meskipun bukan darah manusia.


Dan dengan dirinya yang terlatih selama bertahun-tahun dalam bela diri, tentu saja tidak sulit baginya untuk memanipulasi hal kecil semacam itu.


Bos preman itu tampak begitu terkejut setelah mendengar penjelasan Marisa. Kini dia benar-benar menyadari seberapa bodoh dirinya, hingga bisa-bisanya dia di bohongi dengan trik semacam ini.


"Sial! Dasar licik!" serunya.


"Licik? Bukannya cara kalian yang nyerang gue pake mode squad, lebih licik ya? Terus lo yang nyerang gue pake ini, bukannya lebih licik lagi ya?" balas Marisa sambil memainkan pisau lipat itu, dan mengusap darah yang masih tersisa di ujung pisaunya.


"G-gue kan cuma di suruh!"


"Siapa suruh, lo mau." ujar Marisa dengan acuh.


"Karena gue di bayar."


"Itu derita lo!" ucapnya, Marisa pun menepukkan tangannya tiga kali. Dan setelah itu, datang beberapa pria dengan seragam bodyguard yang membawa para bawahan preman itu, yang tadinya dia tinggal di tempat mereka mengeroyok Marisa.


Mata bos preman itu pun membelalak, dan bertanya-tanya tentang apa yang Marisa rencanakan. Namun melihat sorot mata Marisa dan senyum devil di wajahnya, dia benar-benar langsung bisa merasakan firasat buruk yang benar-benar buruk.


"Lo mau tau, apa yang bakal gue lakuin sama kalian?" Marisa menyentuh dagu bos preman itu dengan ujung pisau lipatnya, "Tenang aja, gue nggak akan bunuh lo, kok. Tapi gue bakal kasih lo hadiah spesial!" Marisa mengeluarkan sebuah botol kecil, dan menuangkannya ke botol anggur milik bos preman itu.


...**********...


...Widiiiih botol apa tuh? Kayaknya bakal seru nih🤭🤭🤭...


...Yukkk gaskeun lanjuuuut🥳...

__ADS_1


...Tapi jangan lupa like, komen dan amunisinya, biar tambah semangat 💋...


__ADS_2