My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 107


__ADS_3

Sementara canda tawa terdengar di rumah keluarga Alexander. Tangis dan jeritan kesakitan, serta keputusasaan terdengar begitu menyayat hati, di rumah keluarga Dewangga.


"Bagaimana rasanya, tuan Ferdinand...?" tanyanya sambil memegang belati di tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya tengah memegangi dagu pria yang adalah ayahnya sendiri itu agar menatap langsung pada matanya.


Wajah Ferdinand nampak sudah pucat pasi, dengan luka di seluruh tubuhnya. Bahkan dia tak mengenakan sehelai pun pakaian.


Dan kalian tau? Ada hal yang lebih memprihatinkan dari keadaan Ferdinand saat ini. Kesepuluh jari tangannya sudah hilang, dan bahkan juga ***********.


Ya, Ando sudah mulai menyiksanya sejak semalam. Dia benar-benar membuat Ferdinand berpikir, bahwa kematian adalah satu-satunya yang dia inginkan sekarang ini.


"Kenapa kau diam saja, tuan Ferdinand...? Apakah menurutmu ini semua tidak menyenangkan? Bukankah dulu kau juga memperlakukan ibuku dengan kejam!? Jadi sekarang aku sedang membalaskan penderitaan ibuku. Aku akan membuat kalian merasakan apa itu kematian adalah jalan terindah, hahaha..." tawa Ando menggelegar di ruangan kecil itu.


Sedangkan di pojok ruangan, masih ada Rian dan Melisa yang sudah ketakutan sejak Ando mulai menyiksa Ferdinand.


"Kumohon Ando... kumohon bunuh saja aku, aku tidak sanggup hidup lagi..." ucap Ferdinand dengan terbata-bata. Dia benar-benar sudah kehilangan keinginan untuk hidup. Yang dia inginkan saat ini, hanyalah kematian yang cepat, hanya itu.


"Huaaa... Ando, kakak... Ku mohon, lepaskan aku. Aku janji aku tidak akan melaporkanmu pada polisi, aku akan pergi sejauh mungkin dari sini, ku mohon kakak..." rengek Rian seperti anak kecil.


"Kenapa? Bukankah kau menyukai permainan semacam ini?" tanya Ando dengan suara yang terdengar begitu mengerikan.


Untuk menelan ludah saja, bahkan terasa begitu berat untuk ketiga orang yang tengah menunggu hukuman mati mereka.


Terlebih lagi, untuk Melisa. Dia yang awalnya sudah mengira kalau dirinya berhasil kabur dari cengkraman Ando, namun ternyata itu hanyalah angan-angannya belaka. Dan itu hanya menambah kemarahan Ando. Dia bahkan sudah bersumpah, bahwa dia akan menyiksa Melisa dengan cara ping kejam.

__ADS_1


Bagaimana Melisa tidak ketakutan setengah mati? Bahkan penyiksaan yang Ando lakukan pada Ferdinand saja sudah sekejam itu, lalu apa kabar dengan dirinya, yang sudah di janjikan dengan penyiksaan paling mengerikan?


Hanya dengan mengingat kata-kata Ando saja, rasanya Melisa sudah melihat malaikat maut yang bersiap mencabut nyawanya. Benar-benar sangat mengerikan.


Ando pun kembali berjalan ke arah Ferdinand, dengan langkah pelan namun begitu menakutkan.


"Apalagi yang kau ingin aku lakukan padamu, tuan Ferdinand? Ehm... memotong lidahmu? Memotong kupingmu? Atau... sepertinya mencungkil keluar bola matamu pasti akan terasa lebih menyenangkan, bukan? Hahaha..." Ando mengarahkan belatinya, dan memposisikannya tepat di depan mata kanan Ferdinand.


Setelah itu, adegan berdarah yang mengerikan pun terjadi.


"Aaarrggh!!" jeritan yang begitu menyayat hati terdengar memenuhi ruangan kecil itu.


Melisa dan Rian hanya bisa menutup mata mereka, dan pasrah menunggu giliran mereka tiba.


Hingga akhirnya, Ferdinand pun mati dengan keadaan yang begitu mengenaskan.


Setelah itu, dia pun mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.


"Jack, panggil mereka kemari. Aku tidak ingin membunuh dengan sia-sia.


Ando berpikir untuk memanggil para penjual organ manusia untuk datang. Dia akan menyiksa Melisa dan Rian lebih dulu, dan jika mereka sudah sekarat, maka dia akan menyerahkan kedua orang itu pada mereka untuk diambil organnya.


Setidaknya dia juga akan mendapatkan uang dari itu, dan tidak membunuh dengan sia-sia.

__ADS_1


Sedangkan Harvey, kini sudah berada di luar negeri. Dia meminta bantuan temannya, untuk menjual semua aset keluarga Dewangga. Dan menyuruhnya untuk mengatakan, bahwa tuan Ferdinand sedang sakit parah dan tidak bisa mengurus perusahaan. Jadi menyerahkan urusan perusahaan pada Harvey.


Dia pun mengalihkan semua aset keluarga Dewangga ke tangannya. Dia menjual semuanya dalam waktu beberapa jam saja, kecuali rumah keluarga Dewangga.


Namun dia tak menggunakan semua uang itu untuk keperluan pribadinya. Dia menyumbangkan sebagian besar uang itu ke beberapa panti asuhan dan yayasan sosial di negaranya. Dan sisanya akan dia pakai untuk memulai kehidupan yang baru.


Bahkan sekarang dia tengah mencoba memalsukan kematiannya. Dia sedang menyiapkan skenario kecelakaan yang akan membuatnya mati. Dan dia juga sudah berpikir sangat jauh, dia bahkan sudah menjadwalkan operasi plastik pada wajahnya untuk mengubah wajahnya menjadi berbeda.


Sangat total!


Jujur saja, dia sudah lelah dengan semua tuntutan keluarga Dewangga padanya. Dia memang anak sah dari keluarga Dewangga, tapi perlakuan yang dia dapat, tidak jauh berbeda dari apa yang Ando dapatkan.


Meskipun dia tidak di siksa secara fisik? Namun secara mental dan kejiwaan, dia selalu tertekan. Dan mungkin memang inilah jalan yang harus dia tempuh.


Menjalani kehidupan baru, menjadi dirinya sendiri. Dan tidak lagi memikirkan orang lain untuk apa yang dia lakukan.


Mungkin iya, dia egois. Mungkin iya, dia tidak berperasaan. Tapi apa yang sudah orang tuanya lakukan padanya, pada ibu Ando, dan pada Ando membuatnya berpikir bahwa apa yang mereka alami saat ini adalah karma.


Dia berpikir bahwa ayah, ibu, dan kakaknya, memang harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.


Dulu saat mereka membunuh ibunya Ando, mereka juga tidak mendapatkan hukuman apapun atas perbuatan keji mereka. Dan kini anak dari orang yang sudah mereka bunuh, kini membalaskan dendam sang ibu pada mereka.


"Maafkan aku, ayah, ibu, kakak... aku hanya bisa mendoakan agar kalian tenang di alam sana. Dan jika kehidupan setelah kematian itu benar-benar ada, maka harap kalian bisa menjadi orang yang baik di kehidupan selanjutnya," gumamnya, sesaat sebelum masuk ke ruangan operasi bedah plastik.

__ADS_1


Dia hanya tau, kalau Ando ingin membunuh ayah, ibu, dan kakaknya. Tapi dia tidak tau, jika Ando terlebih dulu menyiksa mereka dengan brutal.


Benar-benar kisah yang tragis.


__ADS_2