My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 119


__ADS_3

Ando mengepalkan erat-erat tangannya, hingga buku-buku jarinya memutih, "Sial!" umpatnya, "Beraninya dia meremehkanku! Dasar pak tua sialan!" serunya sambil melempar ponselnya ke depan, hingga membuat anak buahnya yang tengah mengemudikan mobil pun terkejut.


Ckiiit...


Mobil pun berhenti secara mendadak dan membuat Ando hampir terjungkal.


"Shitt! Apa kau mati, hah!?" serunya dengan nada tinggi.


Belum usai kekesalannya pada anak buahnya itu, dari arah belakang tiba-tiba terdengar suara yang mengejutkan mereka.


Yap, suara tembakan yang mengejutkan orang-orang yang berada di dekat tempat itu.


Semua orang pun berhamburan dan menjauh dari tempat itu.


Dor!


"Berhenti!"


Ando menoleh ke belakang dan mendapati seorang wanita yang tengah di kejar oleh beberapa orang bersenjata, dan dia tengah berlari ke arahnya.


"Buka pintunya!" titah Ando.


"Baik."


Ando tiba-tiba saja menarik tangan wanita itu, saat dia melintas tepat di sebelahnya dan membawanya masuk ke dalam mobil.


"Hey! Siapa kau?! Kenapa kau menarikku!?" serunya.


"Jalan!" titahnya.


Dan mobil itu pun segera melaju dengan kecepatan tinggi.


Dor!


Ando dengan sigap menekan kepala gadis itu ke bawah, membuat gadis itu terkejut dengan mata membola. Pasalnya, kini wajah cantiknya itu berada tepat di depan tempat keramat.🙂


"Kalau kau masih ingin hidup, lebih baik kau diam."

__ADS_1


"Kau!?" gadis itu mengepalkan tangannya dan menatap kesal pada Ando.


"Hey nona, apa seperti itu caramu berterimakasih pada penyelamatmu?"


"Cih! Aku tidak memintamu untuk membantuku!" umpatnya dengan bibir manyun.


"Dasar gadis bar-bar!" lirih Ando.


"Turunkan aku!" pintanya.


"Tidak," jawab Ando dengan wajah datarnya.


"Kenapa tidak?! Kau mau membawaku kemana...?!" geramnya.


Ando menekan wanita itu, hingga dia terbaring dan menatap lekat wajahnya.


Deg!


Deg!


Deg!


"Aku belum meminta imbalan untuk kebaikanku hari ini, padamu. Tapi kau sudah mau kabur? Tidak semudah itu, nona," ucap Ando dengan senyum smirknya. Ando pun kembali membetulkan posisinya, dan duduk seperti sedia kala.


"Kau!? Aku tidak pernah meminta bantuanmu, karena aku juga tidak membutuhkannya! Tapi sekarang kau meminta imbalan? Dasar orang gila!"


"Gadis ini lebih bar-bar daripada Marisa, benar-benar menarik," pikir Ando.


"Turunkan aku sekarang juga! Atau aku akan melompat!" ancam gadis itu.


Tapi dengan sifat Ando, tak mungkin dia akan memperlihatkan rasa belas kasihannya secara langsung dengan kata-kata.


"Kau mau melompat? Maka lompatlah," tantang Ando. Dia sangat yakin, bahkan 100% yakin jika gadis di sampingnya ini tak akan berani melompat dari mobilnya. Karena saat ini, mobil itu sedang melaju dengan kecepatan tinggi.


"Kau pikir aku takut?!" Gadis itu pun langsung membuka pintu mobil dan melompat. Tapi belum sempat dia melompat, tangan kekar Ando dengan cekatan menangkap pinggangnya.


"Apa kau gila!? Kau mau mati!?" seru Ando setelah menutup pintu mobilnya.

__ADS_1


"Kau yang gila!" sarkas Gadis itu.


"Siapa namamu?"


"Tidak punya nama!"


"Siapa namamu!" tanya Ando sekali lagi dengan nada mengintimidasi.


"Kara," jawabnya dengan terpaksa.


"Nama lengkap."


"Karamel Delvia Shaenette, puas!?"


Ando pun tersenyum kecil, benar-benar kecil sampai hampir tak terlihat.


"Setidaknya jika kau ikut bersamaku, orang-orang tadi tidak akan berani mengejarmu lagi. Bukankah itu hal baik?" ujarnya.


"Benarkah?" tanya Kara dengan nada mengejek, "Kenapa kau sepercaya diri itu? Kau pikir siapa dirimu?"


"Ando Jeriko Dewangga," ucapnya dengan bangga.


"Hahaha... Ando? Sandal? Hahaha..." Kara malah tertawa dengan keras, sedangkan kedua anak buah Andi yang berada di kursi depan sudah mengeluarkan keringat dingin.


"Sial! Apa gadis itu cari mati? Beraninya dia menghina nama si iblis ini?!" batin bawahan Ando.


"Shitt! Sepertinya hari ini aku akan segera mendapatkan rumah masa depanku!" batin bawahan Ando yang satunya.


Ando memang sering seperti itu, dia sering kali melampiaskan kemarahannya pada para bawahannya. Dan tidak tanggung-tanggung, bahkan terkadang dia membuat bawahannya kehilangan nyawa.


"Tunggu! Apa tadi nama margamau?" tanya Kara saat mengingat kembali nama lengkap Ando.


"Dewangga."


Senyum smirk tampak menghiasi wajah tampan Ando. Dia yakin bahwa sekarang Kara akan takut padanya. Di lihat dari seragam orang-orang yang mengejarnya tadi, dia tau kalau Kara berasal dari dunia yang sama dengannya. Itulah kenapa dia sangat yakin, jika Kara akan mengenalinya dan takut padanya saat mengetahui dirinya adalah si iblis berdarah dingin yang begitu di takuti banyak orang.


"Kenapa? Apa kau takut sekarang, nona Karamel?" tanya Ando sambil menatap Kara dengan tatapan mengejek.

__ADS_1


"Mampuslah! Hawa-hawa kematian sepertinya sudah mulai terasa!" batin bawahan Ando.


Namun sepertinya, ekspektasi tak sesuai dengan kenyataan. Kara menatap Ando dengan tatapan nyalang dan penuh permusuhan, "Turunkan aku, SEKARANG!!"


__ADS_2