
Jangan lupa like, komen dan amunisinya ya bestieku...😍😘😍😍
**********
Hari pergelaran resepsi pun tiba, dan kini keempat mempelai tengah sibuk dengan riasan mereka.
Tempat resepsi akan di adakan, juga sudah tertata dengan rapi. Dekorasi yang sangat indah, terlebih tema outdoor yang keempat mempelai pilih bersama.
Mereka memang memilih konsep outdoor karena rasanya lebih epic saja, dan sepertinya juga menyenangkan untuk menggelar resepsi di pinggir pantai seperti ini. Deburan ombak dan terpaan angin yang begitu segar akan menemani acara megah itu.
"Bagaimana, apa semuanya sudah siap?" Mentari yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan rias pun bertanya sambil mengedarkan pandangannya, pada ke empat mempelai secara bergantian.
"Tinggal sedikit lagi Tante Tari, bentar lagi juga kelas ini makeup," sahut Marisa yang sudah tampak bosan, karena dia juga sudah pegal sedari tadi duduk seperti itu namun riasannya tak kunjung selesai.
Mentari terkekeh melihat raut wajah Marisa yang sudah sangat manyun itu, dan beralih pada Maria yang tampak bahagia dengan raut wajah yang sumringah. Mimik wajah twin somplak itu nampak sangat kontras, yang satunya bahagia namun yang satunya justru tampak kesal.
Itu karena Maria yang sudah terbiasa dengan hal-hal semacam ini, tapi berbeda dengan Marisa yang sangat anti dengan makeup. Itulah kenapa baru sebentar saja Marisa di makeup, dia sudah merasa bosan.
"Pengantin itu tak boleh cemberut, bisa-bisa para tamu undangan mengira kau dan Kenzo itu menikah kontrak," ucapnya yang kemudian terkekeh geli.
Kenzo menggelengkan kepalanya, dengan tingkah kekanakan ibu dari sahabatnya itu. Bisa-bisanya dia melontarkan jokes yang sama sekali tidak lucu itu.
"Ketahuan banget kalo tante Mentari itu penggemar novel-novel CEO," celetuk Maria yang membuat semua orang tertawa renyah.
Mentari juga ikut terkekeh, kemudian dia meminta perias untuk mempercepat pekerjaan mereka, karena acara sebentar lagi sudah akan di mulai. Dia pun lantas keluar dari ruang rias, untuk menyambut para tamu undangan yang hadir hari ini sebagai pengganti kakak dan kakak iparnya yang hanya bisa melihat pernikahan anak mereka dari atas sana.
"Kak, kakak ipar, kalian bahagia kan di sana? Anak-anak kalian sudah menikah, bahkan aku jug akan segera jadi nenek karena Maria sedang mengandung. Kalian tenang saja, aku yang akan menggantikan peran kalian menjaga anak dan cucu kalian," batin Mentari yang mengingat mendiang kakak dan kakak iparnya.
...*...
...*...
__ADS_1
...*...
Akhirnya acara yang di nanti-nanti pun sudah di mulai. Pembawa acara mulai membacakan susunan acara untuk hari ini.
Setelah beberapa acara pembukaan dan juga hiburan, akhirnya kedua mempelai pria pun naik ke atas pelaminan dan menunggu pengantin wanita mereka datang.
Alunan musik yang begitu membawa suasana pun, mulai terdengar saat kedua mempelai wanita berjalan bersama menuju pelaminan.
Para tamu undangan tampak terpana melihat dua wanita cantik itu, namun mereka juga tak bisa menemukan perbedaan di antara kedua mempelai. Yang mana satu adalah mempelai dari tuan muda keluarga Alexander, dan yang mana mempelai wanita dari pemilik perusahaan besar, "King Jewelry"
Namun jangankan mereka, bahkan kedua mempelai pria pun tidak bisa membedakan yang mana istri mereka.
"Sial! Ken... sepertinya ini saatnya kau gunakan jurus rahasiamu lagi, kalau tidak bisa-bisa kita salah mengambil istri," gumam Johan lirih sambil sedikit mendekat pada Kenzo.
"Sepertinya jurus rahasiaku tidak bisa digunakan dalam situasi seperti ini, Johan. Apa kau punya ide lain?"
Memang benar, jurus Kenzo tidak akan mempan dalam kondisi saat ini. Karena Marisa tidak sedang dalam keadaan tidur, jadi dia tak mungkin mengigau paha ayam lagi, bukan?
Tapi tiba-tiba saja, ide cemerlang hinggap di otak Kenzo. Dan hal itu membuatnya tersenyum.
Hingga kedua mempelai wanita sudah berada di hadapan mereka dan menunggu mempelai pria mereka menggandeng tangannya.
Kenzo berjalan maju, lalu dengan tiba-tiba dia merentangkan tangannya untuk memeluk kedua mempelai wanita. Dan salah satunya langsung menghindar dengan menunduk, membuat Kenzo yakin jika itulah Marisa.
Dia langsung menarik tangan Marisa dan berkata, "Sudah cukup main-mainnya, dasar nakal!" bisiknya, yang membuat Marisa menampilkan senyum pepsodentnya.
Dan Johan juga menghampiri Maria, lalu menggandeng tangannya.
"Jangan bilang kau bahkan tidak bisa membedakan aku dan Marisa?" tembak Maria berbisik pada Johan, namun sangat tepat sasaran. "Malam ini, tidur di luar!" bisiknya.
"Sudah kuduga!" batin Johan.
__ADS_1
Kedua mempelai pun sudah berdiri di atas pelaminan untuk acara tukar cincin.
*
*
*
Hingga acara pun akhirnya selesai juga.
"Semoga kalian semua bahagia," ujar Riana sambil mencium Maria dan Marisa bergantian.
Begitu pula dengan yang lainnya, mereka juga mengungkapkan selamat dan satu persatu meninggalkan tempat itu dan menyisakan dua pasang pengantin itu di sana.
Karena mereka juga akan melewati honeymoon mereka di sana, di tempat yang sudah mereka siapkan.
...Aku tidak menyesali keputusanku....
...Aku tidak menyesali jalam hidupku....
...Aku bersyukur dengan rencana indah yang Tuhan rancang untukku....
...Aku sangat bersyukur....
^^^Marisa^^^
...*********...
...Makasih buat yang sudah dukung novel ini sampai tamat.🙏🥰...
...Jangan lupa, buat mampir di karya baru author ya... dengan judul "Double Identity"🥳😍...
__ADS_1
...Salam sayang dari author buat kalian semua😘...