My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 19


__ADS_3

..."Jangan pernah mencoba merebut sesuatu yang bukan hakmu, karena pada akhirnya itu hanya akan menjadi bencana untumu." By: Rosemarry...


...*****...


"Kemana dia?!"


Antonio yang baru saja ingin melanjutkan niatnya yang tadi sempat tertunda, yaitu menghampiri Marisa. Dia justru tak lagi melihat Marisa di tempat dia tadi berada.


Antonio pun celingukan mencari keberadaan Marisa, namun tentu saja sulit karena ada begitu banyak tamu undangan yang hadir.


Sedangkan Marisa, Kenzo dan Arka kini sedang duduk di salah satu meja untuk tamu yang tersedia di sana.


"Sial, laper banget! Tadi gue belum sempet makan, mana komplotan cacing pita di perut gue udah pada mulai anarkis lagi!" Gerutu Marisa dalam hati.


Saat ini perutnya terasa sangat lapar karena tadi setelah bangun tidur dia langsung bersiap dan berangkat, sehingga belum sempat makan.


Tapi dia hanya bisa menatap aneka ragam kue yang ada di atas meja tepat di depanya itu dengan sendu, Kenzo dan Arka yang melihat hal itu pun mengulum senyum mereka.


"Hey, Bebek Kuning! Apa kau lapar?" Tanya Kenzo pada Marisa.


"Tidak! Aku tidak lapar, bos." Marisa pun berkilah karena merasa malu.


"Yakin kamu tidak lapar? Terus itu apa, air liurmu saja udah mau menetes cuma karena melihat kue-kue itu sedari tadi." Candaan Kenzo pun auto membuat Marisa buru-buru mengusap sudut bibirnya, takut-takut jika benar adanya bahwa air liurnya hampir menetes.


"Pftt!!" Arka pun berusaha menahan tawanya, melihat Marisa yang benar-benar mengusap bibirnya, hanya karena gurauan garing bin crispynya Kenzo.


Marisa mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Arka, seolah sedang bertanya kenapa dia tertawa.


"Bos cuma sedang mengerjaimu nona Marisa, tidak ada air liur yang hampir menetes dari bibirmu." Arka pun berusaha sebisa mungkin menahan tawanya agar tidak pecah.


Bukankah tidak lucu jika tiba-tiba saja, dia tertawa terbahak-bahak di saat acara sedang berlangsung seperti ini? Bisa-bisa para tamu undangan menganggapnya gila.


Atau lebih parahnya lagi bisa-bisa datang pera penjaga keamanan yang berbadan layaknya hulk, menghampiri dan menyeretnya keluar dari sana. Karena mengira dia adalah pasien rumah sakit jiwa yang baru saja kabur.

__ADS_1


"What!?" Marisa pun beralih menatap Kenzo dengan kesal.


Namun yang di tatap justru menatapnya balik dengan wajah tripleknya, alias datar tanpa ekspresi yang membuat Marisa semakin kesal.


Namun apalah daya, dia tidak bisa memarahinya karena bagaimanapun dia adalah bosnya. Sumber dari calon-calon pundi uang gajinya di kemudian hari.


Jika saja bisa, Marisa sangat ingin mengambil karung goni dan memasukkan pria di hadapannya itu ke dalam karung. Setelah itu membawanya ke tempat sepi dan membuangnya.


"Pengen banget gue karungin nih si Muktar, tapi ntar gue jadi kang karung dong, bisa viral mendadak gue nanti!" Umpat Marisa dalam hatinya.


Marisa pun akhirnya mengambil salah satu kue yang ada di atas meja dan memakannya.


Sesaat setelahnya, pembawa acara pun kembali terdengar berbicara dan mengatakan bahwa sekarang sudah saatnya acara potong kue.


"Sekarang adalah acara potong kue, nona Raisa silahkan potong kue dan berikan kue pertama anda pada orang yang spesial."


Dengan senyum palsunya, Raisa pun memegang pisau dan bersiap memotong kue ulang tahunya yang berukuran besar itu.


"Kira-kira kue pertama akan di berikan pada siapa ya? Apa para hadirin semuanya penasaran?"


Raisa kini sudah menaruh potongan kecil kue pertamanya itu ke dalam sebuah piring kecil.


Raisa pun turun dari panggung dan dengan perlahan namun pasti dia melangkah ke tempat dimana Kenzo berada, dan hal itu tak luput dari perhatian Marisa.


"Aish!! Apa gue udah harus di paksa tampil di saat genting kayak gini? Nggak bisakah nunggu gue ngasih makan cacing pita gue dulu?! Keburu mereka lakuin vandalisme nih di perut gue!" Rengek Marisa dalam hati.


Marisa menatap sedih pada kue-kue di atas meja yang seolah melambai padanya, meminta untuk segera di santap.


Kenzo yang melirik dan melihat raut wajah Marisa yang tidak rela itu pun menoleh ke arah wanita itu.


"Kue-kue itu tidak akan kabur kemana-mana, mereka bisa menunggu dengan setia! Sekarang yang harus kamu lakukan adalah selesaikan dulu tugasmu dengan baik!" Kenzo berbisik pada Marisa, sambil melirik ke arah Raisa yang sedang berjalan menghampirinya saat ini.


"Nona Marisa, Fighting!" Arka memberinya semangat dengan gaya ala-ala oppa koreanya itu.

__ADS_1


"Fighting! Fighting! Gundulmu itu! Nggak cocok tau nggak sih, sama muka indo lo itu!" Gerutu Marisa dalam hati.


"Caramu memberiku semangat itu sungguh sesuatu ya, tuan Arka." Marisa pun tersenyum penuh arti pada Arka.


"Lakukan saja tugasmu, aku akan memberimu bonus yang sesuai jika hasil kerjamu bagus!" Kenzo pun mengiming-imingi Marisa dengan bonus yang menantinya, jika dia bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik.


"Kenapa anda tidak mengatakannya dari tadi, bos? Jika saja kau mengatakannya dari tadi, aku pasti sudah siap lahir batin." Marisa pun menampilkan deretan giginya.


"Dasar mata duitan." Gumam Kenzo.


"Moto kerjaku memang adalah UUD, bos. Ujung-ujungnya duit, hehe..." Canda Marisa.


Kenzo pun tersenyum dalam hati melihat sosok Marisa yang apa adanya seperti itu.


"Sekarang bos duduk saja dengan tenang dan lihat bagaimana caraku untuk menyingkirkan si ulet keket itu darimu, bos!" Ujar Marisa sambil tersenyum pada Kenzo.


"It's Show Time!!" Gumam Stevy sambil melirik ke arah Della dan mereka pun tampak menyunggingkan senyum devilnya.


Raisa pun kini sudah sampai di tempat Kenzo, Marisa dan Arka duduk. Dia berdiri di sana sambil memegang piring berisi kue pertama itu, yang rencananya akan dia berikan untuk Kenzo.


Karena pandangan semua orang yeng tertuju ke arah Raisa, Anton pun ikut menoleh ke arah sana dan dia pun membelalakkan matanya saat mendapati Marisa juga berada di sana.


"Marisa?" Anton menatap ke arah Marisa, yang sedang di tatap oleh Raisa dengan tatapan seorang musuh bebuyutan.


Marisa pun beranjak dari kursinya dan berjalan perlahan mendekati Kenzo. Marisa dengan beraninya melakukan suatu hal yang bahkan belum pernah Raisa, atau bahkan wanita lain lakukan sebelumnya pada seorang Kenzo Alexander.


Semua mata yang tertuju pada mereka pun, kini spontan membelalak karena terkejut dengan apa yang mereka lihat saat ini.


Tak terkecuali Antonio yang juga tercengang melihat hal itu.


"Apa Marisa benar-benar pacarnya Kenzo? Semoga saja ini tidak benar, tapi kalaupun itu benar... Kenzo, aku akan merebutnya darimu dengan cara apapun." Batin Antonio dengan tangan terkepal.


"What!?"

__ADS_1


__ADS_2