My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 47


__ADS_3

...Kedewasaan bukan di ukur dari seberapa lama anda hidup...


...Tapi seberapa pandai anda dalam memahami arti kehidupan yang sebenarnya....


...By : Rosemarry...


...******...


"Gue pake baju apa ya?" saat ini Kevin tengah memilih baju yang akan di pakainya untuk dinner pertama bersama Marisa. "Ini... gak cocok, yang ini terlalu formal. Ehm... nah ini bagus." Kevin segera mengenakan celana jeans panjang dan hoodie berwarna Dongker miliknya, dengan kaos berwarna putih sebagai **********.


Tok...


Tok...


Tok...


"Masuk aja, nggak di kunci." Seru Kevin dari dalam kamarnya.


Cklak!


"Kok anak mama udah ganteng aja sih, mau kemana nih?" tanya Stella, ibu Kevin.


"Eh mama? Mau jalan dong ma." Jawab Kevin sembari memamerkan deretan giginya yang rapi.


"Kayaknya mama bakalan punya calon mantu nih?"


"Tenang aja ma..." Kevin berjalan mendekat pada Stella, "Calon mantu mama cantik kok, baik lagi." Bisiknya tepat di telinga Stella.


"Harus dong, mama gak mau punya calon mantu sembarangan!" sahut Stella sambil terkekeh.


"Siap 86, Kanjeng ratu!" candanya sembari memberi hormat pada sang ibu.


Stella mengacak-acak pelan rambut putra bungsunya itu, "Dasar anak nakal..."


"Oh iya mama manggil Kevin ada apa ma?"


"Tadinya mama mau ajak kamu makan bareng, tau sendiri kan cuma kamu yang nemenin mama makan setiap hari. Tapi kalau kamu mau jalan dan makan di luar ya gak apa-apa." Stella pun tersenyum pada Kevin, namun tak bisa menutupi rasa sedihnya.


Selama ini suaminya dan Kenzo sama-sama sibuk dengan pekerjaan mereka, dan hanya Kevin lah yang lebih sering ada di rumah menemaninya.


"Ehm... gimana kalau—"

__ADS_1


Tok...


Tok...


Tok...


"Ada apa bi?" tanya Stella


"Itu nyonya, si aden sudah pulang."


"Kenzo? Ya udah bi nanti saya turun."


"Baik nyonya."


"Ayo Vin, kebetulan kakak kamu pulang. Jadi kamu have fun aja sama calon menantu mama, kan ada kakak kamu yang nemenin mama makan hari ini." Raut wajah Stella berubah sumringah dan menggandeng lengan Kevin menuju meja makan.


"Tumben anak mama yang super sibuk ini pulang tanpa di minta." Sindir Stella dengan senyum manisnya.


"Kangen aja sama mama." Jawab Kenzo.


"Eh? Ini siapa?" Stella menatap Marisa dengan penasaran.


"Ooh... ini body—"


"Ma-Marisa nyonya."


"Loh, kok panggilnya nyonya?" Stella pun merengut dan menatap Marisa dengan raut wajah yang sulit di tebak.


"Aduh mati gue...! Apa gue salah gue salah panggil?" batin Marisa takut. "Apa emaknya si Muktar ini lebih sadis dari pada anaknya...?! Oh Tuhan... tolong biarkan aku mati dengan tubuh utuh!" pikir Marisa yang sudah melanglang buana entah kemana itu.


"Panggil tante aja, atau mama juga boleh." Sambungnya kemudian sambil tersenyum Manis.


"Eh? Gue nggak salah denger kan?" Marisa terbengong dan bertanya-tanya dalam hati.


"Lo nggak salah denger kok, nyokap gue ini nggak jutek kayak abang gue." Bisik Kevin sambil terkekeh.


"Cih!" decih Kenzo pelan melihat adegan di hadapannya itu.


"Ya udah ma, Kevin jalan dulu ya... takut kemaleman." Kevin mencium tangan mamanya dan Marisa pun melakukan hal yang sama.


"Saya pamit dulu tante." Pamit Marisa dan kemudian berjalan beriringan dengan Kevin.

__ADS_1


"Sayang... jagain calon mantu mama ya, jangan sampai lecet!" seru Stella pada Kevin kemudian terkekeh.


"Yang ada juga Kevin yang di jagain." Celetuk Kenzo.


"Ngomong apa sih kamu Ken?" Stella pun ikut mendudukkan dirinya di samping Kenzo.


"Marisa itu jago beladiri ma, jadi bukan Kevin yang bakal jagain dia tapi sebaliknya."


"Bagus dong, cewek jaman sekarang emang bagusnya bisa jaga diri."


Mereka berdua pun memulai acara makan malam itu dengan khidmat.


"Vin?"


"Hm?"


"Tadi kuping gue yang lagi sliwer apa gimana sih? Nyokap lo kok bilang suruh jagain calon mantunya?" tanya Marisa dengan wajah cengonya.


"Iya emang, calon mantu mama itu lo." Kekeh Kevin.


"What?! Kok gitu?"


Kevin pun hanya tertawa tanpa menjawab pertanyaan Marisa lagi.


"Ayo Mar, keburu kemaleman nanti." Kevin memanggil Marisa yang hanya berdiri mematung di samping motornya.


"Eh... oh iya." Marisa segera naik ke motornya dengan Kevin berada di jok penumpangnya.


"Kuy berangkat."


"Kemana?" Marisa yang memang belum tau tujuan mereka pun bertanya lebih dulu sebelum melajukan motornya.


"Ke KUA." Bisik Kevin.


"Vin... jangan bercanda mulu ah, buruan tujuannya kemana nih?"


"Ya udah jalan aja dulu, nanti gue yang arahin jalannya."


"Ooh, ok."


Motor sport hitam itu pun melaju meninggalkan rumah mewah milik keluarga Kenzo itu.

__ADS_1


Grep!


__ADS_2